Apa fungsi tumbuhan berbiji terbuka tertutup monokotil

Gymnospermae adalah kelompok tanaman yang mempunyai biji terbuka dalam bakal buah. Maka dari itu, kelompok tanaman ini disebut juga tumbuhan berbiji terbuka. Dalam Jurnal Biologi Indonesia 9(1), disebutkan bahwa nama gymnospermae berasal dari Bahasa Yunani.

Kata “gymnos” artinya telanjang dan “sperma” berarti biji. Maka dari itu gymnospermae berarti tumbuhan berbiji telanjang atau tidak tertutup. Pada kelompok tanaman ini, bijinya terletak di antara daun penyusunan strobilus atau runjang.

Tanaman berbiji terbuka memiliki ciri-ciri khusus sehingga mudah dikenali. Tanaman ini terdiri atas tumbuha berkayu dengan ragam habitus. Mengutip dari gramedia.com, berikut beberapa ciri dari tanaman berbiji terbuka.

  1. Bakal biji tidak dilindungi daun bauh.
  2. Umumnya termasuk tanaman perdu atau pohon dan tidak ada yang berbentuk herba.
  3. Batang dan akar berkambium sehingga tumbuh besar. Akar dan batang selalu tumbuh menebal.
  4. Berkas pembuluh pengangkut kolateral terbuka. Xilem terdiri atas trakeid dan floem tidak memiliki sel pengiring.
  5. Akar, batang, dan daunnya sejati.
  6. Memiliki bentuk akar tunggang.
  7. Daun sempit, tebal, dan kaku.
  8. Tidak mempunyai bunga sejati.
  9. Alat kelamin terpisah. Serbuk sari ada di strobilus jantang dan sel telur ada di strobilus betina.
  10. Perkembangbiakan tanaman ini menghasilkan biji dari bunga atau runjang. Dalam biji mengandung bakal tanaman atau embrio yang akan bertunas dan menjadi tanaman dewasa.
  11. Sperma menuju sel telur melalui tabung serbuk sari.
  12. Memiliki jaringan pembuluh yang rumit. Jaringan tersebut berfungsi untuk mengangkut air, mineral, makanan, dan bahan lain yang dibutuhkan.
  13. Memiliki klorofil untuk fotosintesis.
  14. Memiliki batang tegak lurus dan bercabang.
  15. Sistem pertulangan daun tidak beragam.

Baca Juga

Sama halnya dengan makhluk hidup lain, tanaman gymnospermae juga mengalami reproduksi. Mengutip dari “Buku Siswa Biologi untuk SMA/MA Kelas X”, tanaman berbiji terbuka ini akan menghasilkan heterospora berupa mikosopra dan megaspora.

Mikrospora nantinya akan berkembang menjadi mikrogametofit (gametofit jantan) dan berisi serbuk sari. Sedangkan megaspora berkembang menjadi megagametofit (gametofit betina).

Pada bakal biji (megaspota) terdapat struktur liang biji (mikrofil) dan kantung serbuk sari yang menggantikan fungsi bunga sebagai organ reproduksi betina. Penyerbukan pada tanaman berbiji terbuka dibanding dengan perantara.

Advertising

Advertising

Untuk lebih jelasnya, berikut gambar siklus hidup dari gymnospermae.

Gymnospermae (kelaspintar.id)

Contoh Gymnospermae

Melansir dari “Buku Siswa Biologi untuk SMA/MA Kelas X”, berdasarkan struktur strobilus yang dimiliki, berikut ini klasifikasi tanaman berbiji tertutup berserta cirinya.

1. Cycadinae

Kelas pertama yang masuk dalam kelompok tanaman biji terutup yaitu cycadinae. Adapun ciri-ciri kelas ini sebagai berikut:

  • Tubuh menyerupai pohon kelapa.
  • Bentuk batang seperti tiang.
  • Daun majemuk menyirip.
  • Daun terususn berjejal di ujung batang.
  • Daun mudah menggulung.
  • Sporofil terusun dalam strobilus jantan dan betina.
  • Biasanya berumbah satu.

Contoh tumbuhan gymnospermae kelas cycadinae yaitu Zamia sp., Microrycas sp., dan Dioon sp.

Baca Juga

Ginkgoinae merupakan tumbuhan berbiji terbuka yang spesiesnya paling sedikit sehingga sering disebut sebagai tumbuhan primitif. Contoh tanaman dari kelas ini yaitu Ginkgo biloba. Adapun ciri-ciri yang dimilikinya seperti berikut:

  • Berumah dua.
  • Termasuk pohon meranggas.
  • Daun lebar dan bentuknya seperti kipas dengan tulang daun menyerupai rusuk yang menonjol.

3. Gnetinae

Kelas gnetinae diketahui lebih maju dibandingkan kelas lain sebab memiliki perhiasan pada strobilusnya. Contohnya Gnetum gnemon atau melinjo. Adapun ciri-ciri kelas gnetinae yaitu:

  • Berumah dua.
  • Ada yang memiliki cabang banyak dan ada juga yang tidak bercabang.
  • Tulang daun menyirip.
  • Bunga terusun berkarang.

Baca Juga

Tumbuhan dari kelas ini memiliki ciri khas selalu berwarna hijau sepanjang tahun, sehingga disebut juga sebagai tanaman evergreen. Selain dari warnanya, ciri dari tumbuhan coniferinae lainnya seperti berikut ini:

  • Memiliki batang berkayu besar.
  • Bentuk daun seperti jarum.
  • Ada yang berumah satu dan ada juga yang berumah dua.
  • Strobilus betina lebih besar dibandingkan strobilus jantan.
  • Strobilus terletak di ketiak daun atau diujung batang berbentuk kerucut. Maka dari itu, sering disebut sebagai tumbuhan berkerucut.

Contoh tumbuhan gymnospermae dari kelas ini yaitu Podocarpus imbricatus (podokarpus), Cupressus lusitanica (cemara), dan Pinus merkusii (pinus).

Habitat Gymnospermae

Tanaman berbiji terbuka sebenarnya bisa hidup dimana saja, mulai dari tropis hingga daerah kutub. Berikut ini habitat gymnospermae berdasarkan kelasnya.

  1. Cycadinae: banyak dijumpai di daerah tropis dan sub tropis.
  2. Ginkgoinae: biasanya banyak ditemukan di Tiongkok khususnya daerah Xhejiang dan Mu Tian Shan.
  3. Gnetinae: banyak tumbuh di daerah tropis dan sub tropis.
  4. Coniferinae: hampir ada diseluruh daerah. Untuk spesies pinus dan cemara biasanya ditemukan di daerah pegunungan Eropa.

Baca Juga

Berdasarkan penelitian yang diterbitkan dalam Jurnal Biologi Indonesia 9(1), tanaman berbiji terbuka memiliki beberapa kegunakan, seperti berikut:

  1. Berpotensi sebagai tanaman hias karena daun yang kaku dapat digunakan untuk melengkapi karangan bunga.
  2. Kayu tumbuhan gymnospermae dapat digunakan sebagai bahan konstruksi.
  3. Daun dan buah dari spesies Gnetum gnemon dapat digunakan sebagai sayur.
  4. Kulit batang tanaman berbiji terbuka dapat digunakan untuk tali.
  5. Batang dari tanaman ini dapat digunakan untuk membuat furnitur.

Diantara semua tumbuhan yang ada di dunia ini, pastilah ada yang dinamakan tumbuhan berbiji atau yang biasa disebut spermatophyta. Nah, spermatophyta ini dapat dibagi menjadi 2 pengelompokan tumbuhan, yaitu tumbuhan berbiji terbuka atau yang biasa disebut

gymnospermae dan juga tumbuhan berbiji tertutup atau yang biasa disebut angiospermae. Anda penasaran bukan untuk mengetahui lebih dalam mengenai masing-masing tumbuhan berbiji tersebut? tapi kali ini kita hanya membahas tumbuhan berbiji tertutup saja.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Jaringan Meristem : Pengertian, Jenis, Fungsi, Ciri, Contoh Dan Gambarnya [LENGKAP]

Sejarah Angiospermae ( Tumbuhan Berbiji Tertutup )

     Sejarah penemuan Angiospermae tidak terlepas dari penemuanRobert Brown pada tahun 1827 karena, Pada awalnya, nama Angiospermae dimaksudkan oleh Paul Hermann (1690) bagi seluruh tumbuhan berbunga dengan biji yang terbungkus dalam kapsula, dan dipertentangkan dengan Gymnospermae sebagai tumbuhan berbunga dengan buah achene atau berkarpela terbelah.

Dalam pengertiannya, keseluruhan buah atau bagiannya dianggap sebagai biji dan “terbuka”.Kedua istilah ini dipakai oleh Carolus Linnaeus dengan pengertian yang sama tetapi digunakan sebagai nama-nama dari kelas Didynamia. Ketika Robert Brown pada tahun 1827 menemukan bakal biji yang benar-benar terbuka (tak terlindung) pada sikas dan tumbuhan runjung, ia memberikan nama Gymnospermae bagi kedua kelompok tumbuhan ini.

Tahun 1851 Wilhelm Hofmeister menemukan perubahan-perubahan yang terjadi pada kantung embrio dari tumbuhan berbunga (penyerbukan berganda). Hasil penemuan ini menjadikan Gymnospermae sebagai kelas yang benar-benar berbeda dari dikotil, dan istilah Angiospermae mulai diterapkan untuk semua tumbuhan berbiji yang bukan kedua kelompok yang disebutkan Robert Brown. Pengertian terakhir inilah yang masih bertahan hingga sekarang.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Jaringan Tumbuhan : Pengertian, Ciri, Dan Macam Serta Fungsinya Lengkap

Pengertian Tumbuhan Berbiji Tertutup atau Angiospermae

Tumbuhan berbiji tertutup (Angiospermae) berasal dari kata angio yang berarti bunga dan spermae yang berarti tumbuhan berbiji, jadi Angiospermae adalah tumbuhan berbiji yang tertutup. Mengapa dikatakan tumbuhan berbiji tertutup, karena bijinya selalu diselubungi oleh suatu badan yang berasal dari daun-daun buah yang disebut dengan bakal buah.

Kemudian bakal buah beserta bagian-bagian lain dari bunga akan tumbuh menjadi buah dan bakal biji yang telah menjadi biji tetap terdapat di dalamnya. Tumbuhan biji tertutup memiliki jumlah spesies lebih banyak dibandingkan dengan tumbuhan berbiji terbuka, karena anggota Angiospermae mencakup sekitar 300 famili dan lebih dari 250.000 spesies.Tumbuhan ini banyak ditemukan di semua daratan dunia ini.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan :  Fungsi Sitoplasma

Ada banyak faktor yang menentukan sehingga angiospermae terdapat di mana-mana, di iantaranya adalah,

  1. Mampu beadaptasi dan bereproduksi di segala lingkungan.
  2. Membentukbuah, bunga dan biji.

     Angiospermae terdiri atas satu divisi yaitu Anthophyta (tumbuhan berbunga) yang merupakan 80% tumbuhan saat ini. Divisi ini dibedakan atas 2 kelas yaitu tumbuhan monokotil / magnoliopsida   (sekitar 65.000 spesies) dan tumbuhan dikotil/ liliopsida (sekitar 170.000 spesies). Tumbuhan dikotil dan monokotil dibedakan atas beberapa hal, antara lain: struktur biji (jumlah kotiledon), struktur bunga, distribusi berkas pembuluh pada batang, dan struktur akar.

     Secara umum, tumbuhan berbiji tertutup memiliki ciri yang sama dengan tumbuhan berbiji terbuka. Keunikan tumbuhan berbiji tertutup terletak pada bijinya yang tersusun oleh keping lembaga (kotyledon). Keping lembaga pada tumbuhan berbiji tertutup membentuk dua kelompok tumbuhan, yaitu tumbuhan berbiji tunggal (Monocotyledonae) dan tumbuhan berbiji berkeping dua (Dicotyledonae).

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian, Ciri, Dan Klasifikasi Tumbuhan Berbiji (Spermatophyta) Beserta Contohnya Secara Lengkap

Ciri Ciri Tumbuhan Berbiji Tertutup

  1. Pada umumnya memiliki daun yang pipih dan lebar dengan urat daun yang beraneka ragam.
  2. Bakal biji maupun biji tidak akan terlihat dari luar karena bijinya ini tertutup oleh daun buah.
  3. Pada umumnya, tumbuhan berbiji tertutup memiliki bagian-bagian daun, batang, akar, dan bunga.
  4. Akarnya bisa berbentuk tunggang ataupun berbentuk serabut.
  5. Reproduksinya bisa berupa vegetatif maupun berupa generatif.
  6. Memiliki elemen pada bunga yang cukup komplit, muli dari benang sari, putik, kelopak bunga, dan mahkota bunga.
  7. Batangnya ada yang memiliki kambium namun ada juga yang tidak memiliki kambium.
  8. Batangnya juga ada yang memiliki cabang dan ada juga yang tidak memiliki cabang.
  9. Pada umumnya memiliki pembuluh angkut xylem yang diperkuat oleh serat dengan dinding sel yang tebal.
  10. Mempunyai bunga yang sempurna, dimana tumbuhan berbiji tertutup memiliki bagian-bagian pada gambar dibawah seperti: (1) Bunga sempurna (2) Kepala Putik (3) Tangkai Putik (4) Tangkai sari (5) Sumbu bunga (6) Artikulasi (7) Tangkai bunga (8) Kelenjar nektar (9) Benang sari (10) Bakal buah (11) Bakal biji (12) dan (13) Serbuk sari (14) Kepala sari (15) Perhiasan bunga (16) Mahkota bunga (17) Kelopak bunga.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian, Dan Ciri-Ciri Tumbuhan Dikotil Beserta Contohnya Secara Lengkap

Klasifikasi Tumbuhan Berbiji Tertutup

Setelah mengetahui berbagai macam ciri-ciri dari tumbuhan berbiji tertutup, maka sekarang akan dijelaskan mengenai klasifikasi tumbuhan berbiji tertutup. Jadi, tumbuhan berbiji tertutup ini dapat dibagi menjadi 2 kelas, yaitu tumbuhan berbiji tertutup dikotil dan monokotil. Berikut penjelasan singkat mengenai keduanya.

Tumbuhan berbiji tertutup yang termasuk ke dalam kelompok monokotil ini biasanya memiliki biji yang tunggal dan juga biasanya bukan merupakan tumbuhan yang memiliki kayu karena tumbuhan bertipe monokotil biasanya tidak memiliki kambium. berikut ciri-ciri lain tumbuhan berbiji tertutup yang bertipe monokotil.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 7 Perbedaan Monokotil dan Dikotil ( Tabel & Gambar )

  • Batang tumbuhannya biasanya cukup kecil dan tidak bercabang.
  • Urat daunnya memiliki tipe sejajar.
  • Jumlah mahkota bunga tumbuhannya biasanya kelipatan tiga. (Baca: Fungsi Mahkota Bunga pada Tumbuhan)
  • Tumbuhannya biasanya memiliki akar serabut.

Tumbuhan berbiji tertutup yang termasuk ke dalam kelompok dikotil ini biasanya memiliki penampakan yang berbentuk pohon ataupun semak, dan perdu. Berikut ini merupakan ciri-ciri tumbuhan berbiji tertutup yang termasuk ke dalam kelompok dikotil.

  • Tumbuhannya biasanya memiliki batang dan kayu yang keras dan juga bercabang.
  • Batang tumbuhannya biasanya memiliki kambium.
  • Tumbuhannya biasanya memiliki akar yang tunggang.
  • Urat daunnya memiliki tipe yang menyirip atau menjari.
  • Jumlah mahkota bunga tumbuhannya biasanya kelipatan dua atau lima.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Jaringan Ikat : Pengertian, Materi Lengkap, Fungsi, Komponen Dan Jenisnya

Tabel Perbedaan Klasifikasi Angiospermae

Angiospermae dibagi menjadi dua kelas yaitu dikotil dan monokotil. Perbedaan dua kelas ini berdasarkan ciri fisik pembeda yang dimiliki adalah :

No Perbedaan cirri Monokotil Dikotil
1 Bentuk akar Memiliki system akar serabut Memiliki system akar tunggang
2 Bentuk sumsum dan pola tulang daun Melengkung atau sejajar Menyirip atau menjari
3 Kaliptrogen/tudung akar Ada tudung akar / kaliptra Tidak terdapat tudung akar
4 Jumlah keping biji/kotiledon Satu buah keping biji saja Ada dua buah keping biji
5 Kandungan akar dan batang Tidak terdapat cambium Ada cambium
6 Jumlah kelopak bunga Umumnya kelipatan tiga Biasanya kelipatan empat atau lima
7 Pelindung akar dan batang tembaga Ditemukan batang lembaga/koleoptil dan akar lembaga/kelorhiza Tidak ada pelindung kelorhiza maupun keleoptil
8 Pertumbuhan akar dan batang Tidak dapat tubuh berkembang menjadi membesar Bias tumbuh berkembang menjadi mebesar

Jenis Reproduksi Angiospermae

Dalam siklus hidupnya ada beberapa tahapan, antara lain :

a) Gametogenesis 

Yaitu pembentukan gamet (sel kelamin). Terjadi di bagian bunga.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Jaringan Hewan : Jenis, Fungsi, Letak, Gambar Dan Contohnya

b) Penyerbukan (Polinasi)

Yaitu jatuhnya/melekatnya serbuk sari pada kepala putik (pada Angiospermae) atau melekatnya  serbuk sari pada bakal buah (Gymnospermae).

Macam Macam Penyerbukan :

1. a) Berdasarkan asal serbuk sari :

  • Autogami (penyerbukan sendiri) yaitu bila serbuk sari berasal dari bunga yang sama (satu bunga). Bila bunga belum mekar disebut kleistogami
  • Geitonogami (penyerbukan tetangga) bila serbuk sari berasal dari bunga lain tapi masih satu individu.
  • Alogami ( xerogami ) atau penyerbukan silang, yaitu bila serbuk sari berasal dari individu lain tapi masih dalam satu jenis.
  • Bastar ( hibridogami) , yaitu bila serbuk sari berasal dari yang lain jenis.

2. b) Berdasarkan Faktor yang membantu:

  • Anemogami, yaitu penyerbukan dengan bantuan angin. Ciri bunga : serbuk sari kering, lembut, banyak, tidak memiliki  mahkota bunga.
  • Hidrogami, yaitu penyerbukan dengan bantuan air.
  • Zoidiogami, yaitu penyeerbukan dengan bantuan hewan.
  • Kiropterogami , yaitu penyerbukan dengan bantuan kelelawar. Ciri : bunga yang mekar di malam hari.
  • Entomogami, yaitu penyerbukan dengan bantuan serangga. Ciri : bunga yang menghasilkan nektar / polen / madu.
  • Ornitogami, yaitu penyerbukan dengan bantuan burung.
  • Malakogami, yaitu penyerbukan dengan bantuan siput (molusca).
  • Antropogami, yaitu penyerbukan dengan bantuan manusia. Ciri : bunga yang tidak mampu melakukan penyerbukan sendiri. Hal ini disebabkan benang sari atau putik tidak matang bersamaan.
  • Protandri, yaitu bila benang sari masak lebih dahulu daripada putik.
  •  Protogeni, yaitu bila putik masak lebih dahulu daripada benang sari.

     Yaitu proses peleburan gamet jantan (sperma) dengan gamet betina (ovum). Setelah penyerbukan, sperma bergerak ke arah sel telur melalui buluh serbuk sari, selanjutnya terjadi peleburan inti sel telur dan inti sperma di dalam ovula. Ovula adalah struktur sporofit yang mengandung megasporangium dan gametofit betina. Pembuahan antara gamet jantan dan betina akan menghasilkan embrio (lembaga).

Berdasarkan peristiwa itu, tumbuhan biji disebut juga embriophyta siphonogama, yaitu tumbuhan yang memiliki embrio dan perkawinannya terjadi melalui pembentukan suatu bulu. Embrio pada tumbuhan biji bersifat bipolar (dwipolar), karena pada satu kutubnya akan tumbuh dan berkembang membentuk batang dan daun, sedangkan kutub lain membentuk sistem perakaran.

Ada 2 macam pembuahan pada tumbuhan berbiji :

1) Pembuahan Tunggal (pembuahan yang terjadi satu kali pembuahan),  yaitu peleburan gamet jantan dan gamet betina yang menghasilkan embrio. Terjadi pada tumbuhan Gymnospermae.

2) Pembuahan Ganda (pembuahan yang terjadi dua kali pembuahan), yaitu:

  • –  peleburan inti sperma >< ovum , menghasilkan zygot (embrio).
  • –  peleburan inti sperma >< kandung lembaga skunder , menghasilkan endosperm (untuk cadangan makanan).
  • –  Terjadi pada tumbuhan Angiospermae.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Contoh Urutan Kunci Determinasi : Pengertian, Dikotomi Hewan Dan Tumbuhan Lengkap

Siklus Reproduksi Tumbuhan Berbiji Tertutup

Setelah anda mengetahui segala sesuatu tentang ciri-ciri maupun klasifikasi tumbuhan berbiji tertutu, maka selanjutnya akan dijelaskan bagaimana siklus perkembangbiakan tumbuhan berbiji tertutup ini. Berikut penjelasan singkatnya.

Manfaat Tumbuhan Berbiji Tertutup

Setelah anda mengetahui ciri-ciri, klasifikasi, serta siklus reproduksi tumbuhan berbiji tertutup, maka selanjutnya anda akan melihat manfaat tumbuhan berbiji tertutup. Nah, berikut ini merupakan contoh tumbuhan berbiji tertutup.

  • Tumbuhan berbiji tertutup dapat digunakan sebagai sumber karbohidrat, contohnya oriza sativa atau tanaman padi.
  • Tumbuhan berbiji tertutup dapat digunakan sebagai sumber bahan sandang, contohnya gossipium sp atau tanaman kapas.
  • Tumbuhan berbiji tertutup dapat digunakan sebagai sumber bahan obat-obatan, contohnya tanaman kina.
  • Tumbuhan berbiji tertutup juga dapat digunakan sebagai bahan bangunan, seperti contohnya tumbuhan jati.

Daur Hidup  Berbiji Tertutup / Angiospermae

Tumbuhan berbunga yang sering kita temui sehari-hari merupakan generasi gametofit (2n) yang dominan. Seperti pada gymnospermae, generasi gametofit pada Angiospermae juga mengalami reduksi. Angiospermae bersifat herospora. Bunga sporofit akan menghasilkan megaspore dan mikrospora.

Siklus hidup Berbiji Tertutup / Angiospermae adalah sebagai berikut,

  • Bunga pada sporofit (2n) memiliki kepala sari yang di dalamnya terdapat sel induk mikrospora (2n)
  • Sel induk mikrospora (2n) mengalami pembelahan secara meiosismenghasilkan mikrospora yang haploid (n)
  • Mikrospora (n) mengalami pembelahan mitosis menghasilkan gametofit jantan berupa butir serbuk sari yang haploid (n)
  • Pada bakal biji terdapat sel induk megaspore (2n). sel induk megaspore membelah secara meiosis menghasilkan empat sel megaspore (n). namun, hanya satu sel megaspore yang hidup, sedangkan tiga lainnya mengalami degenerasi (mati)
  • Megaspore yang hidup akan membentuk gametofit betina (sel kandung lembaga atau sel kantung embrio). Inti kandung lembaga membelah secata mitosis tiga kali berturut-turut.

    Pembelahan inti tersebut tidak diikuti dengan pembelahan sitoplasma, disebut Dari kariokinesis dihasilkan delapan inti (nucleus) yang akan tumbuh menjadi satu ovum (n), dua sinergid (n), tiga antipoda (n), dan dua inti polar yang bersatu disebut Inti Kandung Lembaga Sekunder (2n).

  • Bila terjadi penyerbukan, serbuk sari (n) akan berkecambah membentuk buluh (tabung) serbuk sari yang intinya akan mengalami kariokinesis dan menghasilkan dua inti, yaitu satu inti generatif (n) dan satu inti vegetatif (n) membelah lagi secara kariokinesis sehingga ;menghasilkan dua inti, yaitu sati inti sperma I (n) dan satu inti sperma II (n).
  • Setelah pembuluh serbuk sari sampai di mikropil, inti vegetatif mengalami degenerasi. Inti sperma I (n) membuahi ovum (n) dan menghasilkan zygot (2n).

    Inti sperma II (n) membuahi inti kandung lembaga sekunder (2n) dan menghasilkan endosperma (3n). pembuahan dada Angiospermae disebut pembuahan ganda.

  • Zygot (2n) akan tumbuh menjadi embrio (2n). Endosperma (3n) berfungsi sebagai cadangan makanan bagi embrio. Endosperma (3n) berfungsi sebagai cadangan makanan bagi embrio.

    Struktur yang meliputi embrio, endosperma dan selaput biji, disebut biji. Ketika biji tumbuh menjadi biji, ovarium akan berkembang menjadi buah yang melindungi biji dan membantu pemencarannya. Bila biji jatuh ke tempat yang sesuai maka akan timbuh menjadi sporofit baru.

Link Sponsor >>> picsart pro

Daftar Pustaka

Tjitrosoepomo,gembong.2003. Morfologi Tumbuhan. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Van,C.G.J.2008.Flora.Jakarta: PT Pradnya Paramita

Internet:

Steals, Bayu.2011. Makalah: Pengenalan Tumbuhan Angiospermae (online)

Diakses20-09-2015

Udin, Ahmad.2012. BOTANI TUMBUHAN TINGGI “Angiospermae” (online)

http://kuplukluntur.blogspot.co.id/2012/10/makalah-angiospermae.html.Diakses20-09-2015

Mungkin Dibawah Ini yang Kamu Cari

Leave a Comment