Dampak positif dan Negatif pendudukan Jepang di Indonesia di bidang militer

Lihat Foto

Kemdikbud

Diorama adegan latihan militer bagi pemuda pada masa pendudukan Jepang di Lapangan Bumijo, Jl. Tentara Pelajar (Depan Gedung SMU 17 I) pada Tahun 1942-1945. Diorama tersebut merupakan koleksi dari Museum Vredeburg Yogyakarta.

KOMPAS.com – Pendudukan Jepang di Indonesia membawa dampak pada kehidupan masyarakat Indonesia dalam berbagai bidang.

Mengutip situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, pendudukan Jepang di Indonesia membawa dampak pada lima bidang kehidupan masyarakat, yaitu:

  1. Bidang politik
  2. Bidang ekonomi
  3. Bidang sosial budaya
  4. Bidang pendidikan
  5. Bidang birokrasi dan militer

Tahukah kamu apa akibat pendudukan Jepang di Indonesia bidang birokrasi dan militer?

Baca juga: Akibat Pendudukan Jepang Bidang Ekonomi

Akibat pendudukan Jepang bidang birokrasi

Dalam bidang birokrasi, pemerintah Jepang mengeluarkan Undang-undang Nomor 27 Tentang Aturan Pemerintah Daerah dan UU No. 28 Tentang Pemerintah Shu (Syu) dan Tokubetsu Shi (Syi) yang menandai berakhirnya pemerintahan sementara.

Kedua aturan tersebut merupakan pelaksanaan struktur pemerintahan dengan datangnya tenaga sipil dari Jepang di Jawa.

Tenaga sipil dari Jepang ditempatkan di Jawa untuk melakukan tujuan reorganisasi pemerintahan Jepang yang menjadikan Jawa sebagai pusat perbekalan perang di wilayah selatan.

Sesuai dengan UU tersebut, seluruh kota di Jawa dan Madura kecuali Solo dan Yogyakarta dibagi atas:

  1. Shu (syu) (karesidenan)
  2. Shi (syi) (kotapraja)
  3. Ken (kabupaten)
  4. Gun (kawedanan)
  5. So (kecamatan)
  6. Ku (desa)

Baca juga: Akibat Pendudukan Jepang Bidang Pendidikan

Struktur pemerintahan sesuai keinginan Jepang yaitu desa disebut ku, kecamatan disebut so, kawedanan disebut gun, kotapraja disebut shi (syi), kabupaten disbeut ken dan karesidenan disebut shu (syu).

Pembentukan provinsi yang dilakukan Belanda diganti dan disesuaikan dengan struktur Jepang sehingga daerah pemerintahan tertinggi adalah shu (syu).

Meski luas wilayah shu (syu) sebesar karesidenan tetapi fungsinya berbeda. Residen adalah pembantu gubernur. Sedangkan shu adalah pemerintah otonomi di bawah shuchokan yang berkedudukan sama dengan gubernur.

Lihat Foto

SECTIE MILITAIRE GESCHIEDENES LANDMACHSTAF

Tentara Jepang berkendara di Jawa

KOMPAS.com – Masa pendudukan Jepang di Indonesia dari 1942 hingga 1945 penuh dengan derita.

Namun bukan berarti bangsa Indonesia tak mendapat apa-apa dari pendudukan itu.

Dikutip dari Sejarah Pergerakan Nasional (2015), berikut beberapa dampak positif dari pendudukan Jepang:

Diperbolehkannya bahasa Indonesia

Ketika Jepang mendarat di Indonesia pada 1942, Jepang melarang penggunaan bahasa Belanda serta seluruh hal yang berbau Belanda.

Jepang berdalih ingin membebaskan Indonesia dari imperialisme Belanda dan negara-negara Barat.

Baca juga: Kedatangan Jepang di Indonesia, Mengapa Disambut Gembira?

Dengan dipergunakannya bahasa Indonesia, Indonesia punya bahasa nasional yang diterima di berbagai daerah.

Didirikannya kumiyai

Kumiyai adalah badan yang didirikan untuk memenuhi kebutuhan pokok rakyat. Belakangan kumiyai digunakan Jepang untuk mengeruk hasil bumi.

Namun sistem kumiyai berkembang menjadi koperasi yang diterapkan di Indonesia hingga saat ini.

Ditetapkannya jenjang sekolah

Jepang menghapuskan sistem sekolah berdasarkan kelas sosial yang dijalankan Pemerintah Hindia Belanda.

Sebagai gantinya, Jepang menerapkan sekolah yang setara untuk semua dengan 12 tingkatan.

Baca juga: Sistem Pendidikan di Era Pendudukan Jepang

Penjajahan yang dilaksanakan bangsa Jepang di Indonesia dari tahun 1942-1945 di Indonesia memiliki dampak positif dan negatif bagi bangsa Indonesia sendiri. Adapun dampak positif dan negatif penjajahan bangsa Jepang di Indonesia sebagai berikut:

Dampak Positif Penjajahan Jepang di Indonesia

  • Jepang membolehkan Bahasa Indonesia sebagai bahasa komunikasi nasional.
  • Jepang ikut menggugah rakyat membentuk BPUPKI dan PPKI sebagai Persiapan Kemerdekaan Indonesia.
  • Jepang juga menginisiasi pendirian koperasi dan sekolah untuk kepentingan rakyat Indonesia.
  • Budaya Jepang yang disiplin diperkenalkan dalam kegiatan upacara bendera di sekolah.
  • Tentara Jepang bersedia melatih dan mempersenjatai pemuda Indonesia, awalnya untuk kepentingan Jepang, tapi akhirnya dipergunakan pemuda bangsa ini untuk melawan Jepang sendiri. 

Dampak Negatif Penjajahan Jepang di Indonesia 

  • Jepang menguasai daerah strategis yang dianggap penting. Sehingga Jepang melakukan kesewenang-wenangan kepada rakyat.
  • Banyak rakyat Indonesia yang mengalami siksaan fisik, penahanan tanpa alasan, perbudakan seks hingga hukuman mati.
  • Jepang menerapkan sistem kerja paksa Romusha. Sistem ini sangat tidak manusiawi dan menyebabkan banyak korban meninggal dunia.
  • Jepang menyebabkan rakyat menderita kelaparan, karena perampasan hasil bumi dan sumber pangan rakyat.

Dengan demikian, penjajahan bangsa Jepang di Indonesia memiliki dampak positif dan negatif terhadap bangsa Indonesia.

Dalam bidang birokrasi, terdapat beberapa dampak dari pendudukan Jepang, yaitu sebagai berikut.

  • Seluruh kota di Jawa-Madura (kecuali Solo dan Yogyakarta) dibagi atas syu, syi, gen, son, dan ku. Pembentukan provinsi yang dilakukan Belanda diganti dan disesuaikan dengan struktur Jepang, daerah pemerintahan yang tertinggi, yaitu Syu. Meskipun luas wilayah syu sebesar wilayah karesidenan, namun fungsinya berbeda. Apabila residen merupakan pembantu gubernur, maka Syu adalah pemerintahan otonomi dibawah shocukan yang berkedudukan sama dengan gubernur.
  • Pada masa pendudukan Jepang juga dibentuk Chuo Sangi In yang fungsinya tidak jauh dari Volksraad. Dalam Volksraad masih dapat dilakukan kritik pemerintah dengan bebas, namun sebaliknya Chuo Sangi In tidak dapat melakukan hal itu. 
  • Jepang memberikan kesempatan bangsa Indonesia untuk ikut serta dalam pemerintahan yaitu dengan membentuk badan-badan pertimbangan seperti Syu Kangi Kai dan Syu Sangi In.
  • Banyak orang Indonesia yg menduduki jabatan tinggi dalam pemerintahan.

Sedangkan dampak dari pendudukan Jepang di Indonesia dalam bidang militer adalah sebagai berikut.

  1. Jepang memberikan pelatihan militer semi militer kepada pemuda Indonesia dan mempersenjatai pemuda demi keperluan perang Jepang, seperti mengikutsertakan pemuda ke organisasi Keibodan, Heiho, Peta, dan Fujinkai.
  2. Pelanggaran HAM yang dilakukan oleh tentara Jepang karena menghukum keras orang-orang yg menentang Jepang.

Jadi, akibat pendudukan Jepang di Indonesia dalam bidang birokrasi adalah pembagian kota, dibentuknya Chuo Sangi In, dan banyak orang-orang Indonesia yang menduduki sistem pemerintahan Jepang di Indonesia. Sedangkan di bidang militer adalah banyaknya pelatihan, baik militer maupun semi militer serta adanya pelanggaran HAM yang dilakukan oleh para tentara Jepang.

Sobat Zenius, di kelas 11 kalian udah mulai flashback ke masa lalu–bukan masa lalu elo sama mantan, ya–tapi Indonesia dengan Jepang! Jepang pernah menduduki Indonesia pada tahun  1942-1945 dan melaksanakan berbagai kegiatan di negara kita ini. Kira-kira, apa aja ya dampak pendudukan Jepang di Indonesia?

Langsung aja kita bahas bareng melalui artikel ini, yuk!

Kilas Balik Pendudukan Jepang di Indonesia

Sebelum kita bahas dampak dari peristiwa sejarah ini, kita harus buka lagi rangkuman pendudukan Jepang di Indonesia. Enaknya mulai dari mana, ya?

Kita ulik lagi sejarah pendudukan Jepang di Indonesia, yuk! (Dok. Wikimedia Commons)

Coba kita lihat lagi yuk, apa sih tujuan pendudukan Jepang di Indonesia?

Jadi, dulu Jepang pernah cekcok sama Amerika Serikat yang nggak suka dengan gerakan imperialisme Jepang. Karena keributan ini, akhirnya Jepang nggak dapat suplai minyak dari Amerika Serikat. Padahal, Jepang waktu itu keperluannya lagi banyak banget.

Makanya, Jepang memantau nih, di mana lagi mereka bisa mendapatkan stok bahan bakar minyak, ya? Akhirnya, didaratkanlah sasaran Jepang pada negara Indonesia yang sedang berada di bawah jajahan sekutu.

Akhirnya, Jepang tiba di Indonesia, tepatnya di Tarakan, pada 1942. Kenapa masa ini disebut dengan “pendudukan” alih-alih “penjajahan”? Karena setibanya di Indonesia, Jepang mulai mengambil alih berbagai wilayah di Indonesia yang saat itu dikuasai oleh sekutu.

Hal ini juga menunjukkan bagaimana sifat pendudukan Jepang di Indonesia adalah secara militer. Mereka mengerahkan pasukan untuk menyerang dan merampas dari Sekutu. Setelah berhasil mengusir sekutu, dimulailah masa pendudukan Jepang di Indonesia dengan berbagai kegiatan dan kebijakannya.

Baca Juga: Proses Kedatangan Jepang ke Indonesia – Materi Sejarah Kelas 11

Apa Saja Dampak Pendudukan Jepang di Indonesia?

Dulu, rakyat Indonesia dijanjikan kemerdekaan oleh Jepang, dan ada beberapa tokoh seperti Soekarno, Moh. Hatta, dan Suwardi Suryaningrat yang menyambut baik kedatangan mereka.

Apalagi, Jepang waktu itu menunjukkan bahwa seolah-olah mereka akan benar-benar membawa Indonesia menuju kemerdekaan dengan membawa diri sebagai Hakko Ichiu, mempropagandakan gerakan 3A, memberi janji kemerdekaan, menunjukkan simpati terhadap pergerakan rakyat Indonesia untuk mengupayakan kemerdekaan, serta membentuk organisasi-organisasi yang tujuannya memberi kemudahan pada keseharian rakyat Indonesia.

Hal-hal yang gue sebutkan tadi kedengarannya kayak jadi dampak baik dari pendudukan Jepang di Indonesia. Namun sebenarnya nggak gitu, lho. Makanya ada juga pihak-pihak yang sangsi dengan kedatangan Jepang, apalagi setelah melihat dampak-dampak dari pendudukan Jepang.

Sekarang, gue akan mulai bahas dampak positif dan negatif pendudukan Jepang di Indonesia.

Ilustrasi pelatihan militer di Indonesia (Dok. Wikimedia Commons)

Pertama untuk dampak positifnya, karena Jepang kerap kali menjadikan rakyat Indonesia sebagai pembantu dalam perang, rakyat Indonesia jadi memperoleh kesempatan untuk belajar tentang hal-hal yang berkaitan dengan militer, salah satunya melalui pelatihan militer di Pembela Tanah Air (PETA). Nantinya, ilmu yang mereka dapat ini bisa mereka gunakan untuk melancarkan perlawanan-perlawanan rakyat terhadap Jepang.

Dampak positif lainnya, dulu di bidang kesenian dan kebudayaan, Indonesia udah cukup terorganisir lho, dalam dunia perfilman. Namun  saat pendudukan Jepang, hal ini lebih meningkat lagi. Hanya saja, waktu itu fokusnya cuma boleh ke menunjukkan dukungan terhadap Jepang.

Ada kegiatan pendudukan Jepang yang menumbuhkan rasa nasionalisme rakyat Indonesia (Dok. Pixabay)

Jepang juga memperbolehkan penggunaan Bahasa Indonesia. Ini berhasil membangunkan rasa nasionalisme dalam diri rakyat Indonesia. Rasa nasionalisme juga dikembangkan oleh Jepang dalam rakyat Indonesia melalui upacara bendera.

Baca Juga: Perlawanan Rakyat Indonesia Terhadap Jepang – Materi Sejarah Kelas 11

Namun, sekarang kalau kita lihat dampak negatifnya, malah ada lebih banyak, lho. Padahal, banyak janji-janji manis yang diberikan oleh Jepang kepada Indonesia.

Dalam agenda selama masa pendudukannya di Indonesia, Jepang banyak melaksanakan kegiatan-kegiatan yang pada akhirnya malah merugikan dan menyengsarakan rakyat Indonesia. Hal ini mereka lakukan untuk memenuhi keperluan mereka baik di bidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya.

Di bidang politik, Jepang melakukan restrukturisasi pemerintahan, reorganisasi administrasi, propaganda dan akomodasi tokoh penguasa melalui gerakan 3A dan organisasi-organisasi seperti Pusat Tenaga Rakyat (PUTERA), Chuo Sangi In, dan Jawa Hokokai,  serta mobilisasi massa dengan tujuan memperoleh dukungan politik dan militer dari rakyat Indonesia.

Di bidang ekonomi, balik lagi ke tujuan awal Jepang ke Indonesia adalah untuk memperoleh sumber daya alam, terutama minyak bumi. Mereka mengambil aset-aset ekonomi yang dulunya dikuasai oleh Sekutu. Mereka juga mengadakan setoran wajib dan koperasi bersama, yang akhirnya tetap merugikan rakyat Indonesia karena Jepang tetap menerima lebih banyak dari rakyat Indonesia sendiri.

Nah, di bidang sosial, Jepang melakukan eksploitasi terhadap rakyat Indonesia. Gimana caranya? Mereka membentuk Romusha atau tenaga kerja paksa yang terdiri atas para laki-laki Indonesia yang direkrut oleh Romukyokai. Sedangkan yang perempuan dijadikan Jugun Ianfu atau tenaga penghibur tentara untuk memuaskan hasrat tentara Jepang.

Baca Juga: Romusha dalam Masa Pendudukan Jepang di Indonesia – Materi Sejarah Kelas 11

Elo bisa nonton video yang menjelaskan lebih lanjut tentang kegiatan sosial pada masa pendudukan Jepang dengan klik banner di bawah ini.

Kemudian di bidang budaya, ada kebiasaan Seikerei yang ingin ditanamkan oleh Jepang pada Indonesia, tapi itu bertentangan dengan cara ibadah umat muslim. Hal itu berkaitan dengan membungkukkan badan terhadap kaisar yang merupakan manusia, padahal bagi umat muslim, gerakan ini dilakukan ketika berdoa kepada Allah.

Penutup

Oke deh, kita sudah sampai di penghujung artikel. Sekarang, elo udah paham kan, apa aja dampak pendudukan Jepang di Indonesia?

Sebelum gue tutup artikelnya, gue punya pertanyaan yang gue mau elo coba jawab sambil menyertakan pendapat elo.

Menurut elo, apa dampak negatif yang paling merugikan dan apa alasannya? Gue tunggu jawaban elo di kolom komentar, ya!

Sekian dulu untuk artikel kali ini, ketemu lagi di tulisan gue lainnya, ya!

Leave a Comment