Dalam musik kontemporer, banyak menggunakan elemen baru yang lebih mengedepankan

Apa itu musik kontemporer? Apa pengertian musik kontemporer menurut para ahli? bagaimana sejarah musik konpemporer? apa saja contoh musik kontemporer? jenis-jenis musik kontemporer, ciri-ciri musik kontemporer, semua akan dibahas disini.

Berbicara seni musik memang tidak pernah ada akhirnya. Sejarah yang panjang dan kemajuan zaman membuat manusia berkreatifitas mengembangkan seni musik ini. Hingga pada akhirnya kita bisa menikmati sajian-sajian musik yang tidak pernah kita tahu bagaimana sejarah perkembangannya.

Namun khusus pada artikel ini akan membahas semua hal yang berkaitan dengan Musik Kontemporer atau lebih dikenal dengan musik baru. Apakah kamu sudah mendengar ini sebelumnya? Mungkin kamu sering mendengar hanya tidak tahu.

Musik pop, jazz, rock, dsb. itu termasuk musik kontemporer loh. Pasti kamu sudah pernah mendengar genre musik-musik tersebut. Nah, supaya lebih mengenal musik kontemporer dari mulai pengertian menurut para ahli, sejarah, jenis-jenis, ciri-ciri atau karakteristik, sampai contoh musik kontemporer akan dibahas berikut ini.

Pengertian Musik Kontemporer

Musik kontemporer ialah istilah dalam bahasa Indonesia yang mengedepankan aktivitas kreatif yang mana dalam konteks bahasa Inggris dinamakan dengan musik baru, musik kontemporer atau yang lebih sering disebut dengan musik seni kontemporer.

Ada juga yang memberikan definisi musik kontemporer yaitu memainkan musik tidak memakai alat musik asli, namun alunan musik yang dihasilkan tetap baik seperti memakai alat musik dengan kaleng, pipa.

Pengertian Musik Kontemporer Menurut Para Ahli

Untuk lebih memahaminya, ada beberapa pengertian musik kontemporer menurut para ahli yang diantaranya yaitu:

1. Menurut Gendon Humardani Seperti Yang Dikutip Rustopo (1990:22-26)

Membatasi kontemporer sebagai suatu sikap berkesenian yang sejalan dengan konsep seni modern yang berorientasi pada masalahmasalah kehidupan masa kini.

2. Menurut Mistortoify, (1991:3)

Penerapan pengertian kontemporer dari yang semula sangat ideologis menjadi lebih khusus, yaitu mengarah ke sebuah gaya untuk menggolongkan karya-karya yang selalu disemangati pencarian kemungkinan baru, menekankan sifat anti kaidah-kaidah kompositoris, bahkan anti pada bentuk-bentuk penyajian musikal yang baku dan mapan

3. Menurut Edi Sedyawati (1981:122)

Istilah kontemporer ini pengertiannya luas, rumusannya mudah dikatakan, tetapi tidak semudah menentukan batas-batasnya, bahkan cenderung kurang memberi manfaat. Sedyawati menawarkan suatu batasan yang bergeser dari arti katanya tetapi lebih mendekati maksud yang dituju, yaitu seni kontemporer adalah seni yang menunjukkan daya cipta yang hidup sesuai dengan kondisi kreatif dari masa terakhir.

4. Menurut Jiwa Atmaja (1993:31)

Seni kontemporer adalah buah hasil kreativitas dan konstalasi kerja keras seniman yang ingin menuntut hak hidup yang sama dan berdampingan dengan seni-seni lainnya

5. Menurut Suka Harjana (2003:252-253)

“…Musik kontemporer tidak menunjuk kepada sesuatu apapun yang bersifat spesifik kecuali menyiratkan tentang suatu waktu “masa kini” atau sesuatu yang bersifat kekinian yang tidak dibatasi oleh suatu periode waktu tertentu. Sifat-sifat dasar musik kontemporer pada setiap zaman, dulu maupun kini tidak pernah berubah, yaitu menyangkut kebutuhan akan adanya pembaharuan sebagai tuntutan terhadap masa lalu yang dianggap sudah tidak relevan dan usang”.

6. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

Menurut kbbi adalah segala hal yang berkaitan dengan keadaan dan kejadian yang terjadi pada saat ini.

Sejarah Musik Kontemporer

Sejarah musik kontemporere mulai terdapat semenjak abad ke- 19. Timbulnya musik ini sebab terdapatnya gerakan aliran seni lukis impresionis. Gerakan tersebut di wujud oleh sekelompok pelukis asal Prancis ialah( Monet, Renoir, Degas serta sahabatnya).

Mereka tidak sepakat dengan pemikiran romantisisme yang kala itu sudah diterima oleh banyak orang dengan aliran baru ialah impresionisme yang lebih mengutamakan kepada impresi ataupun kesan yang terbuat oleh karya seni.

Di kuartal terakhir abad ke- 19, musik orkestrasi serta piano mulai membuat suara- suara merdu baru yang umumnya materialnya bersumber dari seni sastra ataupun seni yang lain.

Kadang- kadan pula mencuat melodi serta ritme baru yang tidak bersumber dari Barat. Tangga nada serta kord yang baru pula dipakai di masa saat ini ini.

di abad ke- 20 musik itu sendiri menggambarkan terdapatnya pengaruh sastra serta seni pada mekanismenya. Di abad dikala itu sampai dikala ini memunculkan bunyi yang lezat di dengar serta impresionismenya sangat kental ataupun diketahui dengan Eksperimen 12 nada.

Musik di masa dikala ini banyak mempunyai alterasi style dari pos modernisme hingga dengan impresionisme apalagi mencuat pula konsep melodi irama baru dari Bantok, Stravinsky, Prokofiev, Coplad, Shostakovich, Barber serta Gorecki. 

Unsur-unsur Musik Kontemporer

Musik pada biasanya mencakup faktor: warna nada( tone color), ritme, melodi, serta harmoni. Secara universal, musik kontemporer mempunyai faktor yang sama dengan musik pada biasanya, tetapi banyak elemen- elemen baru yang digunakan buat memunculkan serta menonjolkan impresi.

Berikut merupakan unsur- unsur musik kontemporer:

1. Warna nada (tone color)

Dalam musik kontemporer, ada sedikit penekanan pada kombinasi suara. Tidak hanya itu, perkusi pula memainkan kedudukan utama. Warna nada yang dimainkan secara orang hendak terdengar jelas pada musik ini.

2. Harmoni

Dalam musik kontemporer, diketahui sebutan polychord, dimana 2 kunci nada terdengar pada waktu yang bertepatan. Dalam harmoni musik kontemporer pula memakai 4 kunci nada.

Tidak hanya itu, musik kontemporer pula memakai tone cluster yang dihasilkan dari suara piano. Dalam musik kontemporer pula diketahui sebutan polytonality, ialah pemakaian 2 ataupun lebih kunci nada pada waktu yang bertepatan.

3. Ritme

Ritme ialah salah satu faktor musik kontemporer yang sangat mencolok. Mayoritas ritme yang digunakan ialah ritme yang membangkitkan semangat, dorongan, serta kegembiraan. Pula ada kelompok ketukan yang tidak beraturan.

Dalam ritme musik kontemporer, diketahui sebutan polyrhrthm, ialah pemakaian 2 ritme yang kontras dalam waktu yang bertepatan.

4. Melodi

Melodi merupakan tingkatan tinggi- rendah serta panjang- pendek nada dalam musik. Melodi dalam musik kontemporer diketahui mempunyai range yang sangat lebar ataupun besar serta memakai 12 nada kromatik tanpa tonel center. 

Ciri-ciri Musik Kontemporer

Musik kontemporer mempunyai bebearapa identitas ataupun ciri ialah antara lain:

  • Musik kontemporer memeiliki warna bunyi yang sejenis dengan lainya.
  • Notasi pada musik kontemporer sendiri cuma bisa dimengerti oleh pemusik karena notasinya ditulis dengan simbol ataupun isyarat saja.
  • Musik kontemporer mempunyai improvisasi yang bermacam- macam serta menjajaki kemauan dari pembuat itu sendiri.
  • Suara yang di hasilkan dari musik kontemporer dapat bersumber dari sumber yang berbeda- beda, bukan cuma dari instrumen musik.
  • Tipe tangga nada yang dapat digunakan pada musik kontemporere bermacam- macam.
  • Tipe birama di musik kontemporer tidak terpaku dengan satu birama saja.
  • Tempo ataupun dinamiknya dari musik itu sendiri terdapat di bagian kontemporer bermacam- macam.
  • Tidak terdapat perbandingan antara dengan yang lainya. Maksudnya dari suatu senin itu sendiri tidak terdapat batas- batas antara seni lukis, arca, grafis, kriya, teater, tari, musik hingga dengan aksi politik pada musik kontemporer.
  • Tidak terdapat jalinan oleh ketentuan era dahulu serta pertumbuhan cocok dengan era.
  • Ada harmoni yang tidak selaras
  • Banyak memakai suara perkusi
  • Bunyi perlengkapan musik tiup serta bunyi perkusi lebih banyak ditemuhi pada musik kontemporer
  • Konsumsi suara sintesis serta elektronik pada konsumsi musik
  • Memiliki ritme yang kompleks
  • Melodi lirik yang lebih sedikit 

Konsep Musik Kontemporer

Konsep musik kontemporer menjadi sangat personal atau individual, sehingga perkembangannyapun beragam. Dari faham musik kontemporer inilah yang ditawarkanya, sehingga dalam karya-karya banyak yang bermunculan lahir dan terjadi vokabuler teknik garapan dan aturan tradisi yang telah mapan ke dalam wujud yang baru, terkesan aneh, nakal, bahkan urakan.

Pada puncaknya, karya musik kontemporer tidak lagi menjelaskan tentang ciri latar belakang  dari tradisi budayanya walaupun sebenarnya tradisi itu sendiri masih lekat dengan masyarakat. Namun, akan tetapi dari sikap para pemikiran individual-lah yang terpenting yaitu sebagai landasan dasar dalam proses kreatifitas musik kontemporer itu sendiri.

Musik ini cendrung mengubah cara pandang, cita rasa, dan kriteria estetik yang sebelumnya telah dikurung oleh sesuatu yang terpola, ada standarisasi, seragam, global, dan bersifat sentral.

Fungsi Musik Kontemporer

Musik kontemporer mempunyai guna dalam kehidupan manusia. Tidak hanya dari gunanya selaku seni terdapat sebagian guna musik kontemporer, ialah gunanya secara universal serta guna secara khusus. Berikut ini merupakan guna musik kontemporer secara universal:

  • Fungsi keagamaan( religi), dalam perihal ini musik kontemporer digunakan media buat menyebarkan ajaran- ajaran yang berkaitan dengan keagamaan, ialah mengarahkan nilai- nilai kebaikan. Sebab musik ialah salah satu media pendidikan yang bagus serta kilat buat disebarkan ke warga tercantum kanak- kanak.
  • Fungsi komunikasi, musik kontemporer bisa dijadikan selaku media buat berbicara kepada pendengarnya. Misalnya berbentuk ide- ide, kritik sosial, membagikan motivasi menimpa kehidupan, serta lain sebagainya.
  • Fungsi pembelajaran, sama halnya dengan seni yang lain, musik kontemporer mempunyai guna pembelajaran. Contohnya yakni dikala memainkan perlengkapan musik secara kelompok( ansambel), diperlukan kerjasama regu sehingga menciptakan musik yang harmonis.
  • Fungsi hiburan( tamasya), guna yang satu ini ialah guna universal dari suatu seni musik, sebab dengan mencermati musik bisa jadi hiburan tertentu untuk seorang sehingga bisa buatnya jadi lebih relax, santai serta bergairah kala mencermati musik.
  • Fungsi artistik, artinya yakni guna yang terbuat selaku media ekspresi untuk seniman buat menyajikan suatu karya yang dia buat. 

Jenis-Jenis Musik Kontemporer

1. Musik Klasik

Merupakan komposisi musik yang muncul di wilayah Eropa sekitar tahun 1750 hingga 1925. Musik klasik sendiri seringkali dikenal sebagai jenis musik yang punya keindahan dan nilai intelektual lebih tinggi dibandingkan yang lainnya.

Ludwig van Beethoven, Wolfgang Amadeus Mozart dan Franz Schubert merupakan contoh dari komposer yang memiliki pengaruh besar dalam perkembangan musik klasik. Bahkan sampai sekarang karyanya masih terus dinikmati.

2. Musik Blues

Aliran musik yang satu ini lahir dari komunitas mantan budak Afrika yang ada di AS. Blues pada awalnya merupakan musik spiritual yang berisi pujian. Namun kemudian berkembang dan kini berpengaruh besar terhadap musik-musik di Amerika dan Eropa. Blues telah memberikan pengaruh terhadap jenis musik lain seperti Jazz, Rock and Roll, RnB, Hip Hop hingga lagu pop jaman sekarang.

3. Musik Jazz

Pada awalnya, musik Jazz dikembangkan oleh orang-orang keturunan Amerika-Afrika sekitar abad ke-19. Jenis musik yang satu ini nampaknya terlihat mirip dengan Blues. Namun terlihat Jazz memiliki instrumental yang lebih spontan dan merupakan improvisasi dari para pemain musiknya.

4. Musik Rock

Siapa yang tak tahu dengan musik Rock, dikenal sebagai aliran musik dengan nada sederhana dan beat yang cepat. Biasanya diiringi dengan alat musik seperti gitar listrik dan juga drum. Jenis musik Rock ini telah muncul sejak tahun 1950an dan kemudian berkembang pesat.

5. Musik Metal

Mungkin banyak yang sampai sekarang masih bingung membedakan antara Rock dan Metal. Hal tersebut wajar karena Metal sendiri merupakan salah satu aliran yang berasal dari musik Rock. Sehingga nada dan irama dalam musiknya memiliki beat cepat dan mampu membangkitkan semangat para pendengarnya. Contoh band yang terkenal untuk aliran musik ini seperti Led Zeppelin, Black Sabbath hingga Cream.

6. Musik Hip Hop

Ciri khas budaya Hip Hop adalah penampilan baju, celana hingga sepatu longgar. Sekitar tahun 1970an, budaya ini sebenarnya dikembangkan oleh masyarakat Afro Amerika dan Latin Amerika. Diciptakan dengan memadukan Rap, Breakdance, Graffity hingga DJing. Sehingga menciptakan sebuah budaya yang kini populer hingga ke seluruh dunia.

7. Musik Pop

Sebagai salah satu jenis aliran musik paling populer sekarang ini, music pop seringkali dianggap sebagai musik yang populer dan gampang diterima oleh masyarakat.

Sehingga musik pop sendiri lebih dekat dengan tujuan komersial melalui industri musik. Sehingga temponya pun bervariasi dengan lirik lagu yang sederhana namun tetap berusaha menyimpan makna tertentu. Dan musik pop akan terus berkembang seiring bergantinya jaman.

Contoh Musik Kontemporer Abad 19

Berikut ini contoh lagu musik kontemporer mulai dari abad ke-19 (musik klasik) yang terkenal:

  1. Procol harum (1967) – A whiter shade of pale
  2. The Beatles (1968) – Hey Jude
  3. Simon and garfunkel (1970) – Bridge over troubled water
  4. Derek and dominos (1970) – Layla
  5. Jhon Lennon (1971) – Imagine
  6. Led zeppelin (1971) – Stairway to heaven
  7. Queen (1975) – Bohemian rhapsody
  8. Aneka Nada (1978) – Jika Hari Tak Berangin
  9. Berlian Record (1978) – Ode dan Ode
  10. SM Recording (1978) – Daun
  11. Purnama Record (1979) – Kota Gelap
  12. ABBA (1979) – I have a dream
  13. Prosound (1984) – Harry Roesli & DKSB
  14. Billboard (1985) – Kuda Rock N’Roll
  15. Frogpeak (1990) – Asmat Dream
  16. Frogpeak (1991) – Orang Basah
  17. Nirvana (1991) – Smells like teen spirit
  18. Frogpeak (1992) – Cuaca Buruk
  19. Hemagita Swara (1992) – Cas Cis Cus
  20. Gema Nada Pertiwi (1997) – Si Cantik
  21. The Verve (1997) – Bitter sweet symphony

Contoh Musik Kontemporer Indonesia

Ada pula, berikut merupakan sebagian contoh seni musik kontemporer serta penjelasannya

1. Tetabuhan Sungut

“Tetabuhan Sungut” ialah karya yang dimainkan oleh sekelompok paduan pria serta wanita, karya Slamet Abdul Sjukur.

Ilham utamanya ialah mentransfer bunyi- bunyi gamelan, vokal, serta perlengkapan perkusi tradisi berbentuk saron, kendang, serta semacamnya( dung tidak gen bern

jer, na nomor ne, e o e,…) lewat vokal manusia.

Ibarat main gamelan, tetapi dengan suara mulut. Bunyi- bunyi tersebut dikemas jadi satu kesatuan suara yang otonom.

Bukan bermaksud mengimitasi suara gending serta dimainkan oleh suara manusia, tetapi bunyi- bunyi tersebut disusun ulang sampai membentuk suatu komposisi mandiri.

2. Badingkut

“ Badingkut” ialah satu karya seseorang dosen, Oya Yukarya. Pada satu bagian tertentu, idenya bertolak dari eksplorasi motif suara vokal manusia.

Semacam style melodi bicara dengan memakai sesuatu kalimat yang bunyi huruf vokalnya ditukar dengan cuma memakai vokal yang sama a, i, u, e, ataupun o.

Nuansa akrab serta lucu terasa pada bagian ini, sehingga terkadang membuat pemirsa larut dalam karyanya.

Tetapi, pasti saja kekayaan karyanya terletak pada keahlian menyusun bunyi- bunyi yang satu sama lain tidak senantiasa sama dengan memakai bermacam metode komposisi yang khas.

3. OAEO

“ OAEO” merupakan salah satu karya I Wayan Sadra pada tahun 1993. Komposisi yang ada pada karya ini mempunyai kesan yang menarik, sebab dengan memakai vokal ini saja sanggup jadi satu karya yang baru.

Vokal tersebut dipadukan dengan sebagian perlengkapan musik perkusi serta memakai bermacam rangkaian melodi selaku bahan musikal tradisi dengan metode pengulangan serta bermacam alterasi di tiap bagiannya.

Warna suara vokal pria serta wanita menciptakan satu kesatuan warna yang khas, terlebih dalam karya ini ada solois- solois walaupun tidak dominan.

4. Philosophy Gang

Philosohphy Gang ialah album perdana dari tim musik bentukan Harry Roesli, Harry- Roesli Gang. Walaupun direkam di Musica Studio’ s Jakarta, album ini dirilis oleh Lion Records di Singapore tahun 1973.

Pada tahun 2017, album tersebut dirilis ulang dalam wujud CD serta piringan gelap. Dalam catatan“ 150 Album Indonesia Terbaik” tipe majalah Rolling Stone Indonesia yang terbit edisi#32 bulan Desember 2007.

Album Philoshopy Gang menempati peringkat ke- 34. Salah satu lagu dari album tersebut,“ Malaria”, memperoleh posisi ke- 44 dalam catatan“ 150 Lagu Indonesia Terbaik” tipe majalah yang sama edisi#56 bulan Desember 2009.

5. Body Tjak

“Body Tjak” ialah karya seni pertunjukan multi- kultural yang memadukan unsur- unsur seni budaya Barat( Amerika) serta Timur( Bali, Indonesia).

Dengan 2 produksinya: “Body Tjak 1990” serta “Body Tjak 1999” ialah hasil kerja sama antara I Wayan Dibia( Bali) serta Keith Terry( California).

Digarap dengan memadukan unsur- unsur seni Kecak Bali serta Body Musis,”Body Tjak” menciptakan suatu tipe musik baru yang memakai badan manusia selaku sumber bunyi.

Karya ini murni lahir dari kemauan seniman buat mengekspresikan jiwanya yang sudah tergugah oleh dinamisme seni kecak serta body music. 

Tokoh Musik Kontemporer Indonesia yang Terkenal

Adapun, berikut adalah beberapa tokoh-tokoh musik kontemporer yang ada di Indonesia:

1. Harry Roesli

Beliau melahirkan budaya musik yang komunikatif, dan konsiten memancarkan kritik sosial. Dia mampu secara kreatif melahirkan dan menyajikan kesenian secara komunikatif.

Harry Roesli bukan musisi biasa, kehidupan yang sesungguhnya baginya adalah seni musik. Alat yang digunakan sebagai penunjang karyanya yakni perkusi, band, rekaman musik dan lain-lain.

2. Slamet Abdul Sjukur

Slamet mengaitkan karya musik ini dengan jaman sekarang. Salah satunya ciri khasnya yaitu adanya sifat mendobrak. Di dalam musik itu banyak hal yang perlu dikembangkan.

Maka dari itulah tanda kreatifitas mengembangkan seni musik, ia juga menonjolkan tari  dan musik yang ditampilkan sendirian.

3. I Nyoman Winda

Musik tradisional Bali selama ini didominasi alat-alat pukul sehingga karakteristik musiknya cenderung keras, bersemangat dan juga lincah.

Inilah yang sering dianggap sebagai ciri khas musik Bali. I Nyoman Winda menggarap seni musik dengan komposisi baru, yaitu simfoni bambu yang dipadu musik vokal.

4. Djaduk Ferianto

Ia memadukan antara elemen musik tradisional dan modern. Dalam karya musiknya, alat musik yang digunakan sudah sering kita lihat, hanya saja perpaduan yang belum pernah ada sebelumnya.

Misal kendang dipadukan dengan flute. Djaduk banyak sekali bereksperiman bersama grup musiknya yang berbasis di Yogya, Sinten Remen.

5. Al Suwardi

Gamelan Genta sudah lama dianggap “mati” di Kerajaan Solo. Suara yang indah itu, tampak-tampaknya terus terngiang di telinga dan menggugat pikiran dan perasaan Al Suwardi yang akhirnya bersusah payah membuat peralatan baru dan tangga nada baru pula.

Swara Genta, begitulah judul yang akan menggema dari musik kontemporer Al Suwardi.

Demikian artikel mengenai Pengertian Musik Kontempoer berserta Sejarah, Ciri-ciri, Jenis-jenis, Contoh, hingga tokoh musik kontemporer semua sudah dibahas. Semoga artikel ini bisa menambah wawasan.

Sumber referensi:

yahoo.com, theinsidemag.com, gasbanter.com, nesabamedia.com, sharingconten.com, dengan beberapa perubahan.

Leave a Comment