Menjelaskan daya simpan pengolahan bahan pangan


bagaimana mengatasi hilangnya lapangan kerja yang ditimbulkan dari datangnya teknologi informatika di bidang ekonomi​


Pemilikan tanah yang beralih pada segolongan minoritas tertentu dapat menimbulkan benih – benih sistem startifikasi sosial bersifat feodal….


2.sebutkan contoh contoh promosi demosi dan pemberhentian


5. berikan contoh 5 perusahaan atau lembaga yang telah membangun sebuah mitra dalam menggunakan e-bisnis


6. seandainya anda diminta untuk memberikan ceramah di hadapan masyarakat yang memiliki latar belakang yang sama sekali berbeda dengan pendidikan anda


apa saja yang perlu anda persiapkan sehingga komunikasi anda dapat mencapai sasaran.


Sebuah kegiatan Yang dilakukan wirausaha Dalam memikirkan rencana usaha Yang Akan dilakukan disebut


Aktivitas 10 jelaskan aneka ragam kemasan produksi kerajinan dari bahan limbah berbentuk bangun datar! yang ada dilingkunganmu. kemudian buatlah lapor


an identifikasi aneka ragam kemasan produksi kerajinan tersebut. pliss jawab yg ga bisa ga jawab ya udh gpp​


All of my have been living in jakarta the correct present continuous sentences from the sentence above is


Apa gagasan yang bisa anda sumbangkan untuk mengatasi persoalan intoleransi ini?


Berapa persen jumlah pengangguran di Indonesia ? Dan apa dampaknya bagi calon sarjana

Loading Preview

Sorry, preview is currently unavailable. You can download the paper by clicking the button above.

Part 2 – Part 3 – Part 4

Pengertian tentang bahan pangan – Bahan pangan adalah bahan yang memungkinkan manusia tumbuh dan mampu memelihara tubuhnya serta berkembang biak.

Bahan pangan pada umumnya terdiri atas zat-zat kimia, baik yang terbentuk secara alami ataupun secara sintetis, dalam berbagai bentuk kombinasi dan yang berperan penting bagi kehidupan, seperti halnya air dan oksigen.

Bahan pangan terdiri dari empat komponen utama yaitu karbohidrat, protein, lemak, air dan turunan-turunannya.

Selain itu bahan pangan juga tersusun dari komponen anorganik dalam bentuk kandungan mineral, dan komponen organik lainnya dalam jumlah relatif kecil, misalnya vitamin, enzim, emulsifier, asam, antioksidan, pigmen dan komponen-komponen cita rasa/flavor.

Jumlah komponen-komponen tersebut berbeda-beda pada masing-masing bahan pangan, tergantung pada susunan, kekerasan atau tekstur, cita rasa, warna dan nilai makanannya.

Oleh karena itu, kemananan pangan berperan penting untuk kualitas bahan dan makanan pangan.

A. Komponen-Komponen Utama Bahan Pangan
  1. Air Kadar air sangat berpengaruh terhadap mutu bahan pangan, karena dapat mempengaruhi penampakan, tekstur, serta cita rasa makanan kita.Bahkan dalam bahan makanan yang kering sekalipun, seperti buah kering, tepung serta biji-bijian, terkandung air dalam jumlah tertentu.Air berperan dalam zat-zat makanan dan sisa-sisa metabolisme, sebagai media reaksi yang menstabilkan pembentukan biopolimer dan sebagainya.Semua bahan makanan mengandung air dalam jumlah yang berbeda-beda, baik itu bahan makanan hewani maupun nabati.Sebagai contoh sayur-sayuran dan buah-buahan segar mempunyai kadar air 90-95%, susu 85-90%, ikan 70-80%, telur 70-75% dan dagini 60-70%.Pengurangan air di samping bertujuan untuk mengawetkan juga untuk mengurangi volume dan berat pangan sehingga memudahkan dan menghemat pengepakan.

    Beberapa jenis biji-bijian yang diperdagangkan di pasa mempunyai kadar air tertentu, misalnya beras dengan kadar air sekitar 14% atau kacang kedelai mempunyai keawetan dan daya simpan lebih lama dibandingkan dengan keadaan segarnya pada kadar air yang lebih tinggi.

    Air di didalam bahan pangan terdapat dalam bentuk air bebas dan air terikat. Air bebas mudah dihilangkan dengan cara penguapan atau pengeringan.

    Sedangkan air terikat sangat sukar dihilangkan dari bahan pangan meskipun dengan cara penguapan.

  2. Karbohidrat Karbohidrat merupakan sumber kalori utama bagi manusia. Sebanyak 60-80% kalori yang diperoleh tubuh manusia berasal dari karbohidrat.Hal ini terutama berlaku bagi bangsa-bangsa di Asia Tenggara. Di samping merupakan sumber utama, juga mempunyai peranan penting dalam menentukan karakteristik bahan makanan.Misalnya rasa, warna, tektur dan lain-lain. Bagi tubuh manusia, sebagian besar karbohidrat diperoleh dari bahan makanan sehari-hari, terutama berasal dari tumbuh-tumbuhan.Terbentuknya karbohidrat dari tanaman melalui proses asimiliasi atau fotosintesis, yaitu terjadi melalui permukaan daun yang menghisap udara CO2, bersamaan dengan air yang diserap oleh akar, dibawa ke jaringan daun.Proses fotosintesis terjadi pada butir-butir hijau daun/klorofil.Klorofil adalah zat warna/pigmen hijau yang menyerap energi dari matahari dan menyebabkan tanaman mampu membentuk karbohidrat dari CO2 dan air.

    Karbohidrat/zat tepung akan diangkut ke tempat-tempat penyimpanan, yaitu dalam buah, akar dan umbi.

    Menurut ukuran molekulnya, karbohidrat dapat dikelompokkan menjadi tiga golongan, yaitu:

    a. Monosakarida, yaitu karbohidrat yang paling sederhana susunan molekulnya, terdiri dari 5 atau 6 atom C. Termasuk dalam golongan ini adalah karbohidrat yang terdapat pada tumbuh-tumbuhan dan buah-buahan yang berasa manis.

    b. Oligosakarida, merupakan polimer dari 2 sampai 10 monosakarida, yang biasanya terdapat pada sari tebu atau bit.

    c. Polisakarida, merupakan polimer yang terdiri dari lebih 10 monomer monosakarida. Biasanya terdapat pada pati tumbuh-tumbuhan seperti serealia dan umbi-umbian.

    3. Protein

    Protein merupakan salah satu zat makanan yang penting bagi kelangsungan hidup suatu mahluk. Di samping berfungsi sebagai bahan bakar di dalam tubuh, juga berfungsi sebagai zat pembangun dan pengatur.

    Protein adalah sumber asam-asam amino yang mengandur unsur-unsur C, H2O dan N yang tidak memiliki oleh lemak atau karbohidrat.

    Molekul protein mengandung pula belerang (S) dan fosfor (P) dan ada pula jenis protein yang mengandung unsur logam seperti besi dan tembaga.

    Protein juga berfungsi sebagai pemberi kalori, apabila jumlah karbohidrat dan lemak tidak mencukupi kebutuhan tubuh.

    Apabila protein tidak cuku mengandung asam amino esensial, sehingga tidak dapat digunakan untuk membangun jaringan tubuh, protein tersebut dapat dioksidasi untuk menghasilkan energi.

    4. Lemak dan Minyak

    Molekul lemak terdiri dari unsur karbon, hidrogen dan oksigen (C, H dan O). Selain karbohidrat, lemak merupakan sumber energi yang kedua bagi tubuh manusia.

    Satu gram lemak menghasilkan 9 kalori sehingga sebagai sumber kalori sebenarnya lebih menguntungkan.

    Asam lemak esensial tidak dapat dibuat oleh tubuh manusia, harus diambil dari makanan, dan berfungsi untuk melindungi alat-alat tubuh yang halus.

    Di Negara yang beriklim dingin, kebutuhan lemak setiap orang lebih tinggi, ini disebabkan oleh lemak memberikan kalori yang lebih tinggi sehingga dapat melindungi tubuh dari iklim yang dingin di sekelilingnya.

Sumber

Judul buku: Dasar-dasar Teknologi Pangan

Penulis: Ir. M. Koeswardhani, M.Si.

Produk pangan segar asal tumbuhan merupakan pangan yang berasal dari tumbuhan yang dapat dikonsumsi langsung dan/atau menjadi bahan baku pangan olahan yang mengalami pengolahan minimal dan tanpa penambahan Bahan Tambahan Pangan (BTP) kecuali pelilinan. Hal tersebut menjelaskan bahwa pangan segar asal tumbuhan cenderung dikonsumsi dalam rentang waktu yang singkat. Pada saat isolasi mandiri maupun kelompok seperti sekarang, perlu adanya upaya memperpanjang masa simpan pangan segar asal tumbuhan agar frekuensi belanja produk pangan segar asal tumbuhan untuk pemenuhan kebutuhan gizi dapat dikurangi. Hal ini sangat penting untuk mengurangi interaksi sosial yang tidak diperlukan.

Penerapan metode untuk memperpanjang masa simpan pangan segar asal tumbuhan juga memiliki beberapa kekurangan pada pelaksanaannya. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal. Pertama, pemilihan produk pangan segar asal tumbuhan yang kurang sempurna (salah satunya memilih pangan yang sudah mengalami pembusukan). Kedua, penggunaan beberapa macam bahan pengawet yang kurang tepat (penggunaan borax maupun formalin yang tidak seharusnya digunakan dalam pengawetan pangan segar asal tumbuhan). Oleh karena itu, perlu adanya pengetahuan yang cukup bagi konsumen tentang cara memperpanjang masa simpan pangan segar asal tumbuhan yang benar.

Berikut ini beberapa cara untuk memperpanjang masa simpan yang biasa dilakukan oleh industri produk pangan segar asal tumbuhan. Pertama, pengeringan produk. Metode ini dapat dilakukan dengan melakukan penjemuran dibawah sinar matahari secara langsung atau menggunakan bantuan alat pengering. Kedua, pendinginan produk. Ketiga, pembekuan produk. Keempat, sterilisasi. Metode ini menggunakan sinar uv (ultraviolet) selama beberapa detik untuk membunuh mikroorganisme yang ada pada pangan segar asal tumbuhan. Kelima, pengemasan kedap udara (vacuum). Keenam, penggunaan lapisan lilin/pelilinan. Terakhir, penambahan zat kimia yang tepat dan sesuai ketentuan selain BTP, contohnya penambahan garam. Langkah-langkah yang telah dilakukan oleh pelaku usaha industri dalam rangka memperpanjang masa simpan perlu diketahui konsumen agar mereka dapat menentukan perlakuan selanjutnya terhadap produk secara mandiri. 

Upaya sederhana untuk memperpanjang masa simpan yang bisa dilakukan sendiri oleh konsumen pangan segar asal tumbuhan secara garis besar meliputi dua hal. Pertama, melanjutkan teknik pengawetan yang dilakukan oleh produsen. Dalam hal ini menempatkan produk pangan segar asal tumbuhan sesuai ketentuan yang disarankan oleh produsen, seperti produk kering di lingkungan kering, atau produk segar dan basah di cooling unit/freezer. Kedua, melakukan pengawetan mandiri. Pengawetan mandiri yang dapat dilakukan seperti pengeringan pangan segar asal tumbuhan sebelum penyimpanan (contoh : cabai, gabah), penambahan garam pada buah, pencelupan/blanching (proses perlakuan pemanasan awal yang dilakukan pada pangan segar asal tumbuhan sebelum mengalami proses pembekuan, pengeringan atau pengalengan) pada sayuran.

Berdasarkan penjelasan yang sudah disampaikan, upaya memperpanjang masa simpan produk pangan segar asal tumbuhan sangat diperlukan. Berbagai teknik maupun cara pengawetan dan penyimpanan bisa dilakukan masyarakat sesuai kondisi lingkungan masing-masing.

Penulis : Noer Hardyasti, S.P.

Pengawas Mutu Hasil Pertanian

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY

Leave a Comment