Langkah pertama dalam memulai usaha budidaya ikan konsumsi adalah?

Budidaya ikan lele merupakan salah satu peluang bisnis yang menguntungkan. Lele adalah ikan yang dapat hidup di air tawar. Budidaya ikan lele ini juga sangat mudah, Anda bisa melakukannya di perkarangan rumah Anda. Media yang dapat digunakan juga bisa menggunakan kolam buatan dari terpal atau dengan menggunkan media tanah.

Budidaya ikan lele ini hanya membutuhkan modal yang kecil. Oleh karena itu setiap orang bisa melakukannya. Perawatan lele juga sangat mudah, sehingga bisnis budidaya lele ini patut Anda coba. Selain modal dan perawatan juga pemasaran ikan lele juga sangat luas. Hampir setiap rumah makan menjual ikan lele sebagai lauk. Selain rumah makan juga konsumsi masyarakat terhadap ikan lele juga sangat banyak.

Setelah melihat betapa bagusnya peluang bisnis budidaya ikan lele ini, tertarik untuk memulai bisnis ikan lele?Tetapi, perlu diperhatikan, masih banyak orang yang melakukan  budidaya lele namun tidak sukses. Orang tersebut bisa dikatakan tidak mengetahui perencanaan dan hal yang harus dilakukan sebelum memulainya.

Untuk Anda yang masih pemula jangan takut. Sebelum memulai budidaya ketahui dahulu cara dan tips budidaya ikan lele ini supaya Anda bisa sukses. Nah untuk itu kami akan sajikan 10 tips efektif dalam melakukan budidaya ikan lele yang sukses.

Baca juga : 10 Contoh Wirausaha dengan Modal Kecil namun Untung Besar

10 Hal yang Perlu Anda Lakukan Sebelum Melakukan Budidaya Ikan Lele

1. Persiapkan Modal

Modal memang sangat dibutuhkan saat Anda mau memulai bisnis budidaya ikan lele ini. tentukan media apa yang akan digunakan dalam budidaya. Jika menggunakan kolam tanah maka modal yang dikeluarkan lebih sedikit namun jika menggunakan media terpal maka sedikit mengeluarkan modal yang lebih banyak.

Berikut adalah rincian awal modal untuk memula budidaya ikan lele:

  • Pembutan kolam, jika menggunakan kolam terpal atau plastik = Rp. 2.500.000
  • Pengisian air = Rp. 350.000
  • Mesin pompa air = 400.000
  • Bibit ikan lele untuk 5000 ekor = 230.000
  • Pakan ikan lele selama 3 bulan = 300 kg =  000.000,00
  • Obat-obatan =Rp150.000
  • Litrik selama 3 bulan = Rp.700.000
  • Air selama 3 bulan = Rp. 700.000
  • Total = Rp8.930.000

Untuk memulai bisnis budidaya ikan lele dengan media terpal atau plastik membutuhkan modal sebesar Rp8.930.000. Namun jika Anda mengunakan kolam di tanah atau sawah maka modalnya lebih sedikit. Anda hanya membutuhkan pengairan, bibit, pakan, dan obat-obatan sekitar Rp5.000.000. Untuk Anda yang memiliki lahan sawah budidaya lele juga perlu Anda coba.

Baca juga : Dropship Adalah Bisnis yang Mudah? Mari Bahas lebih Jauh

2. Persiapkan Kolam

Sebelumnya sudah disinggung bahwa tentukan terlebih dahlu tipe kolamnya. Jika Anda membuat kolam dengan media terpal maka Anda harus perhatikan kondisi tanah dan air. Buatlah kolam yang besar agar cukup oksigen sehingga ikan lele tetap hidup.

Setelah pembuatan kolam dan pengisian air, Anda harus menunggu beberapa hari untuk bisa menebar bibit lele. Anda harus menunggu pembentukan lumut dan fitoplankton yang dapat menetralkan air kolam agar tidak mudah keruh.

3. Pemilihan bibit

Bibit yang baik akan mempengaruhi hasil dari budidaya ikan lele juga. Pilihlah bibit yang unggul. Ukuran bibit yang dipilih bisa berukuran 3-5 cm. Ini bertujuan agar bibit lele tidak mudah mati.

4. Pemisahan bibit

Setelah pemilihan bibit yang unggul tips selanjutnya adalah pemisahan bibit. Bibit lele harus dipisahkan dari lele yang berukuran besar dan kecil. Hal ini ditujukan agar menghidari lele yang saling memakan. Kita bisa pisahkan lele yang berukuran 3 cm, 4cm dan 5 cm.

Baca juga : 10 Peluang Bisnis Peternakan yang Mudah Dikembangkan dengan Modal Kecil

5. Penebaran benih

Dalam penebaran benih juga harus diperhatikan yaitu bisa pagi atau sore hari. Karena menghindari lele langsung kontak dengan sinar matahari. Jika bibit lele ditebarkan langsung kontak dengan sinar matahari ini dapat menyebabkan bibit ikan lele mati karena kepanasan.

6. Pemberian makan lele

Biasanya lele harus diberi makan tiga kali sehari. Waktu pemberiannya sekitar pukul 07.00, 17.00 dan 22.00. namun jika Anda menemukan ikan lele yang lincah dan mendorongkan kepalanya Anda bisa memberikan makan tambahan.

Pakan ikan lele juga harus mengandung protein, lemak, karbohidrat vitamin dan mineral. Pilihlah pakan lele yang memiliki kandungan tersebut. Anda juga bisa membuat pakan lele sendiri. Pemberian pakan lele ini sebaiknya diselingi dengan pakan yang beli dan pakan buatan kita sendiri. Ini bertujuan agar lele tidak bosan dengan pakannya. Sehingga lele akan cepat besar dan cepat panen.

Baca juga : 5 Mitos dalam Pengembangan Bisnis yang Harus Anda Ketahui

7. Pengembangbiakan lele

Setelah satu bulan lihat ciri lele. Ikan lele yang siap kawin terlihat dari warna kelaminnya. sel telur ikan lele yang sudah dibuahi akan menempel pada sarang dengan jangka waktu 24 jam. telur akan menetas dan menjadi anakan ikan lele yang siap dipisahkan. Pisahkan induk lele dan anaknya, pemisahan ini dilakukan agar lele yang sudah besar tidak memakan lele yang kecil.

8. Pencegahan hama

Pencegahan hama dapat dilakukan dengan menggunakan penghalang berupa kandang agar hewan liar dari luar tidak masuk ke kolam memangsa ikan lele kita. selanjutnya untuk penyakit Anda dapat memberikan obat penyakit lele yang dapat Anda beli toko perikanan.

Pencegahan hama atau penyakit ini sangat perlu diperhatikan. Anda bisa melihat kondisi ikan lele Anda, jika terlihat ikan lele Anda lemas atau ketika diberi pakan tidak mau makan maka ikan lele Anda sedang sakit. Berikan obat yang sudah Anda beli tadi ke kolam Anda.

Baca juga : Mengetahui Lebih Jauh Metode Persediaan Fifo, Lifo, dan Avarage

9. Pengaturan air

Air pada kolam juga perlu di perhatikan. Berilah air yang lebih banyak agar ikan cukup oksigen dan tidak kepanasan. Tinggi air dari untuk kolam pada bulan pertama 20 cm, bulan kedua 40 cm dan bulan ke tiga 40 cm. Ketinggian air ini disesuaikan dengan ukuran ikan lele.

Ketika Anda ingin mengganti air kolam, pastikan juga benih lele sudah diberi pakan. Saat menguras kolam jangan menggunkan sistem air sikulasi, karena dapat menyebabkan tingkat keasaman air berbeda. Lele cendrung suka pada air yang tenang.

10. Panen lele

Lele dapat dipanen ketika sudah berumur 3 bulan setelah bibit. Ukuran lele ini biasanya 5-9 atau 9-13 cm atau dengan  4-7 ekor per kilogramnya. Ciri-ciri ikan lele siap di panen adalah warna air menjadi merah. Tetap lakukan peyortiran saat panen lele.

Lele yang masih berukuran kecil bisa dipisahkan dan lakukan perawatan hingga siap panen. Setelah panen, lakukan pembersihan kolam, setelah kolam di bersihkan boleh ditebar kembali bibit lele yang baru ke kolam Anda.

Untuk pemasaran lele, Anda bisa jual ke penjual ikan dipasar atau ke warung-warung makan di dekat Anda. Biasanya hasil ikan lele ini di jual agen penampungan ikan, baru di distribusikan ke masyarakat melalui penjual ikan di pasar.

Baca juga : Pentingnya Mengetahui Tata Cara Membuat Surat Izin Usaha

Itulah tips sukses budidaya ikan lele, semoga dapat membantu Anda yang ingin melakukan bisnis budidaya ikan. Hal penting yang harus diperhatikan dalam melakukan budidaya ikan lele adalah dengan melakukan pencatatan terhadap pengeluaran dan pemasukan pada bisnis Anda agar mengetahui keuntungan yang Anda dapatkan setiap panennya.

Catatlah semua biaya tersebut pada alur pembukuan yang baik dan benar agar Anda bisa memantau seluruh arus keuangan bisnis secara mudah. Kesulitan melakukan pencatatan? Anda bisa mencoba menggunakan software akuntansi berbasis cloud yang bisa digunakan kapan saja dimana saja seperti Accurate Online.

Accurate Online adalah software akuntansi berbasis cloud yang sangat mudah digunakan dan memiliki fitur terbaik yang cocok bagi semua bisnis di Indonesia. Sebut saja fitur pencatatan penjualan dan pembelian, penghitungan aset, penghitungan stok, otomatisasi lebih dari 100 jenis laporan keuangan, dan masih banyak lagi.

Tertarik menggunakan Accurate Online? Anda bisa mencobanya secara gratis selama 30 hari melalui tautan di bawah ini :

Home »
Kelas VIII » Tahapan Budidaya Pembesaran Ikan Konsumsi

Salah satu jenis budidaya ikan yang banyak dikembangkan adalah usaha pembesaran ikan lele sebagai komoditasnya. Lele dipilih sebagai komoditas yang akan dikembangkan karena jenis ikan ini lebih mudah dalam hal pemasaran, lebih cepat masa panennya dan lebih mudah pemeliharaannya jika dalam pelaksanaannya menerapkan cara budidaya ikan yang baik dengan disertai manajemen dan teknologi secara tepat. Melalui beberapa tahapan dalam proses budidaya ikan lele akan dihasilkan produk yang menguntungkan.

Ada berbagai jenis ikan konsumsi yang dibudidayan di air tawar, payau dan laut. Setelah melakukan observasi dan wawancara tentang budidaya ikan konsumsi, ternyata ikan lele dapat berkembang baik jika dibudidayakan dalam kolam terpal. Kolam terpal dipilih sebagai wadah budidaya karena jenis kolam ini lebih mudah, murah dan lebih cepat dalam pembuatannya serta dapat diterapkan pada tipe tanah tanah berpasir (porous) dengan jumlah air yang terbatas. Beberapa langkah yang dapat dilakukan dalam proses budidaya ikan lele antara lain sebagai berikut.

a. Perencanaan

  • Menentukan jenis ikan konsumsi yang akan dibudidayakan. Dari berbagai jenis ikan budidaya yang ada ikan lele merupakan ikan yang paling mudah dibudidayakan. Lele merupakan salah satu jenis ikan tawar yang sudah dibudidayakan secara menyeluruh dan komersial oleh masyarakat Indonesia
  • Menentukan dan persiapan wadah yang akan digunakan untuk budidaya ikan konsumsi.Tahap utama dalam budidaya ikan lele adalah wadah budidaya. Salah satu wadah ini adalah cara budidaya ikan lele di kolam terpal.
  • Menentukan jadwal kegiatan budidaya.
No. KEGIATAN BULAN 1 BULAN 2 BULAN 3
1. 2 3 4 5
1. Penyiapan wadah dan benih budidaya asd asd asd asd asd asd asd asd asd asd asd asd
2. Penebaran benih asd asd asd asd asd asd asd asd asd asd asd asd
3. Pemberian pakan dan pengontrolan asd asd asd asd asd asd asd asd asd asd asd asd
4. Pemanenan asd asd asd asd asd asd asd asd asd asd asd asd
  • Menyiapkan kebutuhan sarana alat dan bahan
  • Menentukan tugas individu

b. Menyiapkan sarana produksi 
Bahan

  • Benih ikan lele ukuran 5-8 cm
  • Pakan ikan alami dan buatan serta pakan tambahan
  • Obat obatan
  • Vitamin atau probiotik

Alat

  • Timbangan dan penggaris
  • Alat sortir/baskom grading
  • Seser/saringan

c. Proses Budidaya Pembesaran Ikan Konsumsi

Salah satu cara budidaya ikan konsumsi adalah dengan menggunakan kolam terpal. Pembuatan kolam terpal dapat dilakukan di pekarangan ataupun di halaman rumah. lahan yang digunakan berupa lahan yang belum dimanfaatkan atau lahan yang telah dimanfaatkan, tetapi kurang produktif. keuntungan dari kolam terpal adalah biaya yang lebih hemat.

Pembesaran ikan lele dilakukan sampai ukuran konsumsi. Ukuran lele siap konsumsi adalah 150 200gram/ekor. Lama waktu budidaya 2.5-3 bulan. Berikut langkah langkah budidaya ikan lele:

Proses

  • Siapkan wadah budidaya ukuran 3 x 4 m dan isi air sampai ½ bagian. Jika wadah masih baru maka biarkan air sampai beberapa hari kemudian buang untuk menghilangkan bau terpal.
  • Kolam diisi lagi dengan air sampai ¾ bagian dan biarkan 3-4 hari.
  • Tebarlah benih ukuran 5-7 cm dengan kepadatan tebar untuk kolam ukuran 6 x 8 m sebanyak 1.000 ekor. Penebaran dilakukan pada sore atau pagi hari agar ikan tidak stres.
  • Biarkan benih ikan lele keluar sendirinya dari plastik. Masukan air kolam sedikit demi sedikit ke dalam plastik agar dapat beradaptasi dengan lingkungan kolam.
  • Pemberian pakan buatan berupa pellet selama satu bulan dengan dosis 5-10% dari berat total ikan.
  • Setelah ukuran ikan agak besar maka pakan dikurangi 3% per hari. Berikan pakan tambahan berupa daun, daging bekicot/keong mas, limbah ikan asin, dan sayuran. Hindari pemberian bangkai ayam. Pemberian bangkai ayam sakit dikhawatirkan efek samping yang kurang baik.
  • Pergantian air dilakukan seminggu sekali. Air yang diganti biasanya 50 % dari volume air kolam.
  • Lakukan pengontrolan pertumbuhan dengan sampling dua minggu sekali. Ambilah 10% dari populasi ikan dan timbang hasilnya dirata-rata kemudian kalikan jumlah ikan. Berdasarkan informasi ini maka akan diketahui jumlah pemberian pakan yang akan diberikan
  • Apabila terkena penyakit cacar, bercak, dan borok maka pisahkan ikan yang sakit dan rendam dengan larutan PK 0,1 ppm atau secara alami diobati daun papaya dan sedikit garam dapur. Lakukan pergantian air sesering mungkin.
  • Untuk mencegah terjangkitnya penyakit jamur, berikan pakan alami daun papaya
  • Lakukan seleksi untuk menghindari persaingan makanan dengan melakukan panen selektif. Sebaiknya dipisahkan sesuai ukuran yang sama
  • Setelah umur 2.5 – 3 bulan maka ikan dapat dipanen dengan ukuran 150-200 gram per ekor. 
  • Panen dilakukan pagi atau sore hari, hati-hati saat panen jangan sampai ikan stres dan mengalami kerusakan yang berakibat tingkat kematian tinggi. Ikan disimpan di tempat penampungan kemudian dikemas ke dalam plastik, bak, drum atau jerigen. Tempat pengemasan ikan disesuaikan dengan jarak pengangkutan.

Posted by Nanang_Ajim

Mikirbae.com Updated at: 7:42 PM

Leave a Comment