Flek coklat dan nyeri perut bagian bawah saat hamil muda

Malam dok, saya hamil 4 minggu, tetapi selama masa kehamilan saya selalu mengeluarkan flek coklat, dan saya hanya merasakan kram perut yg ringan, Pada tanggal 19 kemarin saya kluar flek coklat yg lebih banyak dari pada biasa nya, dan sama sekali tidak ada kram perut , hanya nyeri pinggang biasa kalau terlalu lama duduk, apakah ini normal dok? Atau apakah ini tanda keguguran,? Mohon di jawab dok, terimakasih …

Tidak sedikit ibu hamil bingung membedakan flek cokelat sebagai tanda kehamilan normal atau tidak normal.

Astrid Prihatini WD/Newswire – Solopos.com
Sabtu, 8 Januari 2022 – 20:18 WIB

SOLOPOS.COM – Ilustrasi positif hamil. (Freepik)

Solopos.com, SOLO-Agar Anda tidak salah membedakan flek cokelat sebagai tanda kehamilan normal atau tidak normal, sebaiknya ketahui ciri-cirinya.  Namun bila Anda ragu, Anda bisa berkonsultasi kepada dokter kandungan Anda.

Flek cokelat tanda awal kehamilan umumnya terjadi 6–14 hari setelah proses pembuahan. Bercak yang keluar bisa juga berwarna merah muda, merah, atau cokelat muda.

Umumnya, bercak darah atau flek cokelat yang keluar sangat sedikit dan hanya terjadi selama beberapa jam atau beberapa hari saja saat awal kehamilan. Keluarnya flek tersebut biasanya akan berhenti dengan sendirinya seiring proses implantasi selesai.

Terkadang, flek cokelat sebagai tanda awal kehamilan juga biasanya disertai kram perut. Namun, kram yang muncul umumnya hanya bersifat ringan, tidak seperti kram saat menstruasi. Perdarahan implantasi biasanya juga disertai dengan gejala ringan lainnya, seperti mudah lelah, mual dan muntah, serta nyeri ringan di payudara.

Baca Juga: Kenali Tanda-Tanda Menjalin Hubungan Asmara Karena Takut Kesepian

Untuk memastikan bahwa flek cokelat yang keluar dari vagina adalah tanda awal kehamilan atau bukan, Anda disarankan untuk melakukan tes kehamilan menggunakan testpack di rumah.

Flek Cokelat Tanda Kehamilan Tidak Normal

Selain karena perdarahan implantasi, flek cokelat dari vagina juga normal terjadi ketika ibu hamil berhubungan seksual. Perdarahan ringan dari vagina ini umumnya akan hilang dalam waktu beberapa hari setelah ibu hamil beristirahat.

Mengutip laman alodokter.com, Sabtu (8/1/2022), pada beberapa kasus, keluarnya flek cokelat saat hamil juga bisa disebabkan oleh kondisi lain yang tidak normal, yaitu: kehamilan ektopik.  Kehamilan ektopik terjadi ketika sel telur yang telah dibuahi menempel di luar dinding rahim, misalnya di tuba falopi atau rongga perut. Kondisi ini bisa menyebabkan perdarahan ringan hingga berat dari vagina.

Darah yang keluar dari vagina akibat kehamilan ektopik biasanya berwarna kecokelatan atau merah gelap. Selain flek cokelat, wanita yang mengalami kehamilan ektopik juga bisa mengalami gejala lain, yaitu nyeri panggul atau perut bagian bawah yang memburuk seiring waktu, lemas dan pusing, dan terasa seperti akan pingsan.

Baca Juga: Ladies Perhatikan Ini! 3 Tanda Pria Benar-Benar Mencintai Anda

Jika tidak diatasi, kehamilan ektopik ini dapat menyebabkan perdarahan berat yang berbahaya. Oleh karena itu, setiap wanita perlu memeriksakan diri ke dokter jika mengalami flek cokelat yang mengarah pada gejala kehamilan ektopik.

Keguguran

Tanda utama keguguran adalah keluarnya darah dari vagina, baik dalam bentuk bercak berwarna kecokelatan atau darah yang mengalir. Perdarahan ini bisa hilang timbul atau berlangsung selama beberapa hari.

Perdarahan akibat keguguran biasanya disertai dengan gejala lain, seperti kram dan nyeri perut hebat, serta keluarnya gumpalan atau jaringan vagina. Ketika muncul gejala atau tanda bahaya tersebut, ibu hamil dianjurkan untuk segera memeriksakan diri ke dokter kandungan agar penanganan dapat dilakukan secepatnya.

Baca Juga: Dikoleksi Para Artis, Berapakah Harga Boneka Arwah Termahal di Dunia?

Pada sebagian besar kasus, flek cokelat tanda kehamilan merupakan hal yang normal dan dapat terjadi kapan saja di masa kehamilan. Flek ini biasanya tidak disertai gejala yang mengganggu dan hanya berlangsung dalam waktu yang singkat.

Namun, jika Anda sedang hamil dan mengalami flek cokelat yang disertai nyeri perut yang hebat, sakit kepala, pusing, atau lemas, Anda perlu waspada dan disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter kandungan agar dapat diberikan penanganan bila memang ada gangguan.

Kata Kunci : Ibu Hamil Kesehatan Reproduksi Kehamilan

Apabila ibu hamil mengalami flek coklat saat hamil bahkan sampai perdarahan hebat, segera konsultasikan dengan dokter.

Biasanya, dokter akan menyarankan untuk menghindari aktivitas berat untuk mengistirahatkan panggul.

Hal ini termasuk untuk memberi jeda dalam berhubungan seksual.

2. Plasenta abruptio atau solusio

Kondisi plasenta solusio sering terjadi pada trimester kedua dan ketiga kehamilan. Plasenta abruptio merupakan lepasnya plasenta dengan dinding rahim.

Namun, tidak menutup kemungkinan mengalami perdarahan berat sampai pembekuan darah yang efeknya, sakit perut, kram, nyeri sekitar uterus, dan nyeri punggung.

3. Bayi meninggal dalam kandungan (stillbirth)

Kondisi bayi meninggal dalam kandungan (stillbirth) biasanya terjadi dengan tanda perdarahan saat hamil.

WHO menyebutkan, stillbirth terjadi pada janin usia 28 minggu atau lebih tanpa ada tanda kehidupan dari janin.

Tanda yang bisa ibu hamil rasakan ketika janin mengalami stillbirth adalah:

  • nyeri perut atau kram,
  • perdarahan dari vagina, dan
  • kontraksi.

Sementara itu, beberapa faktor yang meningkatkan risiko ibu hamil mengalami still birth yaitu:

  • kegemukan,
  • merokok,
  • hamil usia lanjut,
  • mengandung bayi lebih dari satu (kembar),
  • mengalami komplikasi kehamilan.

Bayi meninggal dalam kandungan (still birth) merupakan kondisi yang bisa terjadi pada siapa saja.

Namun, bisa dihindari dengan mengurangi salah satu faktor risiko sehingga perlu berkonsultasi diskusi dengan dokter untuk mengatasi faktor risikonya.

4. Rahim robek (ruptur uteri)

Perdarahan juga menjadi tanda adanya risiko rahim robek atau ruptur uteri saat persalinan.

Tanda-tanda ibu mengalami rahim robek adalah adanya jeda pada kontraksi.

Faktor risiko yang meningkatkan ini adalah riwayat menjalani operasi caesar.

5. Luka pada serviks

Perdarahan atau flek coklat saat hamil juga bisa terjadi karena trauma serviks. Hal ini terjadi tiba-tiba dan penyebabnya adalah hubungan seksual.

Biasanya, ibu akan merasakan nyeri panggul ringan hingga sedang tergantung pada tingkat kerusakan pada serviks.

Tanda dari kondisi ini adalah memar dan area serviks yang lebih lunak terkadang terasa tidak nyaman.

Perbedaan perdarahan dan flek saat hamil

Apakah flek saat hamil sama dengan perdarahan? Sebenarnya tidak, tapi keduanya berhubungan.

American Pregnancy Association menjelaskan bahwa perdarahan adalah kondisi keluarnya darah dari vagina selama hamil.

Ini bisa terjadi kapan saja, mulai dari masa pembuahan sampai akhir masa kehamilan.

Bercak darah saat hamil termasuk dalam perdarahan ringan dan jadi hal biasa, terutama trimester pertama kehamilan.

Tanda flek tidak berat yaitu darah yang keluar tidak pekat dan ringan, bahkan darahnya tidak sampai menutupi penuh pantyliner.

Sementara itu, perdarahan adalah aliran darah yang lebih berat. Maka dari itu, ibu membutuhkan pembalut agar tidak membasahi celana karena mirip dengan kondisi menstruasi.

Apabila merasa perdarahan mirip seperti menstruasi, sebaiknya segera datang ke dokter.

Cara mengatasi flek darah saat hamil

Baik itu Moms yang baru pertama kali menjadi seorang ibu atau sudah pernah hamil sebelumnya, bercak atau pendarahan ringan pasti bisa membuat kita merasa takut. Apakah sebenarnya flek coklat saat hamil muda kerap kita alami?

Tetapi pendarahan atau bercak coklat yang sering terjadi selama kehamilan kadang-kadang benar-benar normal dan hampir sepertiga dari semua wanita hamil akan mengalaminya.

Pendarahan bisa terjadi karena beberapa alasan, bahkan terkadang tidak berhubungan dengan kehamilan.

Sebagian besar flek coklat saat hamil muda ini tidak berbahaya tetapi kadang-kadang bisa menjadi tanda beberapa komplikasi seperti keguguran, kehamilan ektopik, dan plasenta previa, dan karenanya tidak boleh diabaikan.

Tetapi bagaimana jika Moms mengalami flek coklat saat hamil muda? Berbahayakah atau merupakan flek yang normal terjadi? Yuk simak penjelasannya di bawah ini.

Baca Juga: Flek Hitam Muncul Ketika Hamil? Ini Cara Mengatasinya

Penyebab Flek Coklat Saat Hamil Muda Trimester Pertama

Foto: Orami Photo Stock

ADVERTISEMENT

Flek coklat saat hamil muda berbeda dengan pendarahan. Flek coklat saat hamil muda pada vagina sering terjadi pada trimester pertama kehamilan dan biasanya tidak menjadi masalah yang serius.

Namun, flek atau pendarahan yang terjadi pada trimester kedua dan ketiga bisa menjadi tanda komplikasi kehamilan.

“Berhubungan intim bisa menyebabkan flek. Ini dikarenakan daerah serviks pada wanita hamil menerima aliran darah lebih banyak. Inilah yang dinamakan ektopie atau kondisi di mana selaput lendir rahim tumbuh berlebihan sampai leher rahim,” jelas dr. Adnan Yusuf dari meetdoctor.com.

Sifatnya mudah berdarah akibat sentuhan atau gesekan, sehingga menimbulkan flek-flek darah usai Moms berhubungan seksual. Hal tersebut normal dan biasanya tidak menimbulkan keguguran.

Berikut beberapa kemungkinan yang akan terjadi bila wanita hamil mengalami flek coklat saat hamil muda.

1. Keguguran Dini

Flek coklat saat hamil muda bisa menjadi tanda awal keguguran. Keguguran dini terjadi selama 13 minggu pertama kehamilan.

Gejalanya adalah kram atau nyeri pada perut atau panggul. Keguguran perdefinisi adalah keluarnya sebagian atau seluruh hasil konsepsi yang terjadi di awal kehamilan dan biasanya ketika janin belum berkembang.

Flek coklat saat hamil muda 6 minggu, bisa terjadi pendarahan yang semakin parah.

Menurut jurnal Association Between First-Trimester Vaginal Bleeding and Miscarriage, pendarahan hebat pada trimester pertama, terutama bila disertai rasa sakit, dikaitkan dengan risiko keguguran yang lebih tinggi.

Namun jika hanya bercak saja itu normal, terutama jika hanya berlangsung 1–2 hari.

Moms juga mungkin mengalami nyeri punggung ringan hingga parah, kram atau kontraksi, dan gejala kehamilan yang tiba-tiba berkurang.

2. Kehamilan Ektopik

Foto: Orami Photo Stock

Kehamilan ektopik adalah keadaan darurat medis yang terjadi pada trimester pertama kehamilan Moms. Kehamilan ini merupakan kehamilan yang terjadi di luar rahim, yaitu di tuba falopi atau bagian rongga perut lainnya.

Moms perlu segera memeriksakan diri jika terjadi flek coklat saat hamil muda dengan kemungkinan kehamilan ektopik, karena kehamilan ektopik membahayakan nyawa.

Bersamaan dengan pendarahan dan flek coklat saat hamil muda, jika Moms mengalami nyeri perut atau panggul yang tajam atau tumpul, lemas, pusing, atau pingsan, segera hubungi dokter.

ADVERTISEMENT

Umumnya, dokter akan memeriksa dengan USG transvaginal dan terapi kehamilan ektopik adalah tindakan operasi untuk melakukan pengangkatan sel telur yang telanjur berkembang di tuba falopi, sebelum menimbulkan kerusakan yang lebih parah pada organ-organ reproduksi lainnya.

Baca Juga: Ketahui 7 Masalah Kehamilan Karena Gangguan Makan

3. Masalah pada Plasenta

Jika terjadi masalah pada plasenta, flek bisa terjadi pada trimester kedua atau ketiga. Keluarnya flek coklat saat hamil muda harus diwaspadai karena mungkin saja yang terjadi adalah terpisahnya plasenta dari dinding rahim.

Bila Moms hanya mengalami flek coklat saat hamil muda 3 bulan dan darah yang keluar tidak terlalu banyak, tidak perlu khawatir karena hal tersebut tidak berbahaya bagi Moms dan janin.

Namun, jika perdarahan menandakan keguguran atau prematur atau adanya plasenta munutupi jalan keluar dari bayi, maka sebaiknya Moms segera mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

4. Pendarahan implantasi

Foto: Orami Photo Stock

Mengutip Mayo Clinic, keluarnya flek coklat saat hamil muda bisa karena proses implantasi. Ini adalah penanaman telur di lapisan rahim terjadi sekitar 4 minggu setelah kehamilan Moms.

Jika mengalami flek coklat saat hamil muda sekitar seminggu hingga 10 hari setelah pembuahan, maka hal tersebut disebabkan oleh implantasi embrio ke dalam dinding rahim.

Tidak ada yang perlu dikhawatirkan ya, Moms.

5. Akibat Hubungan Seksual

Selama trimester kedua dan ketiga, leher rahim Moms menjadi bengkak karena peningkatan suplai darah di area tersebut. Ini menjadi penyebab flek coklat saat hamil muda yang seterusnya.

Menjadi intim selama periode ini dapat menyebabkan bercak ringan.

Selain flek coklat, berhubungan seksual saat hamil juga bisa menyebabkan keluarnya cairan berwarna merah muda, merah, atau saluran vagina sedikit mengeluarkan darah.

6. Infeksi

Foto: Orami Photo Stock

Terkadang keeluar flek coklat saat hamil muda 3 bulan juga terjadi karena infeksi, yang sebagian besar ditularkan secara seksual. Dalam kasus ini, Moms perlu didiagnosis sendiri karena dapat menyebabkan komplikasi lebih lanjut.

Baca Juga: Serba-Serbi Oral Seks Saat Hamil, Moms Perlu Tahu

Penyebab Flek Coklat Saat Hamil Muda Trimester Kedua

Foto: Orami Photo Stock

Jika Moms mengalami keluar flek coklat saat hamil muda di trimester kedua, beberapa penyebab yang bisa mendasarinya.

7. Ruptur Uterus

Selama trimester kedua, perdarahan ringan atau bercak umumnya terjadi karena iritasi pada serviks, biasanya disebabkan setelah berhubungan seks atau pemeriksaan serviks. Ini sangat umum dan tidak mengkhawatirkan.

Namun keluar flek coklat saat hamil muda juga bisa karena ruptur uterus atau rahim robek. Hal ini dapat membahayakan ibu dan bayi dengan menyebabkan perdarahan hebat dan bayi kehilangan oksigen.

Selain itu, ini juga bisa memicu persalinan dini.

Seorang wanita yang mengalami pendarahan, nyeri, demam, atau yang baru saja mengalami cedera pada perut atau rahim mungkin mengalami ruptur rahim dan harus segera ke dokter.

8. Polip Serviks

Foto: Orami Photo Stock

Ini adalah alasan umum lainnya untuk pendarahan atau flek coklat saat hamil muda pada trimester kedua.

Polip serviks adalah pertumbuhan tumor kecil yang memanjang di permukaan saluran serviks. Hal ini dapat menyebabkan bercak karena peningkatan jumlah pembuluh darah di jaringan di sekitar area tersebut.

Polip serviks ini tidak berbahaya dan Moms tidak perlu mengkhawatirkannya.

Baca Juga: 6 Fakta Kehamilan Trimester Tiga, Jangan Kaget ya Moms!

9. Penyakit Trofoblas Gestasional

Penyakit trofoblas gestasional (GTD) adalah sekelompok penyakit langka yang menyebabkan sel-sel abnormal tumbuh di dalam rahim selama atau setelah kehamilan. Tak jarang ini dapat menyebabkan keluar flek coklat saat hamil muda trimester dua ke atas.

Sel-sel ini dapat membentuk tumor dan massa. Kadang-kadang massa ini berubah menjadi kanker, meskipun sebagian besar bentuk GTD bersifat jinak.

Wanita dengan GTD mungkin mengalami perdarahan dan rahim yang cukup banyak.

Perawatan tergantung pada jenis GTD, seberapa besar pertumbuhannya, dan faktor lainnya. Seorang dokter bedah mungkin perlu mengangkat massa selama atau setelah kehamilan.

10. Infeksi Jamur

Foto: Orami Photo Stock

Melansir studi dalam National Library of Medicine, bakteri vaginosisa atau infeksi yang disebabkan oleh ketidakseimbangan bakteri yang biasanya terjadi saat kehamilan.

Munculnya flek coklat saat hamil muda ini bisa menghasilkan cairan berbau amis saat hamil. Keputihan paling terlihat setelah berhubungan seks, dan gatal atau rasa terbakar mungkin menyertainya.

Jika tidak segera diobati, dapat menyebabkan komplikasi kehamilan.

“Bakteri vaginosis dimulai sebagai infeksi vagina, tetapi kadang-kadang dapat naik ke rahim dan menyebabkan pecahnya ketuban secara dini dan kelahiran prematur,” kata April Sarvis, M.D., seorang OB-GYN di Bloomfield Hills, Michigan.

Jika Moms mencurigai vaginosis bakterial, segera temui dokter. Obat resep dapat menghilangkan gejala tanpa membahayakan janin dan mengurangi kemungkinan persalinan prematur.

11. Penyebab Lainnya

Perdarahan ringan dan bercak sering terjadi, tetapi jika Moms mengalami pendarahan vagina yang berat saat menstruasi, segera konsultasikan dengan dokter.

Pendarahan hebat dapat disebabkan oleh beberapa komplikasi seperti plasenta previa, persalinan prematur, keguguran lanjut.

Baca Juga: Cek Masa Subur Melalui 5 Jenis Lendir Serviks Berikut Ini!

Penyebab Flek Coklat Saat Hamil Muda di Trimester Ketiga

Foto: Orami Photo Stock

Pada trimester ketiga, perdarahan ringan atau bercak kebanyakan terjadi setelah berhubungan seks atau pemeriksaan serviks. Itu juga bisa terjadi karena “pertunjukkan berdarah,” atau bisa jadi tanda nyeri persalinan.

Jika Moms mengalami keluar flek saat hamil muda pada trimester ketiga, segera cari perawatan medis darurat. Bisa juga disebabkan karena solusio plasenta. Jadi Moms harus berhati-hati dan jangan mengabaikannya ya.

Penanganan awal dari terjadinya flek coklat saat hamil muda yaitu segera berisitirahat. Langkah lain yang dapat dilakukan, yaitu:

  • Berbaring dan minimalisir waktu berdiri dan berjalan. Jika perlu, minta izin tidak masuk bagi ibu hamil yang masih bekerja.
  • Hindari berhubungan seks saat hamil selama perdarahan berlangsung.
  • Jangan pernah menggunakan pembersih vagina.
  • Hindari penggunaan tampon. Disarankan untuk memilih pembalut biasa. Manfaatkan pembalut untuk memudahkan enghitung seberapa banyak perdarahan yang terjadi.
  • Perhatikan warna dari darah yang keluar, misalnya merah muda, merah kecokelatan, merah terang, dan lain-lain.
  • Waspadai perdarahan jika keluar semakin deras menyerupai haid, tampak merah menyala, ataupun diiringi kram perut. Selain itu, perlu juga dicermati perdarahan yang terjadi secara terus menerus selama hamil muda.

Baca Juga: 17 Pekerjaan yang Tidak Boleh Dilakukan Ibu Hamil Muda, Catat!

Untuk sampai kapan bedrest yang dapat Moms lakukan tidak dapat di hitung seberapa lama waktunya, karena hal tersebut tergantung dari setiap individu ibu hamil yang tentunya berbeda.

Intinya dalam bedrest adalah selama kehamilan ini sebisa mungkin untuk mengurangi berbagai aktivtas seperti sebelum waktu hamil, sehingga di harapkan dengan perbedaan aktivitas tersebut dapat membantu meredakan keluarnya flek coklat saat hamil muda.

“Untuk makanan, tentunya tidak ada yang secara spesifik dapat menghentikan flek tersebut. Intinya adalah konsumsi berbagai makanan dan minuman yang menyehatkan, hindari makanan cepat saji, dan sebagainya untuk kebutuhan nutrisi selama kehamilan,” tutup dr. Adnan.

Itu dia Moms, penjelasan mengenai flek coklat saat hamil muda, hingga trimester kehamilan ketiga. Bila Moms memiliki pertanyaan lain, bisa langsung berkonsultasi dengan dokter kandungan, ya.

Sumber

  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2828396/
  • https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/pregnancy-week-by-week/expert-answers/implantation-bleeding/faq-20058257
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/10804540/

Leave a Comment