Agar mampu bersaing dengan tenaga kerja asing hal yang harus ditingkatkan adalah

CNN Indonesia

Kamis, 19 Dec 2019 10:45 WIB

Jakarta, CNN Indonesia — Sebagai lulusan baru, mengandalkan gelar sarjana yang dimiliki untuk bersaing di dunia kerja tidak lah cukup. Dibutuhkan kemampuan diri lainnya untuk menarik perhatian perusahaan dan membantu Anda bertahan di tengah persaingan menuju kesuksesan.Mencari kerja memang bukan perkara mudah. Apalagi, World Economic Forum memprediksi, akan ada 75 juta pekerjaan yang hilang dan digantikan teknologi pada 2022 mendatang. Artinya, Anda tak hanya bersaing dengan sesama sumber daya manusia, tapi juga dengan teknologi yang semakin berkembang.CEO Creativepreneur, Putri Tanjung mengatakan bahwa sebagai pihak yang akan mengambil alih roda perekonomian Indonesia, generasi muda membutuhkan kemampuan diri yang mumpuni untuk bertahan dengan persaingan global.
“Kalau sumber daya manusia enggak kuat dan begitu-begitu saja, kita akan hilang. Kita enggak akan bisa bersaing dengan teknologi dan robot,” tutur Putri yang ditemui di acara peluncuran kolaborasi Duta Bangsa dan ESQ, Rabu (18/12).Putri berbagi beberapa hal yang perlu diperhatikan generasi milenial agar dapat bersaing dan meraih kesuksesan di era global ini. Berikut di antaranya.

1. Mengembangkan kreativitas

Kreativitas membantu Anda melihat suatu masalah dari berbagai sudut pandang. Hal ini tentunya akan membantu Anda dalam memecahkan masalah yang ditemui di tempat kerja. Menjadi kreatif juga akan memudahkan Anda untuk menghadapi ketidakpastian dengan lebih baik.Putri mengatakan, kreativitas juga bisa menjadi aset untuk melihat peluang dengan lebih baik. “Kita bisa stay curious dan mau untuk belajar lebih, itu karena kreativitas,” tambahnya.

2. Terus berinovasi

Kemampuan untuk berinovasi membantu Anda memecahkan masalah di tempat kerja. Tak perlu repot menciptakan program atau perangkat baru. Mulai lah dengan langkah kecil seperti menemukan cara atau metode baru yang memudahkan Anda menyelesaikan pekerjaan.3. Lakukan kolaborasiJika Anda berpikir bahwa persaingan di dunia kerja harus membuat Anda selalu berkompetisi dengan rekan kerja, maka Anda harus merubah hal tersebut. Berkolaborasi dan bergabung dalam sebuah tim akan membuat Anda bekerja dengan lebih cepat dan efektif dibandingkan dengan bekerja sendiri.”Jika kita mau buat dampak yang lebih besar, kita harus berkolaborasi. Jangan sampai kompetisi yang semakin luar biasa ini malah jadi penghalang. Justru, jadikan ini sebagai kesempatan untuk kolaborasi,” jelas Putri.

4. Terapkan pola pikir “agile mindset”

Kini, semua dituntut untuk dilakukan dengan cepat. Untuk itu, Anda perlu menerapkan ‘agile mindset’ atau serangkaian sikap dan pola pikir tangkas dan mendukung lingkungan kerja yang gesit. Pola pikir ini mendorong seseorang untuk tangkas, mau terus belajar, dan mudah beradaptasi dengan perubahan.

“Kita harus bisa jadi orang yang mudah adaptasi, harus bisa terus mengikuti perkembangan zaman. Dan yang terpenting adalah kita harus jadi catalyst of change, jangan jadi orang yang enggak mau berubah” kata Putri.

[Gambas:Video CNN] (aul/asr)

LIVE REPORT

LIHAT SELENGKAPNYA

Tema 5 Kelas 6 Cover depan

TRIBUNPADANG.COM – Apa yang perlu disiapkan oleh tenaga kerja Indonesia agar mampu ikut berpartisipasi di MEA?

Pernyataan tersebut merupakan soal halaman 122 – 123 Tema 5 Kelas 6 SD/MI, Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013 edisi terbaru revisi 2018.

Soal tersebut terdapat pada tema 5: wirausaha pada bagian Subtema 3: Ayo, Belajar Berwirausaha di pembelajaran 1

Kunci Jawaban Tema 5 Kelas 6 Halaman 122 – 123

3. Apa yang perlu disiapkan oleh tenaga kerja Indonesia agar mampu ikut berpartisipasi di MEA?

Jawaban:

Ada beberapa hal yang perlu disiapkan diantaranya seperti meningkatkan kualitas produk, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar dapat bersaing dengan tenaga kerja asing.

Klik link di bawah untuk kunci jawaban lengkap Tema 5 Kelas 6 subtema 3 Pembelajaran 1

Baca juga: Kunci Jawaban Tema 5 Kelas 6 Halaman 120 122 123 124 126 129, Subtema 3 Pembelajaran 1

Ayo Berdiskusi

Diberlakukannya MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) tentunya akan memengaruhi arus barang dan jasa, termasuk produk-produk yang dihasilkan oleh Ibu Made Yuliani.

Halaman selanjutnya arrow_forward

Sumber: Tribun Padang

Apa yang perlu disiapkan oleh tenaga kerja Indonesia agar mampu ikut berpartisipasi di MEA, pembahasan kunci jawaban tema 5 kelas 6 halaman 120 122 124 126 129 tepatnya pada materi pembelajaran 1 subtema 3 Ayo Belajar Berwirausaha di buku tematik siswa sekolah dasar.

Pembahasan kali ini merupakan lanjutan tugas sebelumnya, di mana kalian telah mengerjakan soal Apa yang Perlu Diperhatikan Oleh Pelaku Usaha dalam Menghadapi MEA di buku tematik siswa.

Apakah MEA itu?
MEA singkatan dari Masyarakat Ekonomi ASEAN. Para pemimpin Asean sepakat memberlakukan pasar tunggal di kawasan Asia Tenggara pada akhir 2015 agar daya saing Asean meningkat dan untuk menarik investasi asing. Penanaman modal asing di wilayah ASEAN sangat dibutuhkan untuk meningkatkan lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan. Pembentukan MEA nantinya memungkinkan satu negara menjual barang dan jasa dengan mudah ke negara-negara lain di seluruh Asia Tenggara sehingga kompetisi akan semakin ketat.

Bagaimana MEA mempengaruhi kita?
MEA tidak hanya membuka arus perdagangan barang atau jasa, tetapi juga pasar tenaga kerja profesional, seperti dokter, pengacara, akuntan, dan lainnya.

Dengan diterapkannya MEA, peluang tenaga kerja asing untuk mengisi berbagai jabatan serta profesi di Indonesia akan semakin terbuka. Begitu pula sebaliknya, tenaga kerja Indonesia juga mempunyai peluang yang lebih besar untuk bekerja di negara-negara anggota ASEAN lainnya. Hal ini menandakan bahwa kualitas produk dan sumber daya manusia Indonesia harus terus ditingkatkan agar mampu ikut berpartisipasi bersama tenaga kerja asing.

Kunci Jawaban Tema 5 Kelas 6 Halaman 122

3. Apa yang perlu disiapkan oleh tenaga kerja Indonesia agar mampu ikut berpartisipasi di MEA?

Jawaban : Ada beberapa hal yang perlu disiapkan diantaranya seperti meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar dapat bersaing dengan tenaga kerja asing.

4. Sebagai pelajar, apa yang harus kamu lakukan mulai saat ini agar nanti ketika sudah menyelesaikan pendidikan mampu ikut berpartisipasi di MEA?
5. Apa manfaat MEA bagi Indonesia dan negara-negara ASEAN lainnya?

Jawaban, buka disini: Sebagai Pelajar Apa yang Harus Kamu Lakukan Agar Mampu Ikut Berpartisipasi di MEA

Demikian pembahasan kunci jawaban soal tema 5 kelas 6 SD halaman 122 secara lengkap. Kerjakan juga soal lain pada pembelajaran 1 subtema 3 Ayo, Belajar Berwirausaha. Semoga bermanfaat! Lihat soal lainnya di kolom pencarian:

Bagi beberapa dari kalian, istilah MEA pasti bukan istilah yang asing didengar. Namun, bagi yang masih asing atau bahkan baru dengar, MEA merupakan transisi besar yang dihadapi oleh negara-negara ASEAN. Jadi, semua negara di ASEAN sepakat untuk menintegrasikan ekonomi ASEAN dalam menghadapi perdagangan bebas antar negara-negara ASEAN. Tujuannya adalah supaya kawasan ekonomi Asia Tenggara menjadi lebih makmur, berkembang serta ekonomi di setiap negara anggota ASEAN merata.

Nah, dalam kesepakatan MEA, arus bebas tenaga kerja merupakan salah satu agenda utama dalam proses integrasi ekonomi ASEAN. Dengan semakin bebasnya arus tenaga kerja maka muncul kesempatan bagi tenaga kerja Indonesia untuk bekerja di negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara, begitupun sebaliknya muncul kesempatan bagi tenaga kerja asing untuk bekerja di Indonesia. Namun, disisi lain juga terdapat tantangan yang harus dihadapi bagi tenaga kerja Indonesia dalam bersaing menghadapi tenaga kerja asing, seperti kualitas tenaga kerja. Tidak dipungkiri, adanya MEA menyebabkan semakin tinggi pula kompetisi dalam pasar. Maka dari itu agar sukses bersaing dengan tenaga kerja asing, para tenaga kerja Indonesia harus berkompeten dan memiliki kualitas yang tinggi.

Dalam mewujudkan kualitas tenaga kerja yang tinggi, pemerintah mulai melakukan berbagai program strategis salah satunya adalah sertifikasi tenaga kerja. Sertifikasi sendiri ialah suatu penetapan yang diberikan oleh suatu organisasi profesional kepada seseorang untuk menunjukkan bahwa orang tersebut mampu untuk melakukan suatu pekerjaan atau tugas spesifik. Selain mendapat pengakuan dari organisasi profesional bahwa seorang tenaga kerja memang mampu dan kompeten dalam bidangnya, manfaat lain yang bisa didapat dari sertifikasi adalah, membantu tenaga kerja dalam meyakinkan organisasi/perusahaan bahwa dirinya berkualitas, membantu tenaga kerja dalam merencanakan karir, dan membantu pengakuan kompetensi lintas sektor dan lintas negara. Intinya, ketika seorang tenaga kerja sudah disertifikasi kemampuannya, maka tidak akan menjadi tantangan yang berarti ketika dihadapkan dengan pesaing  yang merupakan tenaga kerja asing.

Tidak dapat dipungkiri bahwa kesadaran tenaga kerja di Indonesia mengenai pentingnya sertifikasi masih cukup rendah. Nyatanya, memang baru 3,2 juta pekerja, atau sekitar 2,5% dari total angkatan kerja Indonesia yang mencapai 131,01 juta orang yang mengantongi sertifikat. Kepala Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) Kunjung Masehat mengatakan sepanjang tahun 2018, jumlah tenaga kerja yang telah disertifikasi profesi mencapai 615.388 pekerja. Salah satu strategi untuk meningkatkan jumlah sertifikasi tenaga kerja pada tahun ini yakni BNSP bekerja sama dengan para pelaku usaha. Hal ini dilakukan agar sertifikasi yang dilakukan oleh BNSP dapat memperoleh pengakuan dari kalangan industri. Bahkan, Bambang Satrio Lelono selaku Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Dirjen Binalattas) Kementerian Ketenagakerjaan menyatakan bahwa nanti saat proses rekrutmen para pencari kerja akan berdasarkan ijazah dan sertifikasi. Dengan begitu, tenaga kerja Indonesia mau tidak mau akan memiliki sertifikasi profesi.

Jadi, kamu yakin masih meragukan pentingnya sertifikasi?

Emangnya kamu mau, kalah saing sama tenaga kerja asing?

Emangnya kamu siap, lapangan kerja di Indonesia diambil sama tenaga kerja asing yang lebih siap?

Emangnya kamu keren, kalau dibilang kamu gak berkompeten?

Kalau semua jawaban mu nggak, yuk #cepetanmulai jadi tenaga kerja bersertifikasi!?

Leave a Comment