Carilah artikel mengenai energi alternatif untuk mengurangi dampak pemanasan global brainly

Admin buleleng | 16 Maret 2021 | 247909 kali

Dampak pemanasan global terhadap kehidupan manusia dan lingkungan bukanlah mitos. Dampak-dampak tersebut telah terjadi, mempengaruhi kita sehari-hari, baik disadari atau tidak,. Berbagai akibat pemanasan global bersifat negatif dan kontra produktif terhadap manusia beserta keanekaragaman hayati yang ada di bumi. Walaupun ada beberapa jenis yang diuntungkan akibat pemanasan global, itu hanya sebagian kecil saja.

Berikut adalah enam belas dampak pemanasan global terhadap manusia dan lingkungan. Jika efek akibat pemanasan global yang belum penulis tuliskan ke dalam artikel ini, silahkan pembaca tambahkan ke dalam bagian komentar.

Daftar dampak pemanasan global

  1. Dampak pemanasan global yang cukup sering dipublikasikan adalah mencairnya gletser: Mencairnya gletser akan menciptakan banyak masalah bagi manusia dan hewan yang hidup di bumi. Salah satunya adalah kenaikan permukaan laut. Seiring meningkatnya pemanasan global, permukaan laut akan naik sehingga berpotensi menyebabkan banjir.
  2. Akibat pemanasan global yang kedua adalah terjadinya perubahan Iklim. Pola cuaca yang tidak teratur telah mulai menunjukkan efek pemanasan global tersebut. Peningkatan curah hujan dalam bentuk hujan telah diketahui di daerah kutub dan gurun. Meningkatnya pemanasan global akan menyebabkan lebih banyak penguapan yang akan menyebabkan lebih banyak hujan. Hewan dan tumbuhan tidak dapat dengan mudah beradaptasi dengan peningkatan curah hujan. Tanaman dapat mati dan hewan dapat bermigrasi ke area lain. Ini dapat menyebabkan seluruh ekosistem berubah secara total dan cepat. Diluar kemampuan manusia untuk beradaptasi.
  3. Meningkat dan meluasnya kekeringan. Meskipun mungkin adanya hujan dan banjir di Savannah, kekeringan yang parah terjadi di bagian lain di dunia. Ketika suhu hangat, keberadaan kekeringan telah meningkat di bagian barat Amerika Serikat. Kekeringan juga menyebabkan terjadinya kebakaran hutan di Indonesia. Penguapan skala besar menjadi penyebab utama kekeringan di banyak tempat, terutama Afrika. Kekeringan yang berpoentsi menyebabkan gagal panen dapat menyebabkan malnutrisi.
  4. Meluasnya penyakit. Karena suhu bumi menjadi lebih hangat, ini dapat mempengaruhi kesehatan manusia dan meluasnya penyakit yang mereka hadapi. Dengan peningkatan curah hujan, penyakit yang terbawa air cenderung menyebar, seperti penyakit malaria.
  5. Meningkatnya frekuensi badai. Ketika suhu lautan naik, angin topan dan badai lainnya cenderung menjadi lebih kuat. Dengan meningkatnya pemanasan global, air di laut memanas yang akan memanaskan udara di sekitarnya sehingga menciptakan angin topan.
  6. Naiknya permukaan laut. Mencairnya es di kutub dan berkurangnya air yang menguap ke atmosfir menyebabkan naiknya permukaan laut. Kota-kota dan kota-kota pesisir yang tidak jauh di dekat pantai timur AS, kepulauan pasifik, Teluk Meksiko hanyalah beberapa wilayah di mana kerusakan banjir mulai menenggelamkan beberapa arealnya.
  7. Pemanasan global dapat mempengaruhi pertanian. Ketika suhu global akan meningkat, tanaman akan merasa lebih sulit untuk bertahan hidup dan akan mati. Tumbuhan adalah sumber utama makanan bagi manusia dan sebagai akibatnya kekurangan makanan dapat terjadi. Kekurangan makanan dapat menyebabkan perang dan konflik di beberapa negara.
  8. Gelombang Panas. Gelombang panas menyebabkan cuaca panas yang berbahaya dan dalam beberapa tahun terakhir, lebih banyak kematian terjadi karena gelombang panas daripada dalam enam puluh tahun terakhir, seperti gelombang panas yang terjadi di India baru-baru ini, seperti diberitakan The Gurdian.
  9. Dampak pemanasan global berikutnya adalah terjadinya kebakaran hutan. Walaupun kebakaran hutan adalah kejadian alami, namun dengan bertambahnya jumlah karbon dioksida di udara, dan musim panas yang lebih panas, menyebabkan kebakaran hutan lebih mudah dan sering terjadi. Kebakaran hutan yang lebih sering terus muncul dalam jumlah besar setiap tahun, seperti di Indonesia, australia dan amerika. Laju pembakarannya lebih lama daripada yang terakhir, dan dengan pelepasan karbondioksida ke udara, bukan hanya kehidupan orang-orang dalam bahaya, tetapi satwa liar sangat menderita. Setiap kali api membakar, semakin sedikit oksigen yang ada untuk melawan jumlah karbon dioksida yang berbahaya yang dilepaskan ke atmosfer.
  10. Perubahan musim berupa berlangsungnya periode musim yang lebih panjang atau pendek. Perubahan peiode berlangsungnya musim, misalnya musim semi, gugur, hujan, bisa terjadi lebih cepat dan lebih cepat, atau lebih lama dan lebih lama.
  11. Dampak pada tanaman. Terjadinya perubahan musim menyebabkan pola cuaca menjadi tidak menentu dan ekstrim. Banjir akibat naiknya permukaan laut, gagal panen, perubahan musim bunga meningkatkan resiko kegagalan tanaman untuk berbuah dan dipanen. Ini akan berakibat negatif pada industri makanan. Harga tanaman pokok bisa saja meningkat drastis. Pada akhirnya akan menimbulkan penurunan kinerja ekonomi.
  12. Rusaknya ekosistem laut. Kondisi terumbu karang dunia terus berkurang dan rusak akibat pemanasan global. Sekali terumbu karang terpengaruh, seluruh ekosistem yang berkembang menjadi usang, termasuk penurunan sektor perikanan.
  13. Rantai makanan di dalam ekosistem. Perubahan pola waktu dan durasi migrasi burung migran, hibernasi memakan waktu lebih lama. Akibatnya, seluruh rantai makanan bisa terganggu.
  14. Meningkatnya resiko kesehatan. Dengan semakin banyaknya jumlah karbon dioksida terperangkap di atmosfer, kualitas udara untuk pernafasan semakin buruk dan sulit didapat. Jika pemanasan global berlanjut, menurut sebuah perkiraan, AS akan menghabiskan sekitar 60 miliar dolar untuk memerangi penyakit pernapasan dan gejala.
  15. Kepunahan hewan. Pemanasan global meningkatkan resiko terjadinya kepunahan hewan. Terjadinya pemanasan global menyebabkan beberapa satwa mengalami perubahan habitat sehingga bermigrasi. Migrasi ini akan menyebabkan sebagian hewan tidak dapat beradaptasi alias dirugikan. Misalnya saja rubah putih yang bermigrasi kemudian kalah bersaing dengan rubah merah, seperti yang dipublikasikan oleh artikel BBC berjudul “Arctic foxes suffer while reds thrive in northern Canada“.

Itulah beberapa akibat pemanasan global bagi manusia, satwa dan tumbuhan yang telah teridentifikasi dan wajib diketahui. Dengan mengetahui efek pemanasan global, semoga kita dapat mengelola lingkungan hidup kita menjadi lebih baik.

Liputan6.com, Jakarta Cara mengatasi pemanasan global seharusnya dimulai dari diri sendiri. Timbulnya pemanasan global tidak lain disebabkan peningkatan suhu udara dan laut di permukaan bumi. Dampak dari adanya pemanasan global yaitu menyebabkan berbagai perubahan kesehatan, cuaca ekstrem, kualitas pangan, serta masalah yang lebih besar lagi.

Penyebab pemanasan global tidak lain karena aktivitas manusia itu sendiri. Para ilmuwan sepakat jika sejumlah aktivitas manusia berkontribusi besar terhadap pemanasan global yang menyebabkan tambahan gas rumah kaca dalam jumlah berlebihan sehingga berdampak buruk bagi atmosfer. Gas rumah kaca berupa karbon dioksida yang menumpuk di atmosfer, akan merangkap panas yang seharusnya bisa keluar.

Manusia, sebagai penghuni bumi, penting untuk mengetahui cara mengatasi pemanasan global. Ada beragam cara mengatasi pemanasan global yang bisa dilakukan mulai dari langkah-langkah kecil setiap harinya.

Menjalankan beragam cara mengatasi pemanasan global menjadi tanggung jawab semua umat manusia. Dengan begitu, akan memberi peluang generasi selanjutnya untuk menikmati keindahan dan nyamannya kehidupan bumi.

Berikut ini Liputan6.com telah merangkum dari berbagai sumber, bagaimana cara mengatasi pemanasan global yang bisa dilakukan, Selasa (1/12/2020).

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Perbesar

Knalpot terkadang mengeluarkan asap hitam, tanda bensin terlalu banyak terbakar.

1. Kurangi penggunaan kendaraan pribadi

Emisi yang dihasilkan kendaraan pribadi menjadi salah satu penyebab pemanasan global. Maka dari itu, cara mengatasi pemanasan global dengan mengganti kendaraan pribadi dengan berjalan kaki maupun bersepeda. Selain itu, Anda juga bisa memanfaatkan angkutan umum atau menggunakan kendaraan bersama-sama. Tapi, apabila terpaksa mengemudi, pastikan mobil atau motor Anda memiliki pembakaran sesuai dengan standar.

2. Reduce, Reuse, Recycle

Reduce, Reuse, Recycle merupakan cara mengatasi pemanasan global yang paling sederhana setelah pengurangan emisi gas buang kedaraan bermotor. Reduce meruapakan kegiatan menggunakan produk kemasan, terutama plastik seminimal mungkin. Cara ini akan mengurangi pemborosan. Selain itu, reduce juga bisa dilakukan dengan membeli produk yang bisa digunakan kembali alih-alih sekali pakai.

Sedangkan reuse merupakan langkah menggunakan kembali benda-benda bekas seperti kantong plastik atau botol plastik. Lalu recycle adalah kegiatan mendaur ulang barang yang sudah tidak terpakai jadi berguna kembali, seperti mendaur ulang kertas, plastik, koran, kaleng kaca dan limbah lain menjadi benda atau karya yang bermanfaat.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Perbesar

Ilustrasi AC (sumber: Pixabay)

3. Kurangi penggunaan AC

Kandungan senyawa organik Hydrofluorocarbon (HFC) meruapakn pendingin utama yang digunakan dalam unit pendingin udara. HFC merupakan jenis gas rumah kaca yang jauh lebih kuat dari karbon dioksida. Di sisi lain, penggunaan unit pendingin udara perlu listrik yang bergantung pada bahan bakar fosil agar dapat menghasilkan tenaga.

4. Matikan alat elektronik saat tidak digunakan

Mematikan alat elektronik ketika sedang tidak digunakan juga dapat menghemat listrik dan mengurangi penggunaan bahan bakar fosil. Ada baiknya Anda menggunakan lampu hanya saat diperlukan dan matikan pada siang hari. Anda juga bisa mematikan barang elektronik lainnya seperti televisi, kipas, stereo, dan komputer ketika tidak digunakan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Perbesar

Ilustrasi lampu. (dok. Patrick Shneider via Unsplash/Dinny Mutiah)

5. Ganti bola lampu

Bola lampu LED lebih baik daripada lampu fluorescent kompak (CFL). Bahkan hanya dengan mengganti bola lampu pijar 60 watt dengan LED yang digunakan 4 jam sehari, bisa menghasilkan penghematan sangat besar tiap tahun. LED juga mampu bertahan lebih lama dibandingkan lampu pijar.

6. Gunakan barang hemat energi

Saat ini, banyak alat rumah tangga terutama eletronik yang hemat energi. Beberapa produk elektronik seperti AC dan mesin cuci banyak tersedia dalam bentuk hemat energi. Hal ini dapat menjadi salah satu cara mengatasi pemanasan global yang efektif.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Perbesar

Ilustrasi Belanja Online Credit: pexels.com/NegativeSpace

7. Kurangi pemakaian pemanas air

Kemudian, cara mengatasi pemanasan global yang bisa dilakukan yaitu dengan menghemat listrik yang digunakan untuk memanaskan air. Anda bisa menggunakan pemanas air pada 120 derajat untuk menghemat energi. Menggunakan pancuran rendah bisa menghemat air panas dan mengurangi hampir sekitar 350 pon karbon dioksida per tahun.

Selain itu, cuci juga pakaian atau perabotan dengan air hangat atau dingin untuk mengurangi penggunaan energi yang digunakan untuk memanaskan air.

8. Bijak dalam membeli barang

Menjadi pembeli yang lebih bijak dapat membantu mengatasi pemanasan global. Bijaklah dalam membeli sebuah barang dan gunakan produk-produk ramah lingkungan yang dibuat oleh produsen yang juga mendukung keberlanjutan pelestarian lingkungan. Jangan gunakan plastik terlalu sering. Selain itu, ada baiknya membeli produk yang berasal dari bahan daur ulang.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Perbesar

Ilustrasi Hutan, Pohon, Pepohonan. Kredit: jplenio via Pixabay

9. Ajak orang lain melestarikan lingkungan

Jika Anda meraasa sudah terketuk hati untuk melakukan pelestarian lingkungan dari dalam diri sendiri, maka jangan lupa untuk membagi informasi tentang daur ulang dan konservasi energi dengan teman, tetangga, maupun rekan kerja. Perlihatkan contoh yang baik untuk pelestarian lingkungan dengan kebiasaan-kebiasaan yang Anda lakukan.

10. Tanam pohon

Cara mengatasi pemanasan global yang terakhir yaitu tanamlah pohon sebanyak mungkin. Baik itu di kebun maupun hanya di pot yang diletakkan di teras rumah. Sebab, adanya proses fotosintesis pohon dan tanaman lain mampu menyerap karbon dioksida serta menghasilkan oksigen.

Tanaman menjadi sebuah bagian integral dari siklus pertukaran atmosfer alami. Bahkan beberapa jenis tanaman juga mampu melawan peningkatan karbon dioksida yang bisa disebabkan oleh kendaraan, pabrik, serta kegiatan manusia lainnya.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Perbesar

Ilustrasi Hasil Scan Penyakit Penderita Paru-Paru Credit: pexels.com/pixabay

Sempat disinggung pada awal artikel jika pemanasan global bisa memberikan dampak yang kurang baik bagi kesehatan manusia dan keberlangsungan alam. Berikut dampak dari adanya pemanasan global:

Penyebab gangguan pernapasan

Meningkatnya temperatur bumi bisa menyebabkan konsenterasi lapisan ozon meningkat. Hal ini berdampak pada rusaknya jaringan paru-paru dan menyebabkan komplikasi bagi para pengidap asma serta penyakit pernapasan lainnya.

Penyebab gelombang panas

Peningkatan suhu bumi bisa menyebabkan heatwaves atau gelombang panas. Ketika gelombang panas terjadi di suatu wilayah, suhu di wilayah tersebut bisa meningkat drastis dan membuat banyak orang terserang heatstroke hingga hipertermia atau meningkatnya suhu tubuh secara drastis.

Iklim tidak stabil

Pemanasan global turut berdampak pada iklim dan membuat iklim tidak stabil serta kondisinya sulit diprediksi. Ini karena pemanasan global bisa menyebabkan naiknya air hingga ke permukaan laut dan berakibat pada pencairan di kutub, meningkatnya badai atmosfer, berubahnya pola angin, bertambahnya jenis serta populasi organisme yang akan menyebabkan terjadinya penyakit, hingga menyebabkan pola curah hujan dan hidrologi.

Pengaruhi hasil dan kualitas pertanian

Pemanasan global bisa membuat panas berlebihan dan membuat sawah petani mengalami kekeringan cukup lama hingga akhirnya gagal panen besar-besaran. Ini membuktikan pemanasan global berpengaruh terhadap hasil serta kualitas pertanian.

Lanjutkan Membaca ↓

Leave a Comment