Hal apa saja yang perlu dipertimbangkan untuk membangun e-commerce di indonesia?

Perkembangan teknologi yang pesat memberikan perubahan terhadap dunia bisnis. Banyak industri-industri yang sudah lama berdiri mulai menjadikan teknologi digital sebagai media untuk memperbesar bisnis mereka. Disaat bersamaan, banyak industri-industri baru yang menjadikan teknologi digital sebagai core operasional bisnis mereka.

Keunggulan usaha yang menggunakan teknologi digital sebagai basis oprasional semakin terlihat dewasa ini. Khususnya ketika pandemi Covid-19 mulai menyebar di semua negara, termasuk Indonesia. Disaat berbagai sektor bisnis mengalami keruntuhan, bisnis digital justru mengalami peningkatan keuntungan.

Sama seperti membangun bisnis pada umumnya, membangun sebuah bisnis digital juga tidak mudah. Ada beberapa hal yang harus dilakukan dan diperhitungkan secara matang. Berikut hal-hal yang harus diperhatikan ketika membangun bisnis digital:

Dalam sebuah bisnis, hal yang mutlak harus dimiliki adalah produk. Termasuk ketika Anda ingin membangun sebuah bisnis digital. Produk inilah yang nantinya akan Anda tawarkan kepada pangsa pasar. Dalam bisnis, ada sebuah esensi yang sangat mendasar. Ketika seseorang sedang melakukan kegiatan bisnis, maka dia sedang berusah membantu orang lain (pasar) melalui solusi-solusi yang dibawa oleh produk Anda. Karenanya, sebuah produk idealnya berangkat dari permasalahan/kebutuhan pasar. Sebagai contoh sederhana bisa dilihat dari bagaimana keuntungan Zoom yang meningkat secara drastis, ketika perusahaan-perusahaan membutuhkan media untuk memberlakukan Work From Home. Karena itu, sangat penting untuk melakukan riset terhadap pasar sebelum membangun bisnis digital.

Ketika Anda terjun ke dunia digital, maka Anda harus siap untuk menghadapi sebuah persaingan yang luas dan terbuka. Untuk bisa memenangkan pertarungan, Anda harus menunjukan bahwa bisnis Anda lebih kuat/unggul dibandingkan kompetitor. Analisa SWOT (Strength Weakness Opportunity Threat) sangatlah penting untuk mengenali apa saja kekuatan-kelehaman bisnis Anda, peluang yang bisa Anda manfaatkan, serta ancaman yang ditimbulkan eksternal baik kompetitor maupun lingkungan. Perhitungkan semua aspek yang melingkupi bisnis digital Anda mulai dari produk, suplier, modal, tim Anda, kompetitor, lingkungan, dan sebagainya.

Rencanakan Bisnis Digital Anda Secara Matang

Dengan memahami SWOT, Anda bisa menempatkan posisi strategis bisnis Anda secara objektif. Hal ini akan mempermudah Anda dalam mengambil keputusan-keputusan bisnis kedepanya.

Sebagai contoh, apakah sudah siap menghadapi kompetitor yang telah lebih dulu masuk kebisnis tersebut, lebih memilih menggaet pangsa pasar yang belum dikuasai kompetitor terlebih dahlu, keputusan menetapkan harga yang lebih rendah/tinggi/sama dibandingkan kompetitor, dan sebagainya.

Mulailah membuat perencanaan bisnis digital secara matang. Dasarkan perhitungan dan keputusan secara matang berdasarkan peta SWOT yang sudah Anda buat sebelumnya. Dalam manajemen, ada sebuah prinsip yang mengatakan bahwa perencanaan yang baik adalah 50% dari keberhasilan. Jangan sampai meremehkan tahap perencanaan sebuah bisnis digital.

Hampir setiap bisnis digital yang bisa berkembang memiliki jaringan bisnis yang luas pula. Tidak jarang, satu sama lain memiliki spesialisasinya masing-masing yang saling melengkapi. Sebagai contoh, perusahaan e-commerce tidak akan bisa berjalan tanpa bekerjasama dengan penjual dan jasa ekspedisi.

Contoh lainya bisa dilihat dari bagaimana perusahaan-perusahaan digital skala besar seperti Google, Traveloka, Tokopedia yang berkembang dari hasil kerjasama 2 orang atau lebih dalam proses perintisanya. Bila Anda ingin membangun bisnis digital yang besar, membangun jaringan bukanlah hal yang merugikan. Anda akan mendapatkan banyak keuntungan dan kemudahan dalam mengembangkan bisnis Anda.

Bangun Platform Bisnis Anda

Layaknya membangun bisnis konvensional, membangun sebuah bisnis digital juga membutuhkan kantor. Meskipun Anda memutuskan untuk tidak membangun kantor fisik, Anda juga tetap harus membangun kantor online untuk bisnis Anda. Bahkan, berjualan secara online saja butuh website, blog, atau marketplace sebagai media pemasaran dan transaksi jual-beli.

Anda bisa membuat website, atau mengembangkan aplikasi bisnis digital Anda sendiri. Pilihlah platform bisnis yang sesuai dengan kemampuan Anda, dan karakteristik bisnis digital yang Anda bangun.

Pelajari Teknik-Teknik Pemasaran Online

Bila semua sudah siap, langkah berikutnya adalah melakukan pemasaran. Tidak hanya pemasaran secara konvensional, Anda juga harus memasarkan bisnis digital Anda secara online. Bila Anda belum pernah mendalami teknik-teknik pemasaran online, Anda harus mulai mempelajari dunia digital marketing sedikit demi sedikit.

Ada banyak sekali teknik pemasaran online yang bisa Anda pakai. Misalkan saja memanfaatkan Google Bisnisku, Search Engine Optimalization (SEO), Media Sosial, lead marketing, menggunakan influencer, dsb.

Terus Evaluasi dan belajar Hal Baru

Bisnis digital sangat tergantung pada perkembangan teknologi. Padahal, dari waktu kewaktu perkembangan teknologi sangatlah cepat. Sebagai contoh bisa dilihat dari versi HP. Hampir setiap bulan muncul HP model terbaru dengan teknologi dan spesifikasi yang semakin baik dari waktu kewaktu.

Bila Anda ingin, bisnis digital Anda bisa terus berkembang dan survive terhadap perkembangan teknologi, Anda harus mau terus belajar dan mengikuti perkembangan teknologi digital.

Terakhir, Anda harus terbuka terhadap kritikan dan selalu mau untuk berkembang. Dengan terus evaluasi, Anda akan semakin banyak belajar dan senantiasa memperkuat bisnis digital yang Anda bangun.

Bagi kalian yang mau tahu bagaimana bisnis kalian bisa berkembang atau mau bertahan di masa sulit, trusvation hadir dengan solusi yang akan membuat perubahan pada bisnis Anda menjadi lebih baik dengan mencoba berkonsultasi secara gratis di #CobaKonsultasiAja dengan cara mendaftar melalui link berikut bit.ly/CobaKonsultasiAja

Kami tunggu Anda yang sudah siap menjadi pebisnis sukses. Salam Sukses untuk Success People.

Leave a Comment