BPS menerima instruksi atau perintah langsung dari

Badan Pusat Statistik adalah Lembaga Pemerintah Nonkementerian yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden. Sebelumnya, BPS merupakan Biro Pusat Statistik, yang dibentuk berdasarkan UU Nomor 6 Tahun 1960 tentang Sensus dan UU Nomor 7 Tahun 1960 tentang Statistik. Sebagai pengganti kedua UU tersebut ditetapkan UU Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik. Berdasarkan UU ini yang ditindaklanjuti dengan peraturan perundangan dibawahnya, secara formal nama Biro Pusat Statistik diganti menjadi Badan Pusat Statistik.[2]

Badan Pusat Statistik
(BPS)Gambaran umumDasar hukumPeraturan Presiden Nomor 86 Tahun 2007Bidang tugasMelaksanakan tugas pemerintahan di bidang kegiatan statistik sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.SloganMelayani dengan Hati[1]KepalaDr. Margo Yuwono, M.SiSekretaris UtamaIr. Atqo Mardiyanto M.Si.DeputiDeputi Bidang Metodologi dan Informasi StatistikDr. Eng. Imam Machdi M.T.Deputi Bidang Statistik SosialDr. Ateng Hartono SE, M.SiDeputi Bidang Statistik Distribusi dan JasaSetianto S.E, M.SiDeputi Bidang Statistik ProduksiM. Habibullah S.Si, M.SiDeputi Bidang Neraca dan Analisis StatistikM. Edy Mahmud S.Si, M.PInspektorat UtamaDrs. Akhmad Jaelani, M.SiAlamat kantor pusatJl. Dr. Sutomo 6-8 Jakarta 10710Websitewww.bps.go.id

Dengan mempertimbangkan capaian kinerja, memperhatikan aspirasi masyarakat, potensi dan permasalahan, serta mewujudkan Visi Presiden dan Wakil Presiden maka visi Badan Pusat Statistik untuk tahun 2020-2024 adalah:

“Penyedia Data Statistik Berkualitas untuk Indonesia Maju”

(“Provider of Qualified Statistical Data for Advanced Indonesia”)

Dalam visi yang baru tersebut berarti bahwa BPS berperan dalam penyediaan data statistik nasional maupun internasional, untuk menghasilkan statistik yang mempunyai kebenaran akurat dan menggambarkan keadaan yang sebenarnya, dalam rangka mendukung Indonesia Maju. Dengan visi baru ini, eksistensi BPS sebagai penyedia data dan informasi statistik menjadi semakin penting, karena memegang peran dan pengaruh sentral dalam penyediaan statistik berkualitas tidak hanya di Indonesia, melainkan juga di tingkat dunia. Dengan visi tersebut juga, semakin menguatkan peran BPS sebagai pembina data statistik.

Misi

Misi BPS dirumuskan dengan memperhatikan fungsi dan kewenangan BPS, visi BPS serta melaksanakan Misi Presiden dan Wakil Presiden yang Ke-1 (Peningkatan Kualitas Manusia Indonesia), Ke-2 (Struktur Ekonomi yang Produktif, Mandiri, dan Berdaya Saing) dan yang Ke-3 Pembangunan yang Merata dan Berkeadilan, dengan uraian sebagai berikut:

  1. Menyediakan statistik berkualitas yang berstandar nasional dan internasional
  2. Membina K/L/D/I melalui Sistem Statistik Nasional yang berkesinambungan
  3. Mewujudkan pelayanan prima di bidang statistik untuk terwujudnya Sistem Statistik Nasional
  4. Membangun SDM yang unggul dan adaptif berlandaskan nilai profesionalisme, integritas dan amanah

Tugas, fungsi dan kewenangan BPS telah ditetapkan berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 86 Tahun 2007 tentang Badan Pusat Statistik dan Peraturan Kepala Badan Pusat Statistik Nomor 7 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Pusat Statistik.

Tugas

Melaksanakan tugas pemerintahan di bidang statistik sesuai peraturan perundang-undangan.

Fungsi

  • Pengkajian, penyusunan dan perumusan kebijakan di bidang statistik;
  • Pengkoordinasian kegiatan statistik nasional dan regional;
  • Penetapan dan penyelenggaraan statistik dasar;
  • Penetapan sistem statistik nasional;
  • Pembinaan dan fasilitasi terhadap kegiatan instansi pemerintah di bidang kegiatan statistik; dan
  • Penyelenggaraan pembinaan dan pelayanan administrasi umum dibidang perencanaan umum, ketatausahaan, organisasi dan tatalaksana, kepegawaian, keuangan, kearsipan, kehumasan, hukum, perlengkapan dan rumah tangga.

Kewenangan

  • Penyusunan rencana nasional secara makro di bidangnya;
  • Perumusan kebijakan di bidangnya untuk mendukung pembangunan secara makro;
  • Penetapan sistem informasi di bidangnya;
  • Penetapan dan penyelenggaraan statistik nasional;
  • Kewenangan lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, yaitu;
  • Perumusan dan pelaksanaan kebijakan tertentu di bidang kegiatan statistik;
  • Penyusun pedoman penyelenggaraan survei statistik sektoral
  • Kepala Badan Pusat Statistik
  • Sekretaris Utama
  • Inspektur Utama
  • Deputi Bidang Statistik Distribusi
  • Deputi Bidang Statistik Produksi
  • Deputi Bidang Statistik Sosial
  • Deputi Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik
  • Deputi Bidang Metodologi Informasi Statistik
  • Instansi Vertikal (BPS Provinsi dan BPS Kabupaten/Kota)
  • Daftar agen statistik nasional dan internasional
  1. ^ www.bps.go.id: Moto dan Maklumat Pelayanan
  2. ^ www.bps.go.id: Tentang BPS

Diperoleh dari “


pakai cara nya yaaa kaa


Q (3/5)√25 x 5 – 25 note : sepi banget​


1. Berapa takarkah batu split yang
dibutuhkan untuk setiap kali
Campuran?
2. Dibutuhkan 3 takar semen setiap kali campuran,berpa takarkah pasir ya


ng dibutuhkan setiap kali campuran?
3. Berapa takarkah batu split yang dibutuhkan untuk setiap kali campuran?.


Bus Trans Sarbagita berangkat dari halte A dengan mengkut 20 orang penumpang. Sampai di halte B dari pintu depan naik 10 orang dan dari pintu belakang


turun 5 orang. Kemudian bus berangkat kembali dan sampai di halte C, dari pintu depan naik 15 orang dan dari pintu belakang turun 25 orang. Jika bus berkapasitas 50 tempat duduk, maka banyak tempat duduk yang masih tersedia adalah. . *.


Bilangan yang mendekati rata rata dari hasil penjumlahan semua bilangan prima yang kurang dari 30.


Hasil pengukuran tinggi badan 10 siswa 158, 154, 156, 148, 154, 152, 153, 154, 147, 160. Nilai Q1, Q2, Q3 berturut turut adalah. Mohon pakai caranya j


g yah yang jelas saya butuh​.


Panjang alas dan tinggi jajar genjang 5:3 jika luas jajar genjang tersebut 160 cm hitunglah keliling nya.


Diketahui : a = ( x, 3, 2 ) dan b= ( 2, -6, 3) tentukan nilai x agar kedua vektor :
A). Saling tegak lurus
B). Membentukan sudut lancip
C). Membentuk …

sudut tumpul
D). Sama panjang.


Rangkaian bilangan yang disusun menurut aturan tertentu merupakanA. Pola BilanganB. Barisan BilanganC. SukuD. BedaE. Deret Bilangan​.


Segitiga ABC memiliki sisi tinggi BC. Jika luas segitiga tersebut 9 cm2 dan Panjang AB = 3 cm, nilai cos A = …​.

Leave a Comment