Adakah kemudahan yang kamu rasakan dari Era globalisasi jelaskan

Merdeka.com – Istilah globalisasi tampaknyasudah tidak asing lagi di telinga masyarakat. Ini adalah proses integrasi dan pengaruh internasional ekonomi dan budaya. Sadar atau tidak, saat ini kita juga sudah merasakan dampak dari globalisasi. Hal ini terbukti dari komunikasi yang kita lakukan.

Globalisasi memang memengaruhi hampir seluruh aspek kehidupan manusia, dan contoh mudahnya adalah globalisasi bidang komunikasi.

Terhubung dengan orang-orang dari belahan dunia lain sekarang jauh lebih mudah daripada beberapa tahun yang lalu. Satelit, kabel serat optik, dan internet yang saat ini kita manfaatkan terbukti memudahkan kita berbagi informasi dengan mereka yang berada di zona waktu dan lokasi yang berbeda.

Globalisasi bidang komunikasi memang memberi dampak positif pada masyarakat. Globalisasi bidang komunikasi dapat membantu meningkatkan peluang bisnis, menghilangkan hambatan budaya, dan mengembangkan desa global. Globalisasi bidang komunikasi juga telah mengubah elemen lingkungan, budaya, politik dan ekonomi dunia.

Dilansir dari laman bizfluent.com, kami akan jelaskan lebih lanjut bagaimana dampak positif dari globalisasi bidang komunikasi.

2 dari 4 halaman

Banyak perusahaan saat ini yang mempekerjakan karyawan yang berlokasi di negara lain. Menggunakan sarana komunikasi seperti panggilan video memudahkan mereka untuk berkomunikasi dengan rekan kerja di seluruh dunia, dan hampir membuat mereka kondisi seolah-olah berada di ruangan yang sama.

Globalisasi bidang komunikasi juga memudahkan untuk terhubung dengan pemasok dan pelanggan di seluruh dunia, sekaligus meningkatkan pemesanan, pelacakan pengiriman, dan sebagainya. Dengan teknologi komunikasi semacam ini, banyak bisnis dapat memanfaatkan peluang di berbagai negara atau kota, dan meningkatkan prospek ekonomi di tingkat global.

Berkat globalisasi bidang komunikasi, informasi itu sendiri dapat ditransfer sebagai aset bisnis yang berharga dari satu negara ke negara lain. Ini memiliki efek yang membuat operasi setiap orang lebih modern dan efisien, di mana pun mereka berada.

tefl.net

Lebih Sedikit Hambatan Budaya

Banyak orang menganggap budaya sebagai akar dari tantangan komunikasi. Ketika orang-orang dari dua budaya yang berbeda mencoba untuk bertukar informasi, cara mereka berbicara, bahasa tubuh atau tingkah laku mereka dapat ditafsirkan secara berbeda oleh orang lain. Cara orang mengatasi masalah dan bagaimana mereka berpartisipasi dalam komunitas semuanya dipengaruhi oleh budaya.

Dengan globalisasi bidang komunikasi, hal ini menjadi lebih mudah. Misalnya, seseorang di Jepang saat ini dapat dengan mudah melihat dan memahami bagaimana kehidupan orang yang tinggal di Indonesia. Dengan televisi dan film, hambatan budaya akan semakin terkikis sedikit demi sedikit. Dengan berkomunikasi bersama kolega atau teman dari berbagai negeri secara efektif akan membantu orang memahami budaya satu sama lain sedikit lebih baik.

3 dari 4 halaman

Peningkatan komunikasi global telah menciptakan alat baru dalam mendidik anak-anak tentang budaya yang berbeda. Misalnya, anak-anak dapat belajar tentang budaya lain langsung dari anak-anak yang tinggal di negara lain melalui program internasional. Selain itu, guru dapat menggunakan teknologi untuk memungkinkan para pemimpin politik dan pakar budaya mendidik siswa tentang perbedaan dan tradisi budaya lain.

©2018 Merdeka.com/Pixabay

Melakukan Bisnis di Berbagai Negara

Komunikasi bisnis juga merupakan komponen penting dari globalisasi karena tersedianya berbagai platform untuk menyampaikan dan menerima pesan secara efektif. Komunikasi bisnis secara langsung dapat membantu membangun hubungan yang efektif karena kontak pribadi, bahasa tubuh, dan kedekatan.

Komunikasi tertulis memungkinkan mitra bisnis internasional lebih banyak waktu untuk menyusun pemikiran dan secara akurat mengungkapkan niat atau kekhawatiran. Konferensi audio dan video memfasilitasi interaksi bisnis langsung dengan biaya rendah.

Tim juga dapat berkolaborasi dengan berbagi dokumen dan ide secara online dan dengan melihat komputer satu sama lain dari jarak jauh sehingga mereka dapat bekerja bersama.

4 dari 4 halaman

Anda mungkin pernah mendengar ungkapan “desa global”, yang diciptakan oleh ahli teori Marshall McLuhan. Dipengaruhi oleh globalisasi dan komunikasi global, desa global tercipta ketika jarak dan isolasi tidak lagi menjadi masalah karena orang-orang terhubung oleh teknologi. Akses telepon dan internet yang tersebar luas telah mengubah hidup banyak orang di seluruh dunia, terutama di negara-negara berkembang.

Banyak yang sekarang mendaftar di universitas di seluruh dunia tanpa harus meninggalkan kursi mereka di rumah. Pekerjaan asisten virtual menjadi hal yang biasa, di mana karyawan dari negara berkembang bekerja dengan perusahaan di Amerika Utara atau Eropa, memberikan dukungan administratif dan layanan bisnis lainnya yang dapat dengan mudah dilakukan melalui telepon atau internet.

Globalisasi dan komunikasi global telah memudahkan kita untuk melihat orang-orang di belahan dunia lain layaknya seperti tetangga, bukan seperti orang asing dari negeri yang jauh. Ada begitu banyak pengetahuan tentang negara dan budaya lain yang tersedia secara online, sehingga hal-hal tersebut bukan lagi menjadi misteri.

Yuk, sama-sama kita belajar mengenai globalisasi dan dampaknya di bidang ekonomi dan sosial budaya.

Hayo, siapa yang udah pernah nyobain belanja online, nih? Kalo aku, sih, udah jadi rutinitas bulanan gitu. Tiap hari ada aja sautan manis dari para abang kurir, “Misiiii, pakett!” 

Mulai dari makanan kucing, kaos polos, sampai produk skincare Korea (padahal mukaku Arab, ya) datang silih berganti. Eh, tapi kalian sadar gak, sih? Kemudahan belanja dan transaksi saat ini merupakan salah satu dampak dari terjadinya globalisasi, loh! Kali ini, aku akan membahas berbagai dampak positif dan negatif globalisasi di bidang ekonomi dan sosial budaya ya, gais. Yuk, langsung simak bahasan berikut!

Globalisasi

Kalian pasti udah tahu dong, apa itu globalisasi? Globalisasi adalah meluasnya pengaruh ilmu pengetahuan dan kebudayaan di seluruh dunia, sehingga tidak jelas lagi batas yang membedakan pengetahuan dan budaya yang satu dengan yang lain. Intinya, karena globalisasi, kini tidak ada batas lagi yang menutup kita untuk mendapatkan akses terhadap suatu pengetahuan dan budaya dari negara lain.

Misalnya, dengan media sosial seperti Instagram dan TikTok, kini kamu dapat dengan mudah mengetahui banyak hal seperti apa yang sedang tren di kalangan remaja, perkembangan vaksin Covid-19, dan berbagai informasi lainnya yang sebelum terjadinya globalisasi sulit diakses.

Hal ini tidak dapat terjadi secara tiba-tiba ya, gais. Karena globalisasi merupakan proses yang terjadi akibat adanya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta dipengaruhi juga oleh perdagangan internasional. Karena berkaitan erat dengan faktor ekonomi dan sosial budaya, tentunya globalisasi juga memiliki dampak di bidang ekonomi dan sosial budaya ya, gais. Baik itu dampak positif maupun dampak negatif. Yuk kita bahas satu-satu, ya!

Dampak Positif dan Negatif Globalisasi di Bidang Ekonomi

Pertama, kita akan bahas di bidang ekonomi. Ekonomi merupakan bagian yang paling berkaitan erat dengan globalisasi. Bukti paling jelasnya bahkan bisa kita rasakan sehari-hari, loh. Globalisasi memungkinkan perdagangan internasional, yakni masuknya barang-barang impor ke Indonesia ataupun keluarnya barang-barang dari Indonesia yang diekspor ke negara lain.

Misalnya, kini para penjual furnitur dan kerajinan tangan dari Indonesia dapat merambah pasar internasional dan menjangkau para pembeli dari luar Indonesia, loh! Tentunya, ini berdampak positif banget nih buat para penjual kita. Eits, tapi ada juga nih dampak negatifnya. Misalnya, para pemilik bisnis makanan lokal kini harus bersaing dengan produk makanan luar yang hadir di Indonesia, seperti McDonald’s, KFC, dan Burger King. Tentunya ini bisa menjadi dampak negatif apabila para pemilik bisnis makanan lokal tidak dapat bersaing dengan perusahaan besar yang disebutkan sebelumnya.

Selain dari kasus di atas, kamu juga merasakan dampak lain akibat terjadinya globalisasi, loh. Seperti yang aku ceritakan di awal, kini sudah banyak electronic commerce (e-commerce) yang hadir di Indonesia. Tokopedia, Lazada, dan Shopee merupakan sekian dari banyaknya e-commerce yang ada di sekitar kita. Menariknya, menjamurnya e-commerce ini bisa memberi dampak positif ataupun negatif loh, tergantung dari kita sebagai penggunanya.

Jika dengan adanya e-commerce yang memudahkan segala kebutuhan belanja malah bikin kamu jadi konsumtif (aku gak gitu kok, serius), berarti kamu lagi merasakan dampak negatifnya. Contoh perilaku konsumtif yang aku maksud misalnya, kamu kalap belanja online, padahal barang-barang yang kamu beli memiliki nilai guna yang kecil atau cuma kamu beli karena tren, bukan kebutuhan. Nah, tapi jika dengan adanya e-commerce justru membantu bisnis keluarga kamu untuk menjangkau pembeli di seluruh Indonesia, berarti kamu lagi merasakan dampak positifnya.

Dampak Positif dan Negatif Globalisasi di Bidang Sosial Budaya

Berikutnya, kita bahas dampaknya di bidang sosial budaya, nih. Jika dibandingkan dengan bidang ekonomi, dampak di bidang sosial budaya bisa kurang terlihat, loh. Karena biasanya secara tak sadar ternyata mengubah perilaku atau pola pikir kita. Salah satu dampak yang bisa terjadi akibat globalisasi adalah westernisasi. Westernisasi adalah masuknya budaya atau gaya hidup barat ke dalam kehidupan sehari-hari kita yang menyebabkan tergantikannya budaya lokal. Padahal, gaya hidup barat tidak semuanya dapat ditiru atau dapat diaplikasikan di Indonesia, loh.

Baca juga: Mengenal Bentuk-Bentuk Perubahan Sosial

Kamu pasti pernah nonton serial TV di Netflix atau aplikasi streaming lainnya, kan? Kalau diperhatikan kadang kita disajikan dengan kelakuan tokoh yang sebenarnya merupakan budaya barat yang tidak layak kita tiru. Misalnya, tokoh yang merupakan anak sekolah tetapi sudah mengonsumsi rokok dan dianggap biasa aja. Atau tokoh yang masih anak-anak, tapi berani membentak orangtuanya sendiri.

Apabila diperhatikan, tentunya ini sangat tidak cocok dengan budaya kita, bukan? Tapi sayangnya, tayangan seperti ini apabila semakin dinormalisasi dan sering disaksikan oleh anak-anak Indonesia akan menggeser nilai-nilai ketimuran yang kita junjung tinggi.

Ohiya, walaupun namanya westernisasi, hal-hal yang dapat menggeser nilai budaya kita saat ini tidak hanya berasal dari barat, loh. Bisa saja datang dari budaya negara yang masih dekat dengan kita sendiri, misalnya dari Korea Selatan. Selama itu merupakan budaya dari luar yang menyebabkan ditinggalkannya budaya lokal, maka bisa disebut sebagai dampak dari westernisasi, ya.

Namun, ada juga suatu istilah yang merupakan dampak positif globalisasi di bidang sosial budaya, yaitu modernisasi. Modernisasi adalah perubahan dan perkembangan sesuatu yang belum maju menjadi maju. Modernisasi ini gak cuma berlaku pada teknologi loh, tapi juga berlaku pada pola pikir masyarakat yang dipengaruhi oleh kemajuan ilmu pengetahuan.

Misalnya, dulu masyarakat masih banyak mengandalkan dukun untuk urusan kesehatan. Namun karena sekarang akses untuk ilmu pengetahuan lebih mudah dijangkau, lebih banyak masyarakat yang mulai percaya dengan pengobatan modern dalam dunia kedokteran.

Nah, sekarang berarti kamu udah paham kan, dampak apa saja yang bisa diakibatkan oleh terjadinya globalisasi? Penting untuk kamu ketahui bahwa segala sesuatu dapat bersifat positif maupun negatif, begitu juga dengan globalisasi. Semuanya akan tergantung dari kita sendiri yang akan memanfaatkan dan merasakan sendiri adanya globalisasi. Mau memanfaatkannya dengan bijak, atau terbawa arus yang negatif? Semua tergantung dari pilihan kita ya, gais!

Karena berkembangnya ilmu pengetahuan sangat berhubungan erat dengan globalisasi, kamu jangan pernah bosan untuk selalu belajar, ya! Kalo kamu lagi jenuh dalam belajar, langsung cobain aja ruangbelajar! Karena di ruangbelajar kamu bisa belajar berbagai materi menarik yang tentunya dihadirkan dengan video animasi yang keren, loh! Jadinya kamu gak bakal bosen deh belajarnya, hehe. Sampai jumpa di bahasan berikutnya bareng aku, ya gais! Tetap semangat belajarnya yah, hehe. Dadah~

Referensi:

Muslih, Ahmad, Iwan Setiawan, dan Retno Kuning Dewi Pusparatri (2015) Ilmu Pengetahuan Sekolah SMP/MTs Kelas IX. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Leave a Comment