5 Apa saja jenis makanan dan minuman yang halal berikan contohnya?

Jakarta

Allah SWT memerintahkan hambanya untuk mengonsumsi makanan dan minuman halal. Kriteria makanan dan minuman halal dapat dilihat dari 5 hal ini.

Dalam agama Islam ada aturan khusus soal makanan dan minuman yang dikonsumsi. Diharuskan bagi semua umat muslim untuk memilih makanan dan minuman yang halal.

Begitupun sebaliknya, umat muslim diharuskan menghindari makanan dan minuman yang haram. Hal tersebut sesuai dengan firman Allah SWT dalam surah Al A’raf ayat 157 yang berbunyi:

“Dan Allah menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk,” (QS. Al-A’raf : 157).

Kehalalan pada makanan dan minuman yang dikonsumsi sangat berpengaruh pada banyak hal. Salah satunya sebagai nilai keimanan di hadapan Allah SWT.

Bukan hanya sekadar aturan atau perintah, Allah SWT mengharamkan suatu makanan dan minuman karena dapat menimbulkan mudharat seperti penyakit misalnya.

Jadi, itu termasuk bentuk sayang Allah SWT kepada hambanya untuk melindungi dari segala penyakit. Lantas dari mana kita tahu apakah makanan itu halal atau haram.

Berikut 4 kriteria makanan halal:

1. Halal secara Zat

4 Kriteria Makanan dan Minuman Halal Menurut Islam Foto: iStock

Makanan yang halal secara zat disebut jugalighairihi. Maksudnya, zat di dalam makanan itu tidak dilarang dalam Islam. Misalnya sayur-mayur, buah-buahan, ikan dan lainnya.

Aturan ini sesuai dengan firman Allah dalam surah Al Maidah ayat 5 yang berbunyi:

“Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah,”

“Yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. (QS Al Maidah:5).

Baca Juga: Kejadian Seputar Konsumsi Daging Babi Viral yang Bikin Heboh

2. Halal Cara Memperoleh

4 Kriteria Makanan dan Minuman Halal Menurut Islam Foto: iStock

Makanan yang diperoleh dengan cara yang halal disebut lighairihi. Misalnya makanan yang diperoleh dengan hasil kerja keras bukan dari cara yang diharamkan oleh Allah SWT.

Misalnya hasil mencuri, merampas, menipu, korupsi, berzina, riba, dan pekerjaan haram lainnya. Walaupun makanan yang dibeli termasuk halal, tetapi jika dibeli dengan cara tidak baik maka hukumnya haram.

Baca Juga: Halal! Restoran Indonesia di Hotel Bintang 5 Ini Dapat Sertifikat HalalMUI

(raf/odi)


Page 2

Jakarta

Allah SWT memerintahkan hambanya untuk mengonsumsi makanan dan minuman halal. Kriteria makanan dan minuman halal dapat dilihat dari 5 hal ini.

Dalam agama Islam ada aturan khusus soal makanan dan minuman yang dikonsumsi. Diharuskan bagi semua umat muslim untuk memilih makanan dan minuman yang halal.

Begitupun sebaliknya, umat muslim diharuskan menghindari makanan dan minuman yang haram. Hal tersebut sesuai dengan firman Allah SWT dalam surah Al A’raf ayat 157 yang berbunyi:

“Dan Allah menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk,” (QS. Al-A’raf : 157).

Kehalalan pada makanan dan minuman yang dikonsumsi sangat berpengaruh pada banyak hal. Salah satunya sebagai nilai keimanan di hadapan Allah SWT.

Bukan hanya sekadar aturan atau perintah, Allah SWT mengharamkan suatu makanan dan minuman karena dapat menimbulkan mudharat seperti penyakit misalnya.

Jadi, itu termasuk bentuk sayang Allah SWT kepada hambanya untuk melindungi dari segala penyakit. Lantas dari mana kita tahu apakah makanan itu halal atau haram.

Berikut 4 kriteria makanan halal:

1. Halal secara Zat

4 Kriteria Makanan dan Minuman Halal Menurut Islam Foto: iStock

Makanan yang halal secara zat disebut jugalighairihi. Maksudnya, zat di dalam makanan itu tidak dilarang dalam Islam. Misalnya sayur-mayur, buah-buahan, ikan dan lainnya.

Aturan ini sesuai dengan firman Allah dalam surah Al Maidah ayat 5 yang berbunyi:

“Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah,”

“Yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. (QS Al Maidah:5).

Baca Juga: Kejadian Seputar Konsumsi Daging Babi Viral yang Bikin Heboh

2. Halal Cara Memperoleh

4 Kriteria Makanan dan Minuman Halal Menurut Islam Foto: iStock

Makanan yang diperoleh dengan cara yang halal disebut lighairihi. Misalnya makanan yang diperoleh dengan hasil kerja keras bukan dari cara yang diharamkan oleh Allah SWT.

Misalnya hasil mencuri, merampas, menipu, korupsi, berzina, riba, dan pekerjaan haram lainnya. Walaupun makanan yang dibeli termasuk halal, tetapi jika dibeli dengan cara tidak baik maka hukumnya haram.

Baca Juga: Halal! Restoran Indonesia di Hotel Bintang 5 Ini Dapat Sertifikat HalalMUI

kriteria makanan halal kriteria minuman halal makanan dan minuman halal


Page 3

Jakarta

Allah SWT memerintahkan hambanya untuk mengonsumsi makanan dan minuman halal. Kriteria makanan dan minuman halal dapat dilihat dari 5 hal ini.

Dalam agama Islam ada aturan khusus soal makanan dan minuman yang dikonsumsi. Diharuskan bagi semua umat muslim untuk memilih makanan dan minuman yang halal.

Begitupun sebaliknya, umat muslim diharuskan menghindari makanan dan minuman yang haram. Hal tersebut sesuai dengan firman Allah SWT dalam surah Al A’raf ayat 157 yang berbunyi:

“Dan Allah menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk,” (QS. Al-A’raf : 157).

Kehalalan pada makanan dan minuman yang dikonsumsi sangat berpengaruh pada banyak hal. Salah satunya sebagai nilai keimanan di hadapan Allah SWT.

Bukan hanya sekadar aturan atau perintah, Allah SWT mengharamkan suatu makanan dan minuman karena dapat menimbulkan mudharat seperti penyakit misalnya.

Jadi, itu termasuk bentuk sayang Allah SWT kepada hambanya untuk melindungi dari segala penyakit. Lantas dari mana kita tahu apakah makanan itu halal atau haram.

Berikut 4 kriteria makanan halal:

1. Halal secara Zat

4 Kriteria Makanan dan Minuman Halal Menurut Islam Foto: iStock

Makanan yang halal secara zat disebut jugalighairihi. Maksudnya, zat di dalam makanan itu tidak dilarang dalam Islam. Misalnya sayur-mayur, buah-buahan, ikan dan lainnya.

Aturan ini sesuai dengan firman Allah dalam surah Al Maidah ayat 5 yang berbunyi:

“Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah,”

“Yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. (QS Al Maidah:5).

Baca Juga: Kejadian Seputar Konsumsi Daging Babi Viral yang Bikin Heboh

2. Halal Cara Memperoleh

4 Kriteria Makanan dan Minuman Halal Menurut Islam Foto: iStock

Makanan yang diperoleh dengan cara yang halal disebut lighairihi. Misalnya makanan yang diperoleh dengan hasil kerja keras bukan dari cara yang diharamkan oleh Allah SWT.

Misalnya hasil mencuri, merampas, menipu, korupsi, berzina, riba, dan pekerjaan haram lainnya. Walaupun makanan yang dibeli termasuk halal, tetapi jika dibeli dengan cara tidak baik maka hukumnya haram.

Baca Juga: Halal! Restoran Indonesia di Hotel Bintang 5 Ini Dapat Sertifikat HalalMUI

kriteria makanan halal kriteria minuman halal makanan dan minuman halal

tirto.id – Islam adalah agama sempurna yang mengatur segala aspek kehidupan.

Kesempurnaan Islam ini tertera dalam firman Allah SWT dalam surah Al-Maidah ayat 3:

“Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu [Muhammad] agamamu, dan telah Aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agama bagimu,” (QS. AI-Maidah [5]: 3)

Salah satu ajarannya adalah ketentuan mengenai jenis-jenis makanan dan minuman yang halal dan haram untuk dikonsumsi.

Secara umum, Alquran dan hadis mengatur ketentuan makanan yang layak dan tak layak konsumsi dengan menyebutkan jenis-jenis yang haram.

Selain dari itu, maka makanan lainnya bisa dikategorikan halal, jika tidak disertai alasan tertentu. Misalnya, karena hasil curian, maka tetap akan diharamkan.

Lazimnya, setiap makanan yang tidak diperbolehlahkan Islam mengandung mudarat tertentu, sementara itu, makanan yang dihalalkan akan mendatangkan manfaat bagi pengkonsumsinya.

Masih di ayat yang sama dalam surah Al-Maidah, Allah SWT berfirman:

“Diharamkan bagimu [memakan] bangkai, darah, daging babi, dan [daging] hewan yang disembelih bukan atas [nama] Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu sembelih. Dan [diharamkan pula] yang disembelih untuk berhala,” (QS. Al-Maidah [5]: 3).

Macam-macam Makanan Haram

Berdasarkan ayat di atas, laman Kemendikbud merinci macam-macam makanan yang haram untuk dikonsumsi sebagai berikut:

1. Bangkai binatang apa pun, kecuali bangkai ikan dan belalang

2. Darah, kecuali hati dan limpa

3. Daging Babi

4. Daging hewan yang disembelih atau dihidangkan atas nama selain Allah SWT. Misalnya, hewan yang disembelih untuk tumbal atau persembahan berhala.

Demikian juga makanan yang dihidangkan untuk sesajen, makam, pohon keramat, atau berhala tertentu.

5. Hewan yang mati karena tercekik, dipukul, jatuh, ditanduk, atau diterkam binatang buas.

6. Hal-hal yang kotor dan menjijikkan. Sebagai misal, tikus, lalat, kotoran, belatung, dan lain sebagainya.

Hal ini tertera dalam Alquran surah Al-A’raf ayat 157, Allah SWT berfirman:

“[Yaitu] orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi [buta huruf] yang [namanya] mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka … ” (Al-A’raf [7]: 157).

7. Binatang yang bertaring atau berkuku tajam. Dengan taring atau kukunya itu, ia gunakan untuk mencengkeram atau menyerang musuh-musuhnya.

Hal ini tergambar dalam sabda Nabi Muhammad SAW:

“Semua binatang buas yang bertaring, maka memakannya adalah haram,” (H.R. Muslim).

8. Bagian dari hewan yang dipotong, sedang ia masih hidup dan belum disembelih.

Hal ini sesuai dengan hadis yang diriwayatkan Abi Waqid Al-Laitsi RA, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda:

“Bagian yang terpotong dari binatang ternak [sedangkan ia dalam keadaan hidup] maka [dihukumi sebagai] bangkai,” (H.R. Abu Dawud dan Tirmidzi).

9. Sebagian ulama dari mazhab Syafi’i dan Hanafi juga menganggap haram binatang-binatang yang hidup di dua alam, seperti katak, buaya, kura-kura, dan lain sebagainya.

10. Makanan yang diperoleh melalui cara yang tidak halal, seperti hasil curian, rampasan, hasil palak, korupsi, riba, dan cara-cara lain yang dilarang agama.

Macam-macam Minuman Haram

Selain makanan, Islam juga mengatur jenis-jenis minuman yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi.

Dalam buku Makanan dan Minuman dalam Perspektif Alquran dan Sains (2013) yang diterbitkan Kementerian Agama dan LIPI, dinyatakan minuman-minuman berikut haram dikonsumsi:

1. Semua minuman yang memabukkan. Demikian juga minuman yang berpotensi menimbulkan mudarat, serta merusak tubuh, akal, jiwa, dan moral. Misalnya, arak, bir, khamar, narkotika, dan sejenisnya.

Hal ini berdasarkan banyak dalil dari nas Alquran dan hadis, salah satunya adalah sabda Nabi Muhammad SAW:

“Sungguh, khamar itu bisa berasal dari [perasan] anggur, kismis, kurma, gandum, jelai, maupun jagung. Sungguh, aku melarang kalian mendekati apa saja yang memabukkan,” (Abu Daud dan Ibnu Hibban).

2. Minuman dari benda najis atau benda yang terkena najis.

3. Minuman yang diperoleh dari cara yang haram, seperti mencuri, korupsi, merampas, dan lain sebagianya. Hal ini berdasarkan firman Allah SWT dalam surah Al-Baqarah ayat 188:

“Dan janganlah kamu makan harta di antara kamu dengan jalan yang batil, dan [janganlah] kamu menyuap dengan harta itu kepada para hakim, dengan maksud agar kamu dapat memakan sebagian harta orang lain itu dengan jalan dosa, padahal kamu mengetahui,” (Al-Baqarah [2]: 188).

Baca juga:

  • Ketentuan Bersuci dari Hadas Besar Berdasarkan Syariat Islam
  • Di Balik Fatwa Haram Vape Muhammadiyah yang Konsisten Larang Rokok

Baca juga
artikel terkait
MAKANAN-MINUMAN HARAM
atau
tulisan menarik lainnya
Abdul Hadi

(tirto.id – hdi/tha)


Penulis: Abdul Hadi
Editor: Dhita Koesno
Kontributor: Abdul Hadi

Subscribe for updates
Unsubscribe from updates

Leave a Comment