Gunting sendok botol kuas dan papan adalah peralatan yang digunakan dalam pembuatan kerajinan


vaniadwinita


vaniadwinita

Alat pembuatan kerajinan getah nyatu

  • botol atau rol sebagai penggiling
  • papan sebagai alas
  • gunting
  • kuas
  • dan sendok

Bahan yang dibutuhkan untuk pembuatan getah nyatu yaitu

  • getah nyatu
  • air panas yang selalu dalam rebusan
  • air dingin
  • dan pewarna alami dari tumbuhan atau pewarna sintetis.

» Kelas VIII Prakarya BS Sem 1

» Keterampilan Tangan Keterampilan Teknik Kelengkapan Busana Kelengkapan Suatu Benda

» Kelengkapan RumahBangunan Kelengkapan Keperluan RitualUpacara Adat

» Polymer Clay dan Plastisin Fiberglass Lilin dan Parain Gips Sabun

» Kerajinan Keramik Kerajinan Bahan Lunak Alam

» Kerajinan Kulit Kerajinan Bahan Lunak Alam

» Kerajinan Adonan Tepung Flour Clay

» Kerajinan Getah Nyatu Kerajinan Bahan Lunak Alam

» Kerajinan Lilin Kerajinan Bahan Lunak Buatan

» Kerajinan Fiberglass Kerajinan Bahan Lunak Buatan

» Kerajinan Gips Kerajinan Bahan Lunak Buatan

» Kerajinan Sabun Kerajinan Bahan Lunak Buatan

» Kerajinan Polymer Clay Kerajinan Bahan Lunak Buatan

» Perencanaan Pelaksanaan Contoh Proyek Kerajinan Bahan Lunak

» Evaluasi Contoh Proyek Kerajinan Bahan Lunak

» Kemasan Produk Kerajinan Bahan Lunak Releksi

» 3000 SM 2900 SM 500 SM 105 M 2. 4.

» Kentongan Kentongan digunakan di Indonesia Daun Lontar Pada zaman yang sedikit lebih maju, Lonceng Lonceng atau genta adalah suatu peralatan sederhana yang

» Burung Merpati Merpati pos adalah adalah burung merpati Prasasti Prasasti adalah piagam atau dokumen Terompet dari Tanduk Hewan Dahulu bunyi terompet digunakan Terompet Keong Terompet keong sejak dahulu telah Asap Secara umum sinyal asap digunakan untuk

» Surat KabarKoran Surat kabar dikenal pertama kalinya tahun 59 SM pada masa Radio Penemuan radio diawali dengan ditemukannya gelombang radio Televisi Televisi adalah sebuah alat penangkap

» Faksimili Faksimili atau biasa juga dikenal dengan Telepon Telepon merupakan alat komunikasi Handphone Sejak 3 April 1973 telah dikenal Handy Talky Handy talky adalah alat komunikasi menggunakan sinyal frekuensi KomputerLaptop Komputer adalah seperangkat

» Rangkuman Peralatan dan Bahan Untuk Pembuatan Peralatan TIK

» Perencanaan 3. 5. 7. 9. Peralatan dan bahan Persiapan

» Pelaksanaan Perancangan dan Pembuatan Peralatan TIK

» Kelinci Hias Hamster Jenis-Jenis Ternak kesayangan

» Burung Merpati Burung Kicauan

» Pemeliharaan Kandang Pemilihan Bibit Pemberian Pakan Pencegahan Hama dan Penyakit

» Perencanaan Persiapan Sarana Produksi Proses Budi Daya Ternak Kesayangan

» Hamster Contoh Budi Daya Ternak kesayangan

» Releksi Tahapan Memelihara Hamster

» Releksi Rangkuman Kelas VIII Prakarya BS Sem 1

» Serealia Kacang-kacangan Kacang-kacangan adalah biji berukuran lebih besar dibandingkan

» Beras Jenis Serealia dan Manfaatnya

» Gandum Sorgum Jenis Serealia dan Manfaatnya

» Kacang Tanah Kacang Hijau

» Ubi Jalar SingkongUbi Kayu Ketela Pohon

» Talas Jenis Umbi dan Manfaatnya

» Kentang Jenis Umbi dan Manfaatnya

» Teknik Merebus Boiling Teknik Merebus Menutup Bahan Pangan Poaching Teknik Merebus dengan Sedikit Cairan Braising Teknik MenyetupMenggulai Stewing

» Teknik Menggoreng dengan Minyak Banyak Deep frying Teknik Menggoreng dengan Minyak Sedikit Shallow frying Teknik Menumis Sauteing

» Teknik Memanggang Baking Teknik Membakar Grilling

» PelaksanaanPembuatan PenyajianPengemasan Tahapan dan Contoh PembuatanPengolahan

» Prinsip wadah artinya setiap jenis makanan ditempatkan dalam Prinsip kadar air artinya penempatan makanan yang mengandung Prinsip bahan makanan dapat dimakan artinya bahan makanan Prinsip panas artinya setiap hidangan makanan disajikan masih Prinsip alat

» Rasa manis ditimbulkan oleh sukrosa, glukosa, fruktosa, dan lain-lain Rasa asam dibentuk oleh asam sitrat, asam laktat, asam asetat, Rasa asin dibentuk oleh sodium klorida yang menunjukkan bahwa Rasa pahit dibentuk oleh komponen alkoloid, naringenin, kafe

» Alat penyajian tradisiona l Alat penyajian modern Kemasan tradisional Kemasan modern Penyajian dan kemasan yang dimodiikasi

» Refleksi Rangkuman Kelas VIII Prakarya BS Sem 1

» Pengertian Kelas VIII Prakarya BS Sem 1

» Beras Jagung Jenis Olahan Pangan Setengah Jadi dari Bahan Serealia

» Gandum Jenis Olahan Pangan Setengah Jadi dari Bahan Serealia

» Ubi Jalar SingkongUbi Kayu

» Talas Kentang Jenis Olahan Pangan Setengah Jadi dari Bahan Umbi

» Pengawetan dengan Suhu Rendah Pengawetan dengan Suhu Tinggi

» Pengawetan dengan Pengeringan Pengawetan Secara Fisik

» Fermentasi Enzim Pengawetan Secara Biologis

» Penggunaan Pengawet Alami Pengawetan Secara Kimiawi

» Pengawet Sintetis Bahan Tambahan Makanan

» Pengasapan Pengawetan Secara Kimiawi

» Kerupuk Rengginang Proses Pengolahan Pangan Setengah Jadi Kerupuk produk berbentuk potongan pipih tebal dan tipis

» Tempe Proses Pengolahan Pangan Setengah Jadi Kerupuk produk berbentuk potongan pipih tebal dan tipis

» Jagung Pipil Proses Pengolahan Pangan Setengah Jadi Jagung Pipil dan Beras Tiwul Instan

» Tiwul Instan Proses Pengolahan Pangan Setengah Jadi Jagung Pipil dan Beras Tiwul Instan

» Refleksi Kelas VIII Prakarya BS Sem 1

Show more

Pada pertemuan sebelumnya (Kerajinan Bahan Lunak Bagian Ke-1) telah dibahas mengenai definisi kerajinan bahan lunak; jenis, sifat dan contoh produk-produk kerajinan dari bahan lunak. Maka pada pertemuan ini akan diulas mengenai bahan, alat, dan proses pembuatan produk kerajinan dari bahan lunak.

C. Bahan, Alat, dan Proses Produksi Kerajinan dari Bahan Lunak

1. Bahan, Alat, dan Proses Produksi Kerajinan Tanah Liat

Produk kerajinan tanah liat antara lain adalah gerabah dan keramik. Kedua produk tersebut secara fisik dapat dibedakan berdasarkan atas ada atau tidak adanya glasir. Glasir biasanya terdapat pada keramik, yaitu lapisan keras yang berkilap. Gerabah merupakan peralatan rumah tangga yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga produk kerajinan ini memiliki nilai guna tinggi. Sementara itu, keramik biasanya difungsikan sebagai karya seni hias dan seni terapan. Penggunaan keramik dapat memperindah desain interior dan eksterior sehingga keramik memiliki nilai estetis yang tinggi, namun terdapat pula keramik yang difungsikan untuk keperluan sehari-hari, misalnya celengan, cangkir, dan teko. 

Bahan utama yang digunakan dalam pembuatan kerajinan keramik adalah tanah liat.

Gambar 1. tanah liat dengan beragam warna
sumber: citraalam.id

  • Alat Produksi Kerajinan Keramik

Alat-alat yang digunakan dalam pembuatan kerajinan keramik meliputi butsir, kawat/benang pemotong tanah, spon, kayu, alat putar kaki (kickwheell), alat putar tangan (handwheell), dan tungku pembakaran.

Gambar 2. peralatan produksi keramik:a) butsir;
 b) tali pemotong; c) spon; d) handwheell; e) rol;
f) tungku pembakaran; g) kickwheell
sumber: dok. kemdikbud

  • Proses Produksi Kerajinan Keramik

Proses produksi kerajinan keramik dilakukan dengan tahapan sebagai berikut:

1) Diawali dengan proses pembentukan. Terdapat banyak teknik pembentukan yang dapat dilakukan dalam proses pembuatan kerajinan keramik, yaitu teknik pijit tekan, teknik pilin, teknik lempengan, teknik cetak, dan teknik putar. Berikut ini penjelasan tiap jenis teknik tersebut:

     a. Teknik Pijit Tekan (Pinch)

 Merupakan teknik pembentukan badan keramik secara manual dengan cara tanah liat dipijit tekan dari bentuk bola menjadi bentuk yang diinginkan dengan menggunakan jari-jari tangan.

Gambar 3. tahapan proses teknik pijit tekan (pinch)
sumber: dok. kemdikbud


     b. Teknik Pilin (Coil)

Merupakan teknik pembentukan badan keramik secara manual dengan cara tanah liat digulung hingga terbentuk pilinan tanah.

Gambar 4. tahapan proses teknik pilin (coil)
sumber: dok. kemdikbud

     c. Teknik Lempengan (Slab)

Merupakan teknik pembentukan badan keramik secara manual dengan membentuk lempengan menggunakan rol. Lempengan digunakan untuk membuat karya keramik yang berbentuk persegi atau silinder.

Gambar 5. teknik lempengan (slab)
sumber: dok. kemdikbud
Gambar 6. lempengan dibuat bentuk silinder
sumber: dok. kemdikbud
Gambar 7. lempengan dibuat bentuk persegisumber: dok. kemdikbud

    d. Teknik Cetak

Merupakan teknik pembentukan dengan acuan alat cetak dapat digunakan untuk memproduksi produk kerajinan keramik dengan jumlah banyak dalam waktu relatif singkat dengan bentuk dan ukuran yang sama pula. Teknik cetak dibedakan menjadi dua macam yaitu cetak kering dengan teknik tekan (press) dan cetak basah dengan teknik cor.

Gambar 8. tahapan proses teknik cetak
sumber: dok. kemdikbud
Gambar 9. tahapan proses teknik cor
sumber: dok. kemdikbud

     e. Teknik Putar

Merupakan teknik pembentukan badan keramik dengan menggunakan alat putar kaki (kickwheell) dapat menghasilkan banyak bentuk yang simetris.

Gambar 10. tahapan proses teknik putar
sumber: dok. kemdikbud

2) Hasil kerajinan keramik yang sudah dibentuk selanjutnya dikeringkan dengan cara diangin-anginkan saja.

3) Setelah kering, kerajinan keramik dibakar menggunakan tungku keramik dengan bahan bakar bervariasi seperti kayu, minyak tanah, gas, atau listrik.

4) Kemudian keramik diberi dekorasi saat setengah kering atau saat sudah mengalami pembakaran pertama (bisque). Dekorasi dimaksudkan agar keramik menjadi lebih indah dan kuat. Keramik dengan bakaran tinggi dapat dihias dengan pewarna glasur. Glasur adalah lapisan keras yang berkilap pada lapisan produk keramik. Jika menggunakan pewarna glasur, keramik harus dibakar dengan cara khusus yaitu dibakar dua kali yakni pertama pembakaran bisque hingga 900 derajat C lalu diglasir dan dibakar kembali hingga suhu 1.200 sampai 1.300 derajat C.

2. Bahan, Alat, dan Proses Produksi Kerajinan Serat Alam

Peralatan yang dibutuhkan dalam pembuatan kerajinan serat eceng gondok antara lain: jarum, gunting, pensil, dan kuas.

  • Proses Produksi Kerajinan Serat (Serat Eceng Gondok)

Berikut ini tahapan proses pembuatan kerajinan  tas dari serat eceng gondok:

  1. Carilah eceng gondok di sekitaran sungai, jika kesulitan mendapatkannya bisa membeli di pengepul eceng gondok;
  2. Cuci eceng gondok dengan disemprot air bersih dan dibanting-banting agar kotorannya rontok, proses ini dilakukan untuk menghilangkan bau tak sedap;
  3. Pisahkan batang dari daunnya dengan menggunakan pisau/gunting;
  4. Keringkan/ jemur batang eceng gondok di bawah sinar matahari atau dengan cara diasap menggunakan asap belerang;
  5. Anyamlah eceng gondok yang telah dijemur, buatlah anyaman sedang atau lilitan kecil;
  6. Buatlah pola tas di atas kertas dengan pensil dan gunakan penghapus jika salah. Ukuran dan model dibuat sesuai selera yang dikehendaki;
  7. Eceng gondok digunting sesuai pola lalu dijahit;
  8. Setelah tas selesai dijahit, lakukan pewarnaan dengan menggunakan cat minyak/pernis agar tas menjadi mengkilap dan berwarna;
  9. Tahap terakhir, berilah aksesoris tambahan seperti kancing, mote, pita dan lain-lain di atas tas agar tas eceng gondok nampak lebih cantik dan menarik. 
Gambar 12. proses pengeringan batang eceng gondok
sumber: antaranews.com
Gambar 13. proses penganyaman batang eceng gondok
sumber: merahputih.com

Gambar 14. aneka model tas eceng gondok
sumber: gambar.pro

3. Bahan, Alat, dan Proses Produksi Kerajinan Kulit

Bahan utama yang digunakan untuk membuat kerajinan kulit adalah kulit tersamak yang berasal dari hewan seperti: domba, sapi, dan kerbau.

Gambar 15. a) kulit; b) pewarna
sumber: dok. kemdikbud

Alat yang digunakan untuk membuat kerajinan kulit adalah pahat khusus kulit, plong (pembolong kulit), mesin jahit, gunting, dan jarum jahit untuk kulit.

Gambar 16. peralatan produksi kerajinan kulit: a) pahat; b) plong ; c) gunting ; d) cutter; e) jarum; f) mesin jahit
sumber: dok. kemdikbud
  1. Kulit dibersihkan terlebih dahulu dengan cara dicuci dan direndam selama sehari di dalam air sampai lunak;
  2. Selanjutnya kulit direntangkan dengan menggunakan tali dan pigura kayu yang kuat;
  3. Jemur kulit tersebut di bawah terik matahari sampai benar-benar kering;
  4. Bersihkan kulit dari rambut (bagian luar kulit) dan daging (bagian dalam kulit) yang masih menempel dengan cara dikerok. Sebaiknya penipisan kulit dilakukan pada bagian dalam terlebih dahulu untuk mendapatkan kulit yang berkualitas, sehingga pada bagian luar penipisan hanya untuk menghilangkan bulu. Pengerokkan kulit dilakukan dengan pisau atau pethel sedikit demi sedikit secara hati-hati. Torehan pisau pada proses pengerokkan hanya dilakukan satu arah dari atas ke bawah. Proses pengerokkan akan menyebabkan kulit menjadi tipis;
  5. Setelah ditipiskan, sisa-sisa kerokan dibersihkan dengan air dan bagian yang dikerok dihaluskan dengan amplas;
  6. Selanjutnya kulit dijemur di bawah sinar matahari lagi hingga kering secara merata agar awet;
  7. Kemudian dilakukan pewarnaan dasar pada kulit dengan menggunakan bahan kimia atau pewarna sintetis;
  8. Kulit yang sudah diwarnai siap untuk dibentuk sesuai desain model produk kerajinan yang akan dibuat;
  9. Untuk pembuatan produk kerajinan berupa jaket, tahapan setelah pewarnaan adalah penjahitan. Penjahitan dapat dilakukan menggunakan mesin jahit manual atau dengan sistem konveksi;
  10. Kulit yang sudah berbentuk jaket selanjutnya dipoles agar permukaannya tampak mengilap.

Gambar 17. tahapan proses produksi kerajinan wayang kulit: 1) kulit dikerok, dicuci, dijemur; 2) kulit setelah dikerok, dicuci, dan dijemur; 3) kulit diberi warna dasar lalu ditatah dengan pahat mengikuti pola model; 4) kulit diwarnai sesuai karakter wayang kulit yang dibuat; 5) produk wayang kulit sudah jadi
sumber: dok. kemdikbud

4. Bahan, Alat, dan Proses Produksi Kerajinan Getah Nyatu

Berikut ini tahapan proses produksi kerajinan getah nyatu:

  1. Batang pohon nyatu direbus sebanyak tiga kali untuk mendapatkan getah yang baik;
  2. Perebusan pertama dilakukan dengan mencampurkan sedikit minyak tanah untuk memisahkan batang pohon dengan getahnya;
  3. Perebusan kedua cukup menggunakan air yang bertujuan untuk memisahkan getah nyatu dengan minyak tanah;
  4. Setelah getah nyatu terkumpul dilakukan perebusan terakhir untuk menambahkan warna pada getah tersebut;
  5. Proses pewarnaan getah nyatu menggunakan bahan-bahan alami seperti berbagai daun yang memiliki kekhasan warna tertentu misalnya hitam, hijau, merah, kuning, atau cokelat. Namun, sekarang banyak juga pengrajin yang menggunakan pewarna cat sintetis seperti cat minyak untuk memberikan sensasi warna lebih cerah.
Gambar 20. tahapan proses kerajinan getah nyatu
sumber: dok. kemdikbud

5. Bahan, Alat, dan Proses Produksi Kerajinan Flour Clay (Adonan Tepung)

  1. Semua tepung dicampur dan dilumuri air;
  2. Adonan diaduk hingga kalis;
  3. Bagi adonan yang sudah kalis menjadi beberapa bagian;
  4. Setiap bagian adonan ditetesi pewarna makanan yang berbeda-beda sesuai kebutuhan dan aduk hingga rata;
  5. Adonan-adonan yang telah berwarna warni selanjutnya dicetak/dibentuk sesuai model desain kerajinan yang diinginkan;
  6. Semprotkan semprot clear pada produk yang sudah dicetak agar mengilap dan awet.
Gambar 24. tahapan proses produksi kerajinan flour clay
sumber: dok. kemdikbud

6. Bahan, Alat, dan Proses Produksi Kerajinan Lilin (Parafin)

Berikut ini tahapan proses produksi lilin hias:

  1. Panaskan lilin dan parafin di atas panci;
  2. Setelah cair, lilin dapat diberi pewarna bubuk/cair atau dapat pula menggunakan crayon sisa;
  3. Crayon dapat digunakan karena mengandung minyak;
  4. Siapkan cetakan di atas gelas, kulit telur atau wadah/loyang kue, jika ada silikon lebih baik;
  5. Letakkan tali di tengah cetakan aneka bentuk;
  6. Tuang lilin cair ke dalam cetakan aneka bentuk;
  7. Setelah 15 menit, buka lilin dari cetakan aneka bentuk.
Gambar 27. tahapan proses produksi lilin hias
sumber: dok. kemdikbud

Cara membuat cetakan silikon untuk lilin hias:

  1. Buatlah model silikonnya terlebih dahulu menggunakan gips, plastisin, atau tanah liat;
  2. Kemudian buat kotaknya, silikon disiram sebatas kotak, jika sudah kering dapat dicopot dari modelnya;
  3. Silikon siap digunakan untuk mencetak lilin hias. 

7. Bahan, Alat, dan Proses Produksi Kerajinan Gipsum (Gips)

  1. Gipsum dibentuk dulu menjadi butiran/bubur gipsum dengan perbandingan 1 : 2, takaran 1 untuk gips dan 2 untuk air. Jika untuk cor benda yang berongga, perbandingan dibuat 1 : 3, aduk hingga kental dan tidak ada lagi gumpalan gips;
  2.  Tuang adonan bubur gips ke dalam cetakan;
  3. Setelah 15 menit atau setelah gips mengering, keluarkan gips dari cetakan;
  4. Selanjutnya lakukan teknik reduksi, yaitu mengurangi bagian-bagian tertentu yang tidak diinginkan sehingga dihasilkan bentuk kerajinan yang dikehendaki;
  5. Gips yang sudah dicetak dapat diamplas agar terlihat halus;
  6. Selanjutnya lakukan pengecatan warna dasar terlebih dahulu agar permukaan gips tertutup sempurna;
  7. Terakhir warnai gips sesuai model desain produk yang diinginkan.

Gambar 30. Tahapan proses produksi kerajinan gipsum
sumber: dok. kemdikbud

Pada produksi kerajinan dari gipsum terdapat 3 jenis teknik pembuatan yakni teknik casting, teknik carving, dan teknik modelling.

 Casting merupakan teknik yang digunakan dalam pembuatan kerajinan dengan bahan baku yang bisa dicairkan dan akan mengeras setelah dituang ke dalam cetakan, sehingga bentuknya sama dengan cetakannya. Proses pengecorannya mudah, cepat kering, dan dapat diproduksi dalam jumlah yang cukup banyak dengan ukuran yang sama.

Carving atau teknik memahat adalah teknik pembuatan kerajinan yang dilakukan melalui proses pengambilan atau pembuangan bagian-bagian dari bahan yang tidak diperlukan pada material (gipsum) yang dipahat.

 

Teknik ini merupakan kebalikan dari teknik carving. 

Teknik modelling membutuhkan proses aditif untuk pembentukan dan pembesaran. Untuk mempermudah proses tersebut diperlukan bahan yang elastis atau lunak, seperti tanah liat, plastisin, bubur kertas, dan gipsum. Proses pembentukan pada teknik ini disebut assembling, yaitu bahan-bahan yang telah dipotong akan dirakit atau digabungkan. Untuk kerajinan yang berbahan plastik dan kaca biasanya dilakukan dengan teknik konstruksi. Teknik modelling memiliki kelemahan yaitu mudah retak atau pecah. 

8. Bahan, Alat, dan Proses Produksi Kerajinan Sabun

Proses pembuatan kerajinan sabun dapat dilakukan dengan teknik ukir (cukil) jika tidak ada cetakan, sedangkan bila tersedia cetakan dapat dibuat dengan menggunakan teknik cor (cetak).

Adapun tahapan pembuatan kerajinan sabun hias dengan teknik ukir adalah sebagai berikut:

  1. Buatlah sketsa bentuk karakter yang akan di ukir di atas sabun;
  2. Cukil bagian dasar sabun;
  3. Beri tekstur pada bagian dasar dengan mata cukil yang berbeda;
  4. Sabun hias sudah jadi.
Gambar 33. tahapan proses produksi kerajinan sabun
sumber: dok. kemdikbud

9. Bahan, Alat, dan Proses Produksi Kerajinan Polymer Clay dan Plastisin

Polymer clay dapat dicampur dengan baik dan mudah, sehingga akan didapatkan variasi warna campuran atau kombinasi. Caranya hanya dengan mencampurkan beberapa warna dari bahan polymer clay yang diinginkan. Beragam jenis polymer clay memiliki karakteristik kelunakan yang berbeda-beda. Ada jenis polymer clay yang langsung kering setelah dibentuk, namun ada pula jenis polymer clay yang harus dipanaskan terlebih dahulu dengan suhu di bawah 100 derajat C baru dapat mengeras. Bila didesain dengan unik dan mengikuti tren yang ada, kerajinan polymer clay dapat bernilai jual tinggi hingga ke mancanegara.

Gambar 36. tahapan proses produksi polymer clay
sumber: dok. dokumen

Berikut ini tahapan pembuatan kerajinan fiberglass:

  1. Campurkan resin dan katalis dengan perbandingan 20 : 1 (20 untuk resin, 1 untuk katalis);
  2. Masukkan campuran resin dan katalis ke dalam cetakan silikon yang dikehendaki (pembuatan cetakan silikon sudah dijelaskan pada bagian proses produksi kerajinan lilin);
  3. Tunggu hingga kering. Jika sudah kering, lepaskan fiberglass dari cetakan silikon.
Gambar 39. tahapan proses produksi kerajinan fiberglass
sumber: dok. kemdikbud

Penggunaan matt fiber bertujuan agar produk kerajinan yang dihasilkan memiliki fungsi pakai yang kuat dan tebal serta warna yang pekat.

Berhati-hatilah saat membuat kerajinan fiberglass. Gunakan sarung tangan untuk melindungi tangan agar tangan tidak mengalami kegatalan karena matt fiber dan gunakanlah masker sebagai pelindung hidung agar aroma keras dan hawa panas resin (fiberglass) tidak mengganggu pernapasan.

D. Pengemasan Produk Kerajinan dari Bahan Lunak

Produk kerajinan perlu dikemas saat pemasaran agar produk kerajinan tahan lama dan terlihat lebih menarik, terlebih lagi jika produk kerajinan berukuran kecil dan rentan rusak seperti aksesoris. Terdapat berbagai macam kemasan yang dapat digunakan untuk mengemas produk kerajinan sesuai dengan ukuran dan kebutuhan yang diperlukan. Beberapa contoh kemasan yang cocok digunakan untuk mengemas produk kerajinan misalnya kardus, plastik transparan, plastik bermotif, plastik mika, dan sebagainya. Secara umum penggunaan kemasan plastik pada produk kerajinan dimaksudkan agar produk kerajinan terhindar dari debu dan jamur. Sementara itu untuk produk kerajinan yang terbuat dari kulit, serat alam, dan getah nyatu sebaiknya saat pengemasan perlu juga untuk  menambahkan silica antijamur yang dibungkus kertas. 

Demikianlah ulasan mengenai Kerajinan Dari Bahan Lunak. Semoga postingan ini bermanfaat dan sampai jumpa di postingan-postingan lainnya..

NB: Postingan ini disalin dari buku pelajaran sekolah yang bertujuan sebagai alternatif sumber belajar bagi siswa yang sedang menjalani belajar dari rumah (PJJ) di masa pandemi covid-19, terutama bagi siswa yang kondisi gawai (hp)nya tidak mampu mengakses dokumen berbentuk pdf/ powerpoint/ video youtube.

Daftar Pustaka

Suci Parwati, dkk. 2017. Prakarya untuk SMP/MTs Kelas VIII Semester 1. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Sugiyanto, dkk. 2017. Prakarya untuk SMP/MTs Kelas VIII Berdasarkan Kurikulum 2013 (Edisi Revisi 2016). Jakarta: Penerbit Erlangga.

Leave a Comment