Ekonomi kreatif dianggap penting bagi proses

Perekonomian Indonesia sekarang mulai berubah. Pada masa dahulu Perekonomian indonesia tidak mengenal dengan sistem ekonomi kreatif. Akan tetapi Negara Indonesia sudah mulai mengetahui tentang apa itu Ekonomi Kreatif. Disini Saya akan memberikan sedikit informasi dari berbagai sumber yang saya dapat tentang ekonomi kreatif. Apa itu Ekonomi Kreatif, apa alasan indonesia menggunakan sistem ekonomi kreatif, Langkah apa saja yang dilakukan pemerintah untuk menjalankan ekonomi kreatif. Langsung saja kita lihat 😀

Ekonomi Kreatif

Menurut definisi Howkins, Ekonomi Kreatif adalah kegiatan ekonomi dimana input dan outputnya adalah Gagasan. Benar juga, esensi dari kreatifitas adalah gagasan. Bayangkan hanya dengan modal gagasan, seseorang yang kreatif dapat memperoleh penghasilan yang sangat layak. Gagasan seperti apakah yang dimaksud? Yaitu gagasan yang orisinil dan dapat diproteksi oleh HKI. Contohnya adalah penyanyi, bintang film, pencipta lagu, atau periset mikro biologi yang sedang meneliti farietas unggul padi yang belum pernah diciptakan sebelumnya.

Kemampuan untuk mewujudkan kreativitas yang diramu dengan sense atau nilai seni, teknologi, pengetahuan dan budaya menjadi modal dasar untuk menghadapi persaingan ekonomi, sehingga muncullah ekonomi kreatif sebagai alternatif pembangunan ekonomi guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Alasan mengapa Indonesia perlu mengembangkan ekonomi kreatif antara lain karena ekonomi kreatif berpotensi besar dalam: Memberikan kontribusi ekonomi yang signifikan; Menciptakan Iklim bisnis yang positif; Membangun citra dan identitas bangsa; Mengembangkan ekonomi berbasis kepada sumber daya yang terbarukan; Menciptakan inovasi dan kreativitas yang merupakan keunggulan kompetitif suatu bangsa; Memberikan dampak sosial yang positif.

Ada alasan lain mengapa indonesia menggunakan sistem ekonomi kreatif  Ternyata, tersimpan ribuan bahkan jutaan potensi produk kreatif yang layak dikembangkan di Tanah Air. Tengok saja potensi itu: sekitar 17.500 pulau, 400 suku bangsa, lebih dari 740 etnis (di Papua saja 270 kelompok etnis), budaya, bahasa, agama dan kondisi sosial-ekonomi.

Nilai-nilai budaya luhur (cultural heritage) yang kental terwarisi, seperti teknologi tinggi pembangunan Borobudur, batik, songket, wayang, pencak silat, dan seni bu daya lain, menjadi aset bangsa. Tercatat pula, tujuh lokasi di Indonesia yang dijadikan situs pusaka dunia (world heritage site).

Belum lagi tingkat keragaman hayati (biodiversity) yang sukar ditandingi. Begitu banyak spesies yang khas dan tak dapat dijumpai di wilayah lain di dunia, seperti komodo, orang utan, cendrawasih. Tak ketinggalan, hasil budidaya rempah-rempah, seperti cengkeh, lada, pala, jahe, kayumanis, dan kunyit.

Semua itu bila diarahkan menjadi industri ekonomi krea tif, tentu membuahkan hasil luar biasa. Apalagi, era saat ini mengarah pada ekonomi kreatif, setelah era gelombang pertanian, gelombang industri, dan gelombang informasi, seperti teori Alvin Toffler, berlalu.

Ekonomi kreatif, kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, merupakan satu dari tiga sektor yang dapat mendorong perekonomian Indonesia di saat ekonomi dunia melambat. Dua sektor lain, yaitu pariwisata serta tenaga kerja yang handal, terampil, dan berbudaya. Tiga sektor ini, punya potensi cukup besar, keunggulan serta peluang devisa yang tinggi.

Ekonomi kreatif sangat tergantung kepada modal manusia (human capital atau intellectual capital, ada juga yang menyebutnya creative capital). Ekonomi kreatif membutuhkan sumberdaya manusia yang kreatif tentunya, mampu melahirkan berbagai ide dan menterjemahkannya ke dalam bentuk barang dan jasa yang bernilai ekonomi. Proses produksinya bisa saja mengikuti kaidah ekonomi industri, tetapi proses ide awalnya adalah kreativitas.

Berapakah penghasilan seorang seniman yang hebat? Misalnya grup musik terkenal seperti Dewa 19, atau sutradara film papan atas? Ternyata nilainya tidaklah kecil dan bahkan lebih tinggi daripada penghasilan manajer senior di dunia perbankan. Menjanjikan bukan?

Untuk mengembangkan ekonomi kreatif, pemerintah harus membuat beberapa langkah terobosan, diantaranya seperti :

  1. Menyiapkan insentif untuk memacu pertumbuhan industri kreatif berbasis budaya, dengan harapan mampu menyumbangkan devisa sebesar US$ 6 miliar pada 2010. Insentif itu mencakup perlindungan produk budaya, pajak, kemudahan memperoleh dana pengembangan, fasilitas pemasaran dan promosi, hingga pertumbuhan pasar domestik dan internasional.
  2. Membuat roadmap industri kreatif yang melibatkan berbagai departemen dan kalangan.
  3. Membuat program komprehensif untuk menggerakkan industri kreatif melalui pendidikan, pengembangan SDM, desain, mutu dan pengembangan pasar.
  4. Memberikan perlindungan hukum dan insentif bagi karya industri kreatif. Beberapa contoh produk industri kreatif yang dilindungi HKI-nya, di antaranya buku, tulisan, drama, tari, koreografi, karya seni rupa, lagu atau musik, dan arsitektur. Produk lainnya adalah paten terhadap suatu penemuan, merek produk atau jasa, desain industri, desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang.
  5. Pemerintah akan membentuk Indonesian Creative Council yang akan menjadi jembatan untuk menyediakan fasilitas bagi para pelaku industri kreatif. Keenam, pemerintah akan menyelenggarakan lomba Indonesia Creative Idol (ICI) 2008, yang bertujuan untuk melestarikan dan mengembangkan industri kreatif. Acara ini digelar di 12 kota di Indonesia selama Juni-Agustus 2008.

Dengan menggenjot perkembangan industri kreatif di Tanah Air, banyak manfaat yang bisa diraih apabila pihak pemerintah dan para pendukung ekonomi kreatif serius dalam menjalankan tugasnya, diantaranya seperti :

  1. Bisnis UKM makin berkembang sebagian besar UKM bergerak di industri kreatif. Beberapa masalah UKM di Indonesia, seperti pemasaran, promosi, manajerial, informasi, SDM, teknologi, desain, jejaring (networking), dan pembiayaan diharapkan bisa segera teratasi. Alhasil, harapan IKM menjadi penggerak utama perekonomian nasional dengan kontribusi 54% kepada PDB dan pertumbuhan rata-rata 12,2% per tahun pada 2025 bisa diwujudkan.
  2. Mengurangi tingkat kemiskinan. Menurut BPS, orang miskin pada 2007 telah mencapai 16,5% (sekitar 37,1 juta jiwa), naik dibanding tahun 2005 yang 15,9%.
  3. Mengurangi tingkat pengangguran. Pada 2005, tingkat pengangguran resmi tercatat pada titik tertinggi, yakni 10,3%. Sementara itu angka pengangguran terbuka pada Agustus 2007 mencapai 10,01 juta orang. Tingkat pengangguran pedesaan sedikit lebih tinggi daripada di perkotaan. Mulai tahun 2000 seterusnya, ada kecenderungan meningkatnya pengangguran di kalangan perempuan dan orang muda. Studi Profesor Harvey Brenner dari Johns Hopkins University AS menunjukkan bahwa setiap 1% tambahan angka pengangguran akan mengakibatkan 37 ribu kematian, 920 orang bunuh diri, 650 pembunuhan dan 4000 orang dirawat di rumah sakit jiwa.

KESIMPULAN

Kesimpulah dari hasil penjelasan di atas adalah bahwa realitas dan fenomena ekonomi kreatif sebenarnya bukanlah hal yang baru bagi Indonesia yang telah terbukti memiliki aset kreativitas sejak dulu. Indonesia tidak kekurangan modal kreatifitas hanya kekurangan kemampuan mengintegrasikannya. Untuk itu langkah-langkah yang dibutuhkan adalah: Mengenali apa yang kita miliki (jati diri bangsa dan potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia) dan menyusun langkah-langkah konstruktif sebagai berikut :

  1. Menyusun Cetak Biru Ekonomi Kreatif Indonesia yang melibatkan seluruh Stake Holder.
  2. Mengajukan usulan kebijakan Ekonomi Kreatif yang konprehensif.
  3. Menggiatkan inisiatif, baik swasta maupun Pemerintah untuk menciptakan tempat-tempat pengembangan talenta industri kreatif didaerah-daerah.
  4. Menciptakan produk & jasa yang kreatif dan berbasis budaya berdasarkan prioritasnya, misalnya :
    1. Pariwisata
    2. Kerajinan
    3. Gaya Hidup (spa, herbal, kulinari)
    4. Furniture, dll
  5. Menciptakan pasar berbasis budaya didalam negeri karena selama ini selalu menjadi target pasar dari negara lain.
  6. Menumbuhkan semangat invovasi dan kreativitas didalam dunia pendidikan agar generasi muda mampu melahirkan gagasan baru berdasarkan apa yang sudah dimiliki sejak dulu.
  7. Transfer teknologi yang konsisten terhadap industri kreatif berwawasan budaya seperti disebut diatas.
  8. Meningkatkan pendapatan devisa berbasis kreatif atas sektor-sektor tersebut diatas.
  9. Promosi Potensi Indonesia.
    1. Alam
    2. Warisan Budaya (herritage)
    3. Budaya
  10. Sosialisasi, diseminasi dan promosi secara sistimatis tentang kekuatan Indonesia dibidang Industri kreatif agar diperhitungkan di Peta kompetensi Dunia.

Sumber :

Apakah kamu tau apa itu ekonomi kreatif? Dan mengapa ekonomi kreatif perlu dikembangkan di Indonesia?

Negara Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alamnya yang melimpah. Namun hingga saat ini, masih banyak sekali barang-barang yang dijual di pasar Indonesia yang merupakan barang impor dari luar negeri. Barang-barang impor tersebut mulai dari alat-alat kesehatan, hingga kebutuhan pokok, contohnya yaitu beras.

Sebagai negara yang kaya akan sumber daya alam, Indonesia seharusnya bisa menghasilkan banyak produk sendiri. Oleh karena itu, negara Indonesia ini perlu untuk mengembangkan ekonomi kreatif dengan menghasilkan produk produk kita sendiri. Untuk menghasilkan produk produk tersebut, maka diperlukannya tangan-tangan kreatif dan inovatif.

Ekonomi Kreatif Perlu Dikembangkan Indonesia

Pada umumnya, ekonomi kreatif merupakan kegiatan ekonomi di mana didalamnya memanfaatkan kreatifitas, pemikiran, bakat, serta inovasi yang dilakukan oleh individu guna menciptakan kesejahteraan rakyat. Sektor-sektor perkembangan ekonomi kreatif yang saat ini berkembang di Indonesia yaitu arsitektur, desain interior, kuliner, perfilman dan periklanan, musik, dan masih banyak lagi.

Ekonomi kreatif ini juga berguna untuk menjadi alternatif disaat ekonomi suatu negara sedang menurun, dimana ini akan mengembalikan kondisi ekonomi tersebut. Selain itu, terdapat beberapa alasan lain mengapa ekonomi kreatif perlu dikembangkan di Indonesia.

Berikut merupakan alasan mengapa ekonomi kreatif perlu dikembangkan di Indonesia:

1. Menghadirkan Banyak Tenaga Kerja

Sektor pada ekonomi kreatif ini sungguh beragam, yang bahkan ada lebih dari sepuluh sektor. Maka dengan beragamnya sektor yang ada pada ekonomi kreatif, pasti akan menghadirkan pula banyak tenaga kerja dari berbagai latar belakang pendidikan dan kemampuan.

Dengan banyaknya tenaga kerja yang akan diserap, maka itu akan mengurangi angka pengangguran juga. Oleh karena itu, secara langsung ekonomi kreatif ini dapat mengurangi angka kemiskinan di Indonesia. Itulah mengapa ekonomi kreatif perlu dikembangkan di Indonesia.

2. Mempromosikan Identitas Bangsa

Identitas bangsa dapat diciptakan apabila kita memiliki suatu ciri khas dan budaya tersendiri yang tidak dimiliki oleh negara lain. Dengan ekonomi kreatif, kita bisa menciptakan identitas tersebut dengan produk-produk yang kita buat dan mempromosikan budaya kearifan lokal.

3. Meningkatkan Industri Kreatifitas

Untuk mengembangkan ekonomi kreatif, diperlukan orang-orang yang memiliki kreatifitas dan inovasi tinggi. Namun jangan khawatir, buat kamu yang belum melihat sisi kreatif dari diri kamu, dengan ekonomi kreatif ini kamu akan terbiasa berfikir cepat, logis, dan kreatif. Sehingga jiwa-jiwa kreatif orang-orang yang berada di industri kreatif ini akan terangsang dengan sendirinya.

Tidak hanya pada industri ekonomi kreatif, sebenarnya pemikiran kreatif sangat diperlukan dalam setiap industri. maka latih lah pikiranmu agar terbiasa untuk berpikir dan memecahkan berbagai masalah yang ada.

4. Persaingan Positif

Alasan mengapa ekonomi kreatif perlu dikembangkan di Indonesia yang keempat yaitu memberi dampak positif. Atas ketiga alasan di atas, dapat dilihat bahwa banyaknya dampak positif yang kita dapatkan dari industri ekonomi kreatif.

Dampak positif ini ada pada beberapa bidang, pertama pada bidang bisnis. Dengan adanya ekonomi kreatif ini, semakin banyak dari orang-orang yang akan menuangkan ide kreatifnya menjadi suatu bentuk usaha. Sehingga industri bisnis pun menjadi lebih beragam lagi.

Kedua yaitu dampak positif pada kehidupan sosial masyarakat. Dengan adanya ekonomi kreatif, masyarakat akan lebih sering bersinggungan karena berada oada industri yang sama ataupun karena suatu kerjasama. Maka ini akan berakibat pada terjalinnya suatu komunikasi yang baik.

Yang terakhir yaitu dampak positif pada ekonomi. Tidak hanya ekonomi mesyarakatnya saja, tetapi dampak positif ini juga dirasakan oleh negara. Dengan adanya ekonomi kreatif, pengangguran berkurang, maskyarakat miskin pun akan berkurang. Selain itu, ekonomi kreatif ini secara tidak langsung akan berkontribusi pada peningkatan kondisi keuangan negara.

Itulah mengapa ekonomi kreatif perlu dikembangkan di Indonesia, karena dampak positifnya sangat banyak dan sangat berpengaruh bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia.

5. Sumber Daya Kreatif Dapat Diperbaharui dan Berkembang

Ekonomi kreatif merupakan industri yang memanfaatkan kreatifitas, inovasi, bakat, serta kemampuan dari manusia yang dapat diperbaharui. Maka dalam menjalankan ekonomi kreatif ini kita tak akan kehabisan sumber daya. Maka dari itu lah mangapa ekonomi kreatif perlu dikembangkan di Indonesia.

Itulah lima alasan mengapa ekonomi kreatif perlu dikembangkan di Indonesia. Indonesia sebenarnya tidak kekurangan orang-orang kreatif dan modal, namun Indonesia kekurangan orang-orang yang memiliki kemampuan untuk mengintegrasikan hal tersebut. Maka kita sebagai generasi masa kini harus mampu membantu perekonomian negara kita dengan mewujudkan industri-industri kreatif.

Leave a Comment