Dampak positif dan negatif HAM di era globalisasi

29 April 2019
in Berita FH
Tidak ada komentar
4232

Fakultas Hukum Universitas Jambi pada hari Kamis 25 April 2019 mengadakan kembali kuliah umum dengan mengundang Prof. Dr. Rahayu, S.H., M.Hum yang berupakan guru besar hukum Internasional Universitas Diponegoro. Kuliah umum ini diselenggarakan di Ruang Prof. Fuad Bafadhal kampus Pinang Masak yang dihadiri oleh mahasiswa dan dosen hukum internasional fakultas hukum.  Mahasiswa sangat antusias untuk mendapatkan materi kuliah umum yang berjudul Implikasi Globalisasi Terhadap Hak Asasi Manusia. Materi kuliah umum ini sangat relevan dengan kebutuhan mahasiswa untuk dapat memahasmi globalisasi dalam konteks yang luas.

Dalam pemaparan oleh Prof. Dr. Rahayu, S.H., M.Hum memberikan materi sejarah globalisasi hingga perubahan globlisasi bagi subjek hukum internasional.  Pengaruh globalisasi mengakibatkan pergeseran konsep State Centrism ke Human Centerism yang mengakibatkan perubahan kewajiban tanggung jawab di bidan Hak Asasi Manusia.

Kegiatan kuliah umum juga membuka sesi tanya jawab dari mahasiswa untuk mengelaborasi materi dari Prof. Dr. Rahayu, S.H., M.Hum. Salah satu mahasiswa mengajukan pertanyaan pengaruh globaliasasi dalam geopolitik nusantara dan menyikapi globalisasi yang berkaitan dengan hak asasi manusia secara mengglobal.

Dalam menjawab pertanyaan tersebut Prof.Dr. Rahayu, S.H., M.Hum menjelaskan globalisasi adalah suatu keniscyaan saat ini. Globalisasi hingga sekarang kita nikmati semua, dampak positif dan negatif dari globalisasi adalah bagian dari pilihan kita dalam menjalankannya. Hak asasi manusia saat ini merupakan pusat dari materi yang dilindungi dari hukum internasional hingga paradigma globalisasi pun harus disesuaikan.

22 September 2021

20 September 2021

18 September 2021

Cari soal sekolah lainnya

KOMPAS.com – Kata globalisasi berasal dari bahas asing globalization yang artinya proses penyebaran unsur-unsur baru baik informasi, pemikiran, gaya hidup hingga teknologi secara mendunia. 

Makna globalisasi sebagai proses di mana pengalaman kehidupan sehari-hari, ide, dan informasi menjadi standar seluruh dunia. 

Hal tersebut diakibatkan karena teknologi yang semakin canggih, mulai dari komunikasi hingga transportasi. 

Dikutip dari jurnal Dampak Globalisasi terhadap Moral Generasi Muda (2017) oleh Setyaningsih globalisasi adalah proses antarindividu, antarkelompok, serta antarnegara yang saling terhubung, berinteraksi, tergantung, berkaitan, dan saling memengaruhi satu sama lain. 

Globalisasi memberikan implikasi yang luas terhadap penghidupan dan kehidupan berbangsa dan bernegara, mulai dari ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, hingga pertahanan keamanan. 

Baca juga: Upaya untuk Melestarikan Batik Nusantara agar Bersaing di Era Globalisasi

Dampak positif dan negatif globalisasi

Berikut dampak positif dan negatif globalisasi yang dirangkum oleh J Naisbitt, yaitu: 

Dampak positif

Beberapa dampak positif globalisasi adalah: 

  • Mudah melakukan komunikasi 
  • Mobilitas tinggi 
  • Mudah memperoleh informasi dan ilmu pengetahuan 
  • Memacu untuk meningkatkan kualitas diri
  • Mudah memenuhi kebutuhan 
  • Menumbuhkan sikap cosmopolitan dan toleran 

Dampak negatif 

Dampak negatif dari globalisasi, yaitu: 

  • Pemborosan, meniru perilaku yang buruk
  • Mudah terpengaruh oleh hal yang tidak sesuai kebiasaan atau kebudayaan suatu negara
  • Membuat sikap menutup diri, berpikir sempit 
  • Perilaku konsumtif
  • Informasi tidak terkontrol

Baca juga: Peran Energi Listrik di Era Globalisasi Saat Ini

Dampak globalisasi bagi Indonesia 

Dikutip dari jurnal Dampak Pengaruh Globalisasi bagi Kehidupan Bangsa Indonesia (2015) oleh Nurhaidah dan Insya Musa, beberapa dampak positif dan negatif globalisasi bagi Indonesia, yakni: 

Dampak positif globalisais bagi Indonesia 

Dampak positif globalisasi bagi Indonesia adalah:

  • Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang lebih modern dan mudah dijangkau oleh masyarakat. 
  • Meningkatkan taraf kehidupan masyarakat Indonesia, karena dengan kemudahan penggunaan teknologi maka lapang pekerjaan yang terbuka juga semakin luas. 
  • Perubahan tata nilai dan sikap masyarakat Indonesia ke arah yang positif. 
  • Etos kerja dan pemikiran masyarakay Indonesia banyak yang berubah karena globalisasi. Seperti disiplin waktu, berpikir positif, dan giat bekerja. 

Dampak negatif globalisai bagi Indonesia

Beberapa dampak negatif globalisasi untuk Indonesia yakni: 

  • Perubahan gaya hidup masyarakat Indonesia, contohnya menjadi konsumtif dan sikap individualis. 
  • Adanya kesenjangan sosial di bidang ekonomi, pendidikan, dan sosial di tengah-tengah masyarakat Indonesia. 
  • Apresiasi budaya lokal yang semakin pudar, sehingga kebudayaan asli Indonesia lama-lama bisa hilang. 
  • Pergeseran nilai yang disebabkan oleh pengaruh bidaya asing yang kuat ke Indonesia dan mengubah kehidupan masyarakat yang menerimanya. 

Baca juga: Manfaat Globalisasi di Bidang Olahraga

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Cari soal sekolah lainnya

JAKARTA – Dampak positif dan negatif globalisasi tentu akan selalu ada. Globalisasi merupakan fenomena khusus dalam peradaban manusia yang terus bergerak dalam masyarakat global dan merupakan bagian dari proses manusia global itu.

Menyadur Kemendikbud, globalisasi tidak dapat dicegah atau dihindari karena sudah menjadi bagian dari kehidupan itu sendiri. Oleh karena itu, globalisasi di satu sisi menjadi penting tetapi di sisi lain membawa keburukan.

Apa saja dampak positif dan negatif dari globalisasi? Simak pembahasan berikut ini:

Baca juga: Intip 3 Tipe Gaya Belajar yang Berpengaruh pada Hasil

Baca juga: 5 Kiat Sukses Hadapi Penilaian Tengah Semester (PTS), Paling Penting Jaga Kondisi Tubuh!

1. Dampak Positif

Globalisasi memiliki sejumlah dampak positif bagi masyarakat, yakni:

a. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) sangat pesat terutama dalam teknologi informasi dan komunikasi. Dengan penemuan baru dalam iptek mendorong adanya inovasi dan kreasi untuk mencapai kemudahan di berbagai bidang yang vital seperti pangan, kesehatan dan peningkatan taraf hidup (kesejahteraan).

b. Pembangunan baik dari segi infrastruktur maupun suprastruktur semakin pesat.

c. Meningkatkan penegakan hukum, perlindungan Hak Asasi manusia (HAM), dan pendewasaan demokrasi dalam politik.

d. Meningkatnya kualitas produksi agar dapat bersaing di pasar internasional.

e. Meningkatkan kepribadian, sikap hidup, dan pola pikir, sehingga tidak mudah terpengaruh budaya negatif.

f. Kemudahan memperoleh kebutuhan hidup dengan banyak variasi dan harga yang murah.

g. Kemudahan dan kecepatan memperoleh informasi yang bermanfaat dalam aktivitas

karena sudah terhubung dengan jaringan data terpusat.

h. Memiliki wawasan lebih luas dalam memahami dan menangani persoalan dengan belajar dari permasalahan masyarakat lain.

i. Meningkatkan budaya disiplin dan etos kerja, sehingga meningkatkan hasil produktivitas dan prestasi kerja.

j. Peningkatan hubungan antar negara di sektor ekonomi sehingga terjadi kemudahan dalam bertransaksi secara online, baik dalam negeri maupun ke mancanegara.

2. Dampak Negatif

Ada pun beberapa dampak negatif dari globalisasi, yaitu:

a. Membentuk jaringan global yang merangkul seluruh dunia dan mengarahkannya pada poros kendali negara yang memiliki kekuatan ekonomi raksasa, yang menimbulkan ketergantungan negara miskin.

b. Menimbulkan kesenjangan kepemilikan modal yang mendorong timbulnya kesenjangan sosial-ekonomi masyarakat. Hal ini dapat mendorong terjadinya kapitalisme dalam dunia ekonomi.

c. Terjadinya pembangunan yang tidak merata (ketimpangan), yaitu daerah yang maju akan semakin maju dan daerah terpencil tidak bisa berkembang.

d. Menimbulkan liberalisme dalam berbagai bidang misalnya kebebasan yang melampui batas dengan mengatasnamakan HAM dan demokrasi. Juga perilaku yang melanggar

norma sosial dengan alasan asal tidak mengganggu orang lain seperti cara berpakaian, berpacaran, dan sebgainya.

e. Menimbulkan individualistis dan materialisme yang lebih mengutamakan keuntungan dan kepentingan diri (partikular) sehingga meninggalkan budaya kekeluargaan dan kegotongroyongan.

f. Menimbulkan permasalahan sosial yang mengancam nilai sosial seperti konsumerisme, sekularisme, hedonisme, materialisme, dan sebagainya.

g. Memudarnya bahkan hilangnya budaya luhur bangsa akibat pengaruh yang datang

dari luar. Banyak peniruan budaya buruk dari negara barat yang tidak sesuai dengan

budaya kita (westernisasi) yang menyimpang yang melanggar ajaran agama, moral/etika, dan hukum. Ancaman yang perlu perhatian yaitu semakin memudarnya jati diri bangsa Indonesia.

h. Masuknya paham-paham yang tidak sesuai dengan ideologi negara yang menimbulkan konflik di masyarakat akibat hubungan dengan masyarakat lain (radikalisme).

i. Meningkatnya kualitas dan kuantitas kriminalitas karena imitasi dengan banjirnya film dan tontonan dari negara asing. Hal ini mendorong merebaknya penyakit sosial

seperti pornografi, penyalahgunaan narkoba, dan lain sebagainya.

j. Kualitas lingkungan menjadi buruk akibat sampah industri yang berkembang pesat. Sumber daya alam rusak dan punah akibat eksplorasi yang tanpa kendali dalam memenuhi kebutuhan pasar internasional.

Leave a Comment