Hasil proses dari akuntansi biaya diperlukan sebagai bahan pertimbangan dalam

Akuntansi biaya – Sejak dulu akuntansi
memegang peran yang penting dalam menjalankan setiap bisnis, bahkan bisnis
manapun tidak akan dapat bertahan jika tidak memiliki bagian akuntansi di
dalamnya, tetapi apa sih yang membuat akuntansi ini begitu penting dalam
menjalankan suatu bisnis?

Akuntansi berperan dalam
mengurus pencatatan terhadap setiap hal yang terjadi selama menjalankan suatu
usaha agar nantinya catatan itu bisa dijadikan sebagai bahan pertimbangan untuk
pengambilan keputusan mengenai pengeluaran dan pemasukan barang yang akan
dilakukan di periode ke depan.

Akuntansi memang penting, tetapi dari seluruh bidang akuntansi yang ada. Ternyata, bidang dari akuntansi yang memiliki peran paling penting adalah akuntansi biaya.

Pengertian akuntansi biaya

Akuntansi
biaya adalah

suatu proses pencatatan keuangan atau analisis keuangan yang di dalam
pencatatannya terjadi penggolongan dan peringkasan mengenai biaya yang akan
dibutuhkan produksi atau biaya untuk kebutuhan pemasaran produk atau jasa yang
dihasilkan oleh suatu perusahaan beserta dengan penjelasannya.

Akuntansi biaya bisa
disebut sebagai bidang akuntansi yang paling penting karena akuntansi biaya ini
akan bertanggung jawab kepada pihak eksternal perusahaan seperti investor atau
kreditur dan pihak internal juga seperti manajemen perusahaan mengenai data
historis atau riwayat yang telah dicatat.

Nantinya, catatan ini
akan digunakan sebagai bahan pengambilan keputusan atau kebijakan yang akan
dilakukan di waktu mendatang.

Peranan akuntansi biaya

Akuntansi memiliki banyak
peranan yang penting. Untuk lebih jelasnya, anda bisa menyimak peranan
akuntansi biaya berikut ini.

  • Menyusun dan melaksanakan rencana dan anggaran operasional secara ekonomi dan efisien.
  • Menentukan metode kalkulasi biaya dan prosedur yang dapat menjamin adanya control atau jika bisa menghemat biaya.
  • Memilih cara alternatif lainnya yang dapat menaikkan pendapatan dan menghemat biaya.
  • Menghitung jumlah laba dan beban yang didapat perusahaan dalam beberapa periode tertentu seperti periode tahunan atau bulanan.
  • Menentukan nilai persediaan berdasarkan hasil kalkulasi biaya, menetapkan harga, dan memeriksa jumlah aktual persediaan yang tersedia dalam bentuk fisik.

Fungsi akuntansi biaya           

Adapun fungsi dari
akuntansi biaya ini yang pastinya berperan penting dalam menjalankan suatu
bisnis. Berikut fungsi dari akuntansi biaya:

Fungsi dari akuntansi pertama adalah menentukan harga pokok atas suatu produk atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan. Akuntansi ini akan memastikan kalau harga yang ditawarkan oleh konsumen tidak terlalu tinggi atau terlalu rendah.

Proses penentuan harga
pokok bisa didapat melalui metode pencatatan, penggolongan, monitor, dan
peringkasan seluruh komponen biaya yang masih berhubungan dengan proses
produksi dari data riwayat yang akan dijadikan sebagai acuan pihak manajemen
dalam menentukan harga pokok produksi.

2.
Merencanakan dan mengendalikan biaya

Dalam perencanaan dan
pengendalian biaya, akuntansi biaya dapat menentukan biaya yang diperlukan
untuk sekali produksi. Hanya saja, perencanaan dan pengendalian ini sering
menimbulkan penyimpangan (selisih biaya sebenarnya dengan perencanaan biaya).

Untuk mengantisipasi hal
tersebut, pihak manajemen akan memonitor setiap proses produksi yang
berlangsung. Jika ada penyimpangan, pihak manajemen akan mencari tahu
penyebabnya dan memikirkan tindakan yang diperlukan sebagai bentuk
pengendalian.

3.
Mengambil keputusan

Ketika semua biaya yang
diperlukan untuk melaksanakan proses produksi perusahaan sudah tercatat dengan
baik, maka data biaya tersebut akan dikirimkan ke pihak manajemen untuk
dilakukan suatu pengambilan keputusan yang akan berdampak besar terhadap
kehidupan perusahaan di masa yang akan datang.

Untuk memudahkan anda dalam mengelola Akuntansi biaya perusahaan, maka diperlukan software untuk membantu hal tersebut. Akuntansi biaya yang akan dilakukan oleh software diperlukan untuk menghindari kesalahan perhitungan maupun human error yang akan terjadi. Apalagi laporan yang akan berakibat fatal terhadap kelangsungan perusahaan. Anda membutuhkan sebuah software yang dapat memperbaiki hal ini. Keysoft adaah software ERP yang dapat membantu anda. Dengan modul-modul akuntansi yang ada di Software ini, maka akan membantu dalam pengelolaan akuntansi anda. Software ERP ini mempunyai harga yang sama dengan Software Akuntansi. Akan tetapi Keysoft ERP mempunyai modul yang lebih lengkap seperti financial planning. Untuk info lebih lanjut mengenai Keysoft ERP, silahkan Klik disini.

I.                  
Definisi
Akuntansi

Akuntansi adalah pengukuran,
penjabaran, atau pemberian kepastian mengenai informasi yang akan membantu
manajer, investor, otoritas
pajak
dan pembuat keputusan lain untuk membuat alokasi sumber daya keputusan di dalam
perusahaan,
organisasi,
dan lembaga pemerintah. Akuntansi adalah seni dalam mengukur, berkomunikasi dan
menginterpretasikan aktivitas keuangan. Secara luas, akuntansi juga dikenal
sebagai “bahasa bisnis”.

Akuntansi adalah suatu aktivitas
jasa (mengidentifikasikan, mengukur, mengkalsifikasikan dan mengikhtisarkan)
kejadian atau transaksi ekonomi yang menghasilkan informasi kuantitatif
terutama yang bersifat keuangan yang digunakan dalam pengambilan keputusan
(Amin. W, 1997)
.

Pengertian akuntansi menurut Abubakar. A & Wibowo
(2004) adalah proses identifikasi, pencatatan dan komunikasi terhadap transaksi
ekonomi dari suatu entitas/perusahaan.

II.               
Fungsi
Akuntansi

Akuntansi bertujuan untuk menyiapkan suatu laporan
keuangan yang akurat agar dapat dimanfaatkan oleh para manajer, pengambil
kebijakan, dan pihak berkepentingan lainnya, seperti pemegang saham, kreditur,
atau pemilik. Pencatatan harian yang terlibat dalam proses ini dikenal dengan
istilah pembukuan.

Fungsi utama akuntansi adalah sebagai informasi keuangan suatu
organisasi. Dari laporan akuntansi kita bisa melihat posisi keuangan suatu
organisasi beserta perubahan yang terjadi didalamnya. Akuntansi dibuat secara
kualitatif dengan satuan ukuran uang. Informasi mengenai keuangan sangat
dibutuhkan khususnya oleh pihak manajer manajemen untuk membantu membuat
keputusan suatu organisasi.

Tujuan akuntansi sendiri dalam
manajemen adalah melaksanakan fungsi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan,
dan pengendalian. Adapun pengguna informasi akuntansi adalah: Manajemen,
Pemasok, Pelanggan, Karyawan, Pesaing, Agen Pemerintah, dan Wartawan. 

III.            
Pihak-Pihak
yang Berkepentingan

A. Pihak Intern
Adalah pihak manajemen yang berkepentingan langsung dan sangat membutuhkan
informasi keuangan untuk tujuan pengendalian (controlling), pengkoordinasian
(coordinating), dan perencanaan (planning) suatu perusahaan.

B. Pihak Ekstern
Adalah pihak-pihak yang berada di luar perusahaan tetapi ia membutuhkan
informasi keuangan perusahaan tersebut.

1.     

Pemilik/Investor
Pemilik memerlukan informasi akuntansi di perusahaannya untuk mengetahui maju
mundurnya perusahaan, sehingga ia dapat mengambil keputusan apakah akan
mempertahankan perusahaannya, menjualnya, atau menambah investasinya. 2. Calon Investor
Bagi calon investor sangat perlu informasi akuntansi perusahaan. Hal ini
dilakukan dalam rangka untuk mengambil keputusannya apakah akan
menginvestasikan dananya di perusahaan tersebut atau tidak.
3. Kreditor Informasi akuntansi suatu perusahaan sangat dibutuhkan bagi kreditor untuk
mengetahui kemampuan perusahaan dalam mengembalikan pinjamannya. Hal ini dapat
dijadikan oleh kreditor sebagai bahan untuk mengambil keputusan apakah akan
ditambah atau ditarik pinjamannya. 4. Calon Kreditor
Bagi calon kreditor informasi akuntansi suatu perusahaan sangat diperlukan
sebagai bahan pertimbangan bagi calon kreditor untuk menilai resiko serta
memutuskan apakah perusahaan tersebut akan diberikan pinjaman atau tidak. 5. Pemerintah
Informasi akuntansi perusahaan bagi pemerintah sangat berguna untuk penetapan
besarnya pajak penghasilan (PPh) badan usaha. Selain itu, juga dapat dipakai
sebagai alat penilaian bagi perusahaan apakah perusahaan tersebut mematuhi
peraturan atau tidak. 6. Karyawan perusahaan yang bersangkutan

Informasi akuntansi perusahaan sangat bermanfaat bagi karyawan perusahaan yang
bersangkutan untuk kelangsungan hidupnya. Maju mundurnya perusahaan dapat
berguna untuk kemantapan kerja, bahan pertimbangan penuntutan naiknya gaji, dan
jaminan sosial karyawan.

IV.            
Prinsip
Akuntansi

Selain penerapan
asumsi-asumsi dasar dalam praktek akuntansi, terdapat juga beberapa
prinsip-prinsip yang perlu diperhatikan dan diterapkan. Seperti orang hidup
yang harus memiliki prinsip, demikian juga dengan akuntansi.
Adapun prinsip-prinsip akuntansi tersebut adalah:

1.       Prinsip
Biaya Historis (Historical Cost Principle)
Prinsip ini menghendaki digunakannya harga perolehan dalam mencatat aktiva,
utang, modal dan biaya. Misalkan, pada saat kita hendak membeli sebuah laptop,
kita ditawari harga Rp 9.000.000,00, setelah proses tawar menawar berjalan kita
membeli laptop tersebut dengan harga Rp 8.950.000,00. Dari kondisi di atas yang
menjadi harga perolehan laptop kita adalah Rp 8.950.000,00, sehingga pada
pencatatan kita yang muncul adalah angka Rp 8.950.000,00.

2.      

Prinsip
Pengakuan Pendapatan (Revenue Recognition Principle)
Pendapatan adalah aliran masuk harta-harta (aktiva) yang timbul dari penyerahan
barang atau jasa yang dilakukan oleh suatu unit usaha selama suatu periode
tertentu.

Dasar yang digunakan untuk mengukur besarnya pendapatan adalah jumlah kas atau
ekuivalennya yang diterima dari transaksi penjualan dengan pihak yang bebas.

3.       Prinsip
Mempertemukan (Matching Principle)
Yang dimaksud dengan prinsip ini adalah mempertemukan biaya dengan pendapatan
yang timbul karena biaya tersebut. Prinsip ini berguna untuk menentukan
besarnya penghasilan bersih setiap periode. Prinsip ini biasanya diterapkan
saat kita membuat jurnal penyesuaian. Dengan adanya prinsip ini kita harus
menghitung berapa besarnya biaya yang sudah benar-benar menjadi beban kita
meskipun belum dikeluarkan, dan berapa besarnya pendapatan yang sudah
benar-benar menjadi hak kita meskipun belum kita terima selama periode berjalan.

4.       Prinsip
Konsistensi (Consistency Principle)
Metode dan prosedur-prosedur yang digunakan dalam proses akuntansi harus
diterapkan secara konsisten dari tahun ke tahun. Konsistensi tidak dimaksudkan
sebagai larangan penggantian metode, jadi masih dimungkinkan untuk mengadakan
perubahan metode yang dipakai. Jika ada penggantian metode, maka selisih yang
cukup berarti (material) terhadap laba perusahaan harus dijelaskan dalam
laporan keuangan, tergantung dari sifat dan perlakukan terhadap perubahan metode
atau prinsip tersebut.

5.       Prinsip
Pengungkapan Lengkap (Full Disclosure Principle)
Yang dimaksud dengan prinsip ini adalah menyajikan informasi yang lengkap dalam
laporan keuangan. Hal ini diperlukan karena melalui laporan keuanganlah kita
dapat mengetahui kondisi suatu perusahaan dan mengambil keputusan atas
perusahaan tersebut. Apabila informasi yang disajikan tidak lengkap, maka
laporan keuangan tersebut bisa menyesatkan para pemakainya

V.               
Pengertian
Laporan Keuangan

Laporan keuangan
adalah catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu
periode akuntansi
yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan tersebut. Laporan
keuangan adalah bagian dari proses
pelaporan keuangan.

Berikut merupakan pengertian laporan
keuangan dari beberapa sumber, yaitu: 

Menurut Munawir dalam bukunya Analisa Laporan
Keuangan menyatakan bahwa laporan keuangan adalah bersifat historis dan
menyeluruh sebagai suatu laporan kemajuan (progress report). Selain itu,
dikatakan bahwa laporan keuangan terdiri dari data-data yang merupakan hasil
dari suatu kombinasi antara fakta-fakta yang telah dicatat (recorded fact),
prinsip-prinsip, dan kebiasaan-kebiasaan di dalam akuntansi (accountung
convention and postulate), serta pendapat pribadi (personal judgement).

Zaki Baridwan menyatakan bahwa Laporan keuangan
adalah merupakan ringkasan dari suatu proses pencatatan, merupakan suatu
ringkasan, dan transaksi-transaksi keuangan yang terjadi selama satu tahun buku
yang bersangkutan. Kemudian, pengertian di dalam standar akuntansi keuangan,
Laporan keuangan adalah merupakan bagian dari proses pelaporan keuangan dan
laporan keuangan lengkap biasanya meliputi neraca, laporan laba rugi, laporan
perubahan posisi keuangan (yang dapat disajikan dalam berbagai cara, seperti
sebagai laporan arus kas), catatan, laporan keuangan lain, dan materi
penjelasan yang bagian integral dari laporan keuangan.

Selanjutnya menurut Harahap (2002:7) mengemukakan bahwa:

“Laporan keuangan adalah merupakan
pokok atau hasil akhir dari suatu proses akuntansi yang menjadi bahan informasi
bagi para pemakainya sebagai salah satu bahan dalam proses pengambilan
keputusan dan juga dapat menggambarkan indikator kesuksesan suatu perusahaan
mencapai tujuannya.”

Sedangkan menurut Standar Akuntansi
Keuangan PSAK No. 1 (IAI:2004:04) mengemukakan bahwa:

Laporan keuangan merupakan laporan
periodik yang disusun menurut prinsip-prinsip akuntansi yang diterima secara
umum tentang status keuangan dari individu, sosiasi atau organisasi bisnis yang
terdiri dari neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan kuitas, laporan arus
kas dan catatan atas laporan keuangan.”

Laporan keuangan adalah suatu bagian
dari proses pelaporan keuangan. Laporan keuangan merupakan pencatatan transaksi
dan pengikhtisaran dan pelaporan yang dapat memberikan informasi bagi pemakai.

VI.            
Isi
Laporan Keuangan

Laporan keuangan terdiri dari empat laporan dasar,
yaitu:

a.       Neraca, menunjukkan posisi keuangan
yang meliputi kekayaan, kewajiban serta modal pada waktu tertentu.

b.      Laporan rugi-laba, menyajikan hasil
usaha perusahaan yang meliputi pendapatan dan biaya (beban) yang dikeluarkan
sebagai akibat dari pencapaian tujuan dalam suatu periode tertentu.

c.       Laporan perubahan modal/laba
ditahan, yang memuat tentang saldo awal dan akhir laba ditahan dalam Neraca
untuk menunjukkan suatu analisa perubahan besarnya laba selama jangka waktu
tertentu.

d.      Laporan arus kas, memperlihat aliran
kas selama periode tertentu, serta memberikan informasi terhadap sumber-sumber
kas serta penggunaan kas dari setiap kegiatan dalam periode yang dicakup.

VII.         
Bentuk
Neraca

Neraca bisa disajikan
dalam dua bentuk:

1.      Bentuk skontro (account form), yang membagi
halaman menjadi dua dan sebelah kiri untuk melaporkan posisi aset atau aktiva,
sedang sebelah kanan untuk melaporkan posisi kewajiban dan modal.

2.      Bentuk vertikal (vertical form) yang
menyajikan informasi keuangan dari atas ke bawah, dengan urutan mulai dari aset
atau aktiva, lalu kewajiban dan modal. 

VIII.      
Laporan
Laba Rugi

Laporan
laba rugi
adalah
bagian dari
laporan keuangan suatu perusahaan yang dihasilkan
pada suatu
periode akuntansi yang menjabarkan unsur-unsur
pendapatan dan beban perusahaan sehingga menghasilkan suatu laba (atau rugi)
bersih.

IX.            
Bentuk
Laporan Laba Rugi

Laporan laba rugi dapat disajikan
dengan menggunakan dua bentuk, yaitu bentuk single-step dan bentuk
multiple-step, yaitu dapat dijelaskan sebagai berikut 

1. Perhitungan Rugi-Laba Bentuk
Langsung (Single Step Form) 

Pada bentuk ini semua penghasilan
yang diperoleh dari berbagai kegiatan/ aktivitas dikelompokkan menjadi satu
kelompok yang disebut kelompok penghasilan, sedangkan untuk semua beban dikelompokkan
ke dalam satu kelompok yang disebut biaya. Penghasilan bersih (laba) merupakan
selisih antara kelompok penghasilan dan total kelompok beban. 

2. Perhitungan Rugi-Laba Bentuk
Bertahap (Multiple Step Form)

Pada bentuk ini penghasilan bersih
(laba) dihitung secara bertahap sesuai dengan aktivitas perusahaan. Dengan
demikian, semua penghasilan dan beban disajikan sesuai dengan kegiatan/
aktivitas, yaitu kegiatan usaha, di luar usaha dan luar biasa. 

X.               
Tujuan
Laporan Keuangan

Menurut Standar Akuntansi Keuangan yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan
Indonesia
tujuan
laporan keuangan adalah Menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan,
kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi
sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan.

Laporan keuangan yang disusun untuk
tujuan ini memenuhi kebutuhan bersama sebagian besar pemakai. Namun demikian,
laporan keuangan tidak menyediakan semua informasi yang mungkin dibutuhkan
pemakai dalam mengambil keputusan
ekonomi karena secara umum menggambarkan pengaruh keuangan dan
kejadian masa lalu, dan tidak diwajibkan untuk menyediakan informasi
nonkeuangan.

Laporan keuangan juga menunjukan apa
yang telah dilakukan manajemen (
bahasa Inggris: stewardship), atau pertanggungjawaban manajemen
atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya. Pemakai yang ingin melihat apa
yang telah dilakukan atau pertanggungjawaban manajemen berbuat demikian agar
mereka dapat membuat keputusan
ekonomi. Keputusan ini mencakup, misalnya, keputusan untuk menahan
atau menjual
investasi mereka dalam perusahaan atau
keputusan untuk mengangkat kembali atau mengganti manajemen.

Sumber:


Page 2

Leave a Comment