Energi alternatif yang dapat digunakan untuk menggantikan batubara adalah

ANALISIS

Chandra Erlangga | CNN Indonesia

Kamis, 18 Nov 2021 11:05 WIB

Ilustrasi. COP26 menghasilkan kesepakatan untuk mengurangi penggunaan batu bara pada 2040, lantas energi alternatif apa yang bisa jadi tumpuan? (ANTARA/ADITYA PRADANA PUTRA)

Jakarta, CNN Indonesia

Pemanfaatan energi batu bara yang merupakan bagian dari energi fosil telah lama digunakan di dunia. Tercatat, sekitar abad 19-an energi fosil sudah digunakan untuk hasilkan listrik.

Penggunaan energi fosil lantas meningkat seiring tumbuhnya industri dan penggunaan listrik manusia. Eksploitasi energi fosil berkembang dengan memanfaatkan gas alam hingga minyak bumi.

Namun, ironisnya bahan bakar fosil yang digunakan kerap dinilai merusak lingkungan, imbas proses pembakaran yang dapat mempengaruhi suhu global.

Belum lama, Indonesia dan 22 negara lainnya berkomitmen menghentikan penggunaan pembangkit listrik tenaga batu bara secara bertahap dan memulai transisi ke energi ramah lingkungan, di KTT COP26, Glasgow pekan lalu.

Ketentuan ini dilakukan untuk membatasi kenaikan suhu global tak lebih dari 1,5 derajat Celsius sehingga dunia dapat mencapai emisi karbon nol bersih pada tahun 2050.

Namun, keberatan dari sejumlah negara membuat kesepakatan penghentian tidak jadi dilakukan. Tapi beralih menjadi pengurangan penggunaan batu bara. Langkah ini membuat sebagian pihak pesimis target kenaikan pemanasan global kurang dari 1,5 derajat Celsius bakal tercapai. Lalu sumber energi apa yang ideal untuk menggantikan bahan bakar fosil?

Para ahli mengemukakan sejumlah alternatif mulai dari energi air, angin, matahari, panas bumi, hingga nuklir. Energi alternatif pengganti energi fosil ini memang terbilang melimpah. Tapi, peneliti di Pusat Penelitian Geoteknologi BRIN, Anggoro Tri Mursito tak menampik dari segi harga listrik yang dijual energi alternatif tak semurah energi yang peroleh dari konversi bahan baku fosil.

Meski tarif listrik dari energi alternatif tak mampu bersaing dengan energi fosil, Anggoro memprediksi harga itu bakal stabil, lantaran tak terpengaruh harga bahan baku global, seperti halnya batu bara dan minyak.

Anggoro pun menilai Indonesia harus segera memulai transisi penggunaan energi baru terbarukan (EBT).

“Skenario pengganti batubara, mau tidak mau peralihan itu dilakukan dan dioptimalkan dari sekarang, katakanlah 2030 atau 2040 harus setop total misalnya, ya dari sekarang segera, 2040 tuh sebentar lagi,” tuturnya.

Energi air

Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional(BRIN) sekaligus Executive Director of Asia Pacific Centre for Ecohydrology (APCE), Ignasius D.A Sutapa menjelaskan sederet energi yang ideal pengganti energi fosil. Di antaranya pemanfaatan energi dari air atau hydropower.

Ia menilai Indonesia sudah cukup lama memanfaatkan air menjadi energi listrik, dengan membangun bendungan yang juga bisa berguna sebagai irigasi hingga penampung air.

“Indonesia juga sudah menggunakan hydropower cukup lama, menggunakan bendungan bukan hanya untuk irigasi tetapi untuk pembangkit listrik utamanya,” ujar Ignasius kepada CNNIndonesia.com lewat sambungan telepon, Rabu (17/11).

Ia menilai prnggunaan hydropower di Indonesia merupakan sumber energi yang potensial. Selain itu hudropower juga disebut Ignasius tak hasilkan gas buang. Hydropower dijelaskan Ignasius hanya menggunakan air untuk menggerakkan turbin sehingga menghasilkan listrik.

“Hanya harus dilihat di mana lokasi yang potensial kemudian cukup lanskapnya bisa. Walaupun sekarang upaya untuk microhydro atau yang ukuran kecil sudah mulai marak juga,” tuturnya.

Potensi energi Angin, Air, Biodiesel

BACA HALAMAN BERIKUTNYA

Energi alternatif adalah istilah yang merujuk kepada semua sumber energi yang dapat digunakan yang bertujuan untuk menggantikan bahan bakar konvensional tanpa akibat yang tidak diharapkan dari hal tersebut. Umumnya, istilah ini digunakan untuk mengurangi penggunaan bahan bakar hidrokarbon yang mengakibatkan kerusakan lingkungan akibat emisi karbon dioksida yang tinggi, yang berkontribusi besar terhadap pemanasan global berdasarkan Intergovernmental Panel on Climate Change. Selama beberapa tahun, apa yang sebenarnya dimaksud sebagai energi alternatif telah berubah akibat banyaknya pilihan energi yang bisa dipilih yang tujuan yang berbeda dalam penggunaannya.

Istilah “alternatif” merujuk kepada suatu teknologi selain teknologi yang digunakan pada bahan bakar fosil untuk menghasilkan energi. Teknologi alternatif yang digunakan untuk menghasilkan energi dengan mengatasi masalah dan tidak menghasilkan masalah seperti penggunaan bahan bakar fosil.

Oxford Dictionary mendefinisikan energi alternatif sebagai energi yang digunakan bertujuan untuk menghentikan penggunaan sumber daya alam atau pengrusakan lingkungan.

Dalam sejarahnya, transisi penggunaan energi alternatif berdasarkan faktor ekonomi, hadirnya suatu sumber energi baru bertujuan untuk menggantikan sumber energi yang lama yang semakin langka dan mahal, tidak ekonomis lagi, atau tidak dapat diakses lagi.

Batu bara sebagai alternatif kayu

Berdasarkan catatan Norman F. Cantor, Eropa telah hidup pada abad pertengahan dengan hutan yang sangat lebat. Setelah tahun 1200-an, bangsa Eropa menjadi sangat terlatih dalam melakukan deforestasi dan pada tahun 1500-an mereka kehabisan kayu untuk pemanas ruangan dan memasak. Pada masa tersebut, Eropa berada di ujung ketersediaan bahan bakar dan bencana nutrisi, hingga ditemukannya batu bara lunak dan pertanian kentang dan jagung menyelamatkan mereka dari bencana kelaparan.

Bahan bakar minyak sebagai aternatif minyak paus

Minyak paus adalah bahan bakar dominan di awal abad ke 19, tetapi di pertengahan abad, stok paus berkurang dan harga minyak paus meningkat tajam dan tidak dapat bersaing dengan sumber bahan bakar minyak yang murah dari Pennsylvania yang baru saja dikembangkan pada tahun 1859.

Alkohol sebagai alternatif bahan bakar fosil

Pada tahun 1917, Alexander Graham Bell mengusulkan etanol dari jagung dan bahan pangan lainnya sebagai bahan bakar pengganti batu bara dan minyak dan menyatakan bahwa dunia dekat dengan masa di mana kedua jenis bahan bakar tersebut akan segera habis. Sejak tahun 1970, Brasil telah memiliki program bahan bakar etanol yang menjadikan negara tersebut penghasil etanol kedua terbesar di dunia setelah Amerika Serikat dan eksportir terbesar dunia. Program etanol Brazil menggunakan peralatan modern dan bahan baku tebu yang murah sebagai bahan baku, dan residu yang dihasilkan dari proses tersebut digunakan sebagai sumber energi untuk proses berikutnya. Saat ini tidak ada lagi kendaraan pribadi di Brazil yang dijalankan dengan bensin murni. Di akhir tahun 2008 Brazil telah memiliki sedikitnya 35.000 stasiun pengisian bahan bakar dengan sedikitnya satu pompa etanol.

Etanol selulosit dapat diproduksi dari berbagai macam bahan pangan, dan melibatkan penggunaan seluruh bagian hasil pertanian. Pendekatan baru ini meningkatkan hasil etanol yang diproduksi dan mengurangi emisi karbon karena jumlah energi pertanian yang digunakan sama untuk sejumlah etanol yang lebih tinggi.

Gasifikasi batu bara sebagai alternatif bahan bakar minyak yang mahal

Pada tahun 1970, pemerintahan Presiden Amerika Serikat Jimmy Carter mengusulkan gasifikasi batu bara sebagai alternatif bahan bakar minyak yang mahal yang sebagian besar diimpor. Program ini, termasuk Synthetic Fuels Corporation, terbengkalai ketika harga bahan bakar minyak turun pada tahun 1980-an.

Energi terbarukan sebagai alternatif energi tak terbarukan

Energi terbarukan adalah energi yang dihasilkan dari sumber alami, seperti cahaya matahari, angin, hujan, arus pasang surut, dan panas bumi, yang terbarui atau secara alami dapat muncul kembali setelah dipergunakan. Ketika dibandingkan dengan proses produksi energinya, terdapat perbedaan mendasar antara energi terbarukan dengan bahan bakar fosil. Proses produksi bahan bakar fosil sulit dan membutuhkan proses dengan peralatan, proses fisik dan kimia yang rumit. Di lain hal, energi alternatif dapat diproduksi dengan peralatan dasar dan proses alam yang sangat mendasar.

Sumber energi terbarukan seperti biomassa kadang-kadang disebut sebagai alternatif untuk bahan bakar fosil yang membahayakan bagi ekologi, karena jika biomassa dikomersialkan dikhawatirkan akan membahayakan hutan sebagai penghasil biomassa terbesar (kayu juga merupakan biomassa). Energi terbarukan belum tentu energi alternatif dengan tujuan tersebut. Seperti contoh, di Belanda, yang pernah digunakan minyak kelapa sawit sebagai bahan bakar bio, saat ini dihentikan akibat bukti ilmiah bahwa penggunaannya menciptakan kerusakan lebih parah dibandingkan bahan bakar fosil, seperti kemungkinan ekspansi lahan kelapa sawit yang dapat menghabiskan hutan alami. Mengenai bahan bakar bio dari bahan pangan, realisasi mengkonversi seluruh hasil panen di Amerika Serikat hanya mampu menggantikan 16% bahan bakar mobil yang dibutuhkan, dan pemusnahan hutan hujan tropis, yang selama ini sebagai penyerap CO2, untuk dijadikan ladang penghasil bahan bakar bio, sangat jelas akan mengakibatkan efek negatif yang sangat signifikan bagi ekologi dan menghasilkan peningkatan harga bahan pangan akibat kompetisi pasar. Saat ini, alternatif terhadap bahan bakar bio berkelanjutan sedang diupayakan dalam bentuk etanol selulosit.

Alternatif “zero carbon”

Dari sudut pandang isu perubahan iklim, bahan bakar ekonomis rendah karbon adalah sumber alternatif untuk mengeliminasi emisi karbon dan metana. Demi tujuan ini, sumber energi terbarukan dan berkelanjutan seperti biomassa, dan hidrogen yang dihasilkan dari gas alam, tidak tersedia secara ekonomis untuk melawan peningkatan karbon secara global. Energi nuklir dan tehnik penangkapan dan penyimpanan karbon seperti teknologi batu bara bersih adalah teknologi energi alternatif yang rendah emisi karbonnya, tetapi tidak sesuai dengan tujuan bahwa energi alternatif harus tidak merusak lingkungan.

Alternatif kemandirian energi

Di Eropa, terdapat harapan untuk lebih mandiri dan tidak bergantung lagi terhadap suplai energi (minyak dan gas) dari Rusia, begitu juga di Amerika Serikat yang berharap terbebas dari impor minyak yang diproduksi oleh negara lain. Dari sudut pandang ini, gas alam domestik, bahan bakar fosil, adalah energi alternatif terhadap bahan bakar yang diimpor dari luar. Ini adalah sudut pandang T. Boone Pickens yang menjelaskan Pickens Plan untuk kemandirian energi, dan merefleksikan undang-undang di Negara Bagian Florida, Amerika Serikat. Meski gas alam tidaklah dapat diperbarui, tetapi dalam sudut pandang ini, hal tersebut adalah energi alternatif.

Area penangkapan energi angin mengapung sama dengan area penangkapan energi angin biasa namun mengapung di tengah-tengah lautan. Area penangkapan energi angin lepas pantai dapat ditempatkan di perairan sedalam 40 meter. Keuntungan area penangkapan energi angin mengapung adalah kemampuannya menangkap energi angin di tengah lautan tanpa halangan bukit, pepohonan, dan bangunan; angin di tengah lautan dapat mencapai kecepatan dua kali kecepatan angin di daratan. Perusahaan energi Norwegia, StatoilHydro, akan melakukan percobaan pertama area penangkapan energi angin mengapung di musim gugur 2009.

Biogas hasil pencernaan

Biogas hasil pencernaan berhubungan dengan pemanfaatan gas metana yang dilepaskan ketika kotoran hewan membusuk. Gas ini dapat diperoleh dari sampah dan sistem saluran limbah. Sistem penghasil biogas digunakan untuk menghasilkan untuk memproses gas metana melalui bakteri atau dekomposer yang memecah biomassa dalam lingkungan atau kondisi anaerobik. Gas metana yang dikumpulkan dan dimurnikan dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif.

Heliokultur

Heliokultur adalah proses memanen energi matahari menjadi bahan bakar dengan memindahkan karbon dioksida di atmosfer dengan memanfaatkan pertanian.

Akibat peningkatan harga gas pada tahun 2008 dengan peningkatan harga bahan bakar hingga 4 US dollar per galon ketika itu, telah ada gerakan untuk mengembangkan kendaraan dengan efisiensi bahan bakar yang lebih tinggi serta kendaraan dengan bahan bakar alternatif. Menanggapi hal tersebut, banyak perusahaan kecil meningkatkan penelitian dan pengembangan untuk secara radikal mengubah cara menggerakkan kendaraan pribadi. Dan saat ini, kendaraan Hybrid dan bertenaga baterai telah tersedia secara komersial dan dapat diterima masyarakat secara luas di seluruh dunia.

  • Glosarium Energi Alternatif
  • Oxford Dictionary dalam askoxford.com
  • Baru Bara dan Revolusi Industri
  • Pohon dan Kayu: Antara Mitos dan Realita Diarsipkan 2008-12-17 di Wayback Machine., Peran Penting Hutan dan Kayu dalam Era Besi
  • Statistik industrial: Produksi Etanol Tahunan di Seluruh Dunia per Negara Diarsipkan 2008-04-08 di Wayback Machine.
  • Bahan Bakar Bio Melihat ke Depan
  • Etanol Selulosit
  • Teknologi Biogas
  • Resep Membuat Bahan Bakar Bio Menggunakan Campuran Karbon Dioksida, Lumpur, dan SInar Matahari
  • Gasifikasi Batu Bara Diarsipkan 2013-06-02 di Wayback Machine.

Diperoleh dari “

Leave a Comment