Apa yang membuat situs Trinil terkenal ke seluruh dunia

Klik Untuk Melihat Jawaban

#Jawaban di bawah ini, bisa saja salah karena si penjawab bisa saja bukan ahli dalam pertanyaan tersebut. Pastikan mencari jawaban dari berbagai sumber terpercaya, sebelum mengklaim jawaban tersebut adalah benar. Selamat Belajar..#

Answered by ### on Fri, 06 May 2022 03:13:54 +0700 with category Sejarah and was viewed by 345 other users

trinil adalah suatu daerah di Jawa. Mengapa terkenal? Karena di trinil para pejarawan menemukan fosil manusia purba pertama kali di Indonesia, dan di trinil terdapat suatu museum manusia² fosil

maaf kalau lumayan salah:):v

Baca Juga:
Coba Buat gambar ilustrasi berdasarkan cerita yang anda buat!​

en.dhafi.link Merupakan Website Kesimpulan dari forum tanya jawab online dengan pembahasan seputar pendidikan di indonesia secara umum. website ini gratis 100% tidak dipungut biaya sepeserpun untuk para pelajar di seluruh indonesia. saya harap pembelajaran ini dapat bermanfaat bagi para pelajar yang sedang mencari jawaban dari segala soal di sekolah. Terima Kasih Telah Berkunjung, Semoga sehat selalu.

KOMPAS.com – Lokasi penemuan situs purbakala tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia.

Bahkan Indonesia memiliki situs manusia purba yang dianggap terbesar dan terpenting di dunia, yaitu Situs Sangiran.

Sangiran terletak di kaki Gunung Lawu, sekitar 15 km dari lembah Sungai Bengawan Solo.

Para peneliti menganggap Sangiran sebagai pusat peradaban besar, penting, dan lengkap manusia purba di dunia karena memberikan petunjuk tentang keberadaan manusia sejak 150.000 tahun lalu.

Situs ini menyimpan kekayaan fosil-fosil purbakala, mulai dari fosil manusia purba, binatang-binatang purba, hingga hasil kebudayaan manusia praaksara.

Letak Situs Sangiran

Situs Sangiran sendiri terletak di dua wilayah kabupaten yang ada di Provinsi Jawa Tengah, yaitu Kabupaten Sragen dan Karanganyar, dengan luas mencapai 59,21 kilometer persegi.

Wilayah Sangiran memiliki karakteristik berbentuk menyerupai kubah raksasa dengan cekungan besar di pusat kubah akibat peristiwa erosi.

Lembah Sangiran itu diwarnai dengan perbukitan bergelombang. Kondisi deformasi geologis inilah yang menyebabkan tersingkapnya berbagai lapisan batuan yang mengandung fosil-fosil purbakala.

Baca juga: Lokasi Penemuan Manusia Purba di Indonesia

Sejarah penemuan

Penelitian di Situs Sangiran pertama kali dilakukan pada 1864 oleh P.E.C. Schemulling.

Fosil yang ditemukan oleh P.E.C Schemulling di Situs Sangiran adalah berupa fosil vertebrata.

Eugene Dubois kemudian juga mendatangi tempat ini pada 1895, tetapi tidak melanjutkan penelitiannya karena tidak menemukan apa-apa.

Setelah sekian lama, Von Koenigswald berhasil menemukan berbagai peralatan manusia purba dengan berbekal peta geologi yang dibuat oleh L.J.C van Es pada 1932.

Koenigswald menemukan seribu peralatan sederhana dari batuan kalsedon yang dapat digunakan untuk memotong, menyerut, dan melancipi tombak kayu.

Pada 1936, penduduk setempat menyerahkan fosil rahang kanan manusia purba kepada Koenigswald.

Inilah temuan pertama fosil manusia purba, yang kemudian diberi kode S1 (Sangiran 1).

Sejak saat itu hingga 1941, Koenigswald menemukan fosil manusia purba Homo erectus.

Penemuan fosil Homo erectus di Situs Sangiran kemudian menjadi tahapan penting bagi sejarah manusia.

Sebab, dari situlah situs Sangiran menjadi sangat terkenal dan ditetapkan sebagai Warisan Dunia pada 1996.

Baca juga: Pithecanthropus Erectus: Penemuan, Ciri-ciri, dan Kontroversi

Selain itu, lapisan batuan Sangiran memperlihatkan proses evolusi lingkungan yang sangat panjang.

Mulai dari formasi Kalibeng dari akhir Pliosen, berlanjut formasi Pucangan dari Pleistosen Bawah, formasi Kabuh dari Pleistosen Tengah, formasi Notopuro dari Pleistosen Atas, hingga endapan-endapan teras Resen.

Sejauh ini, di Situs Sangiran telah ditemukan sekitar 100 fosil manusia purba jenis Homo erectus.

Jumlah tersebut merupakan 50 persen dari temuan fosil Homo erectus di dunia, dan 60 persen dari temuan di Indonesia.

Selain fosil manusia purba, situs ini juga menyimpan kekayaan fosil binatang-binatang purba, artefak, dan hasil kebudayaan manusia praaksara.

Dari hasil temuan tersebut, tidak mengherankan apabila Situs Sangiran memiliki peran yang sangat penting dan dianggap sebagai situs purbakala terlengkap di dunia.

Saat ini, di kawasan Situs Sangiran juga telah berdiri Museum Sangiran, yang dapat menjadi wisata edukasi bagi masyarakat.

Referensi:

Pujiani, Sri. (2019). Zaman Prasejarah. Singkawang: Maraga Borneo Tarigas.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Situs Trinil merupakan situs yang penting dalam penemuan fosil manusia purba. Salah satu temuan Eugene Dubois di situs ini adalah fosil?

  1. Homo Floresiensis
  2. Homo Wajakensis
  3. Homo Erectus
  4. Homo Soloensis
  5. Homo Sapiens

Jawaban: C. Homo Erectus

Dilansir dari Encyclopedia Britannica, situs trinil merupakan situs yang penting dalam penemuan fosil manusia purba. salah satu temuan eugene dubois di situs ini adalah fosil homo erectus.

Kemudian, saya sangat menyarankan anda untuk membaca pertanyaan selanjutnya yaitu Tokoh pendiri Dinasti Abbasiyah yang menetapkan kota Al Humaimah, Kufah, dan Hurasan sebagai pusat gerakan bawah tanah Bani Abbas ialah? beserta jawaban penjelasan dan pembahasan lengkap.

Situs Sangiran adalah salah satu situs manusia purba yang ada di Indonesia. Situs Sangiran terletak di dua wilayah kabupaten yang ada di Provinsi Jawa Tengah, yaitu Kabupaten Sragen dan Kabupaten Karanganyar. Nama Situs Sangiran mulai dikenal sejak seorang peneliti Belanda bernama Von Koenigswald melakukan penelitian pada tahun 1934.Di Situs Sangiran tidak hanya fosil, tetapi juga alat-alat batu hasil budaya manusia purba serta lapisan tanah purba yang dapat menunjukkan perubahan lingkungan alam sejak dua juta tahun lalu sampai sekarang tanpa terputus. Sehingga UNESCO menetapkan Situs Sangiran sebagai Warisan Budaya Dunia Nomor 593 pada tahun 1996 dengan nama The Sangiran Early Man Site.

Dengan demikian, situs  manusia purba Sangiran yang ditemukan oleh Von Koenigswald tersebut ditetapkan sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO karena di dalam situs Sangiran terdapat berbagai unsur penting peninggalan kebudayaan manusia purba, tidak hanya ditemukan berupa fosil manusia purba saja, tetapi juga alat-alat batu hasil budaya manusia purba serta lapisan tanah purba yng dapat digunakan sebagi bahan dan dasar penelitian.

Trinil adalah situs paleoantropologi di Indonesia yang sedikit lebih kecil dari situs Sangiran. Tempat ini terletak di Desa Kawu, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, kira-kira 13 km sebelum pusat kota Ngawi dari arah kota Solo. Trinil merupakan kawasan di lembah Bengawan Solo yang menjadi hunian kehidupan purba, tepatnya zaman Pleistosen Tengah, sekitar satu juta tahun lalu.

Pada tahun 1891 Eugène Dubois, yang adalah seorang ahli anatomi menemukan bekas manusia purba pertama di luar Eropa (saat itu) yaitu spesimen manusia Jawa. Pada 1893 Dubois menemukan fosil manusia purba Pithecanthropus erectus serta berbagai fosil hewan dan tumbuhan purba.

Saat ini di Trinil berdiri sebuah museum yang menempati area seluas tiga hektare, dengan koleksi di antaranya fosil tengkorak Pithecantrophus erectus, fosil tulang rahang bawah macan purba (Felis tigris), fosil gading dan gigi geraham atas gajah purba (Stegodon trigonocephalus), dan fosil tanduk banteng purba (Bibos palaeosondaicus). Situs ini dibangun atas prakarsa dari Prof. Teuku Jacob, ahli antropologi ragawi dari Universitas Gadjah Mada

Trinil

Trinil (Indonesia)

Dubois dan kulinya di Trinil pada tahun 1890-an

Rumah di Trinil pada tahun 1929

Koordinat: 7°22′27″S 111°21′28″E / 7.3743°S 111.3578°E / -7.3743; 111.3578

Artikel bertopik Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Diperoleh dari “

Leave a Comment