Pemeriksaan darah untuk mengetahui kadar glukosa puasa disebut

Mengetahui perbedaan Gula Darah Puasa,  Gula Darah 2 Jam PP dan Gula Darah Sewaktu

Gula darah puasa

adalah kadar gula yang diukur setelah melakukan puasa kurang lebih 10-14 jam. Kadar Gula Darah puasa normal biasanya pada kisaran 80 – 100 mg/dl.

Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar respon insulin dalam menyeimbangkan gula darah

GDP Vena Kapiler
Bukan DM < 100 < 90
Belum Pasti DM 100 – 125 90 – 99
DM >= 126 >= 100

Gula darah 2 Jam PP

Merupakan pemeriksaan lanjutan setelah gula darah puasa yakni dengan mengukur  tingkat gula darah  2 jam setelah makan. Kadar gula darah 2 jam setelah makan biasanya pada kisaran 80 – 140 mg/dl. Jika kadar gula darah Anda berada pada 140 – 199 mg/dl, maka Anda sudah termasuk dalam kategori pre-diabetes.

Pemeriksaan ini dilakukan untuk menilai seberapa besar fungsi pankrean untuk menetralisir gula darah

Gula darah sewaktu

Jenis pemeriksaan ini paling sering dilakukan dengan cara pasien datang langsung di tes. Pemeriksaan jenis ini juga dapat dilakukan sendiri di rumah namun harus memperhatikan tingkat kebersihan agar tetap steril untuk menghindari infeksi

Jenis pemeriksaan ini dapat dilakukan kapanpun tanpa memperhatikan waktu dan kondisi seseorang.

GDS Vena Kapiler
Bukan DM < 100 < 90
Belum Pasti DM 100 – 199 90 – 199
DM >= 200 >= 200

Narasumber: dr. Daniel Prayogo (manager medis Bethsaida Hospitals)

Penderita diabetes melitus yang memiliki kadar gula darah tinggi umumnya memerlukan tes gula darah secara rutin untuk mengetahui kadar gula darah di dalam tubuhnya. 

Pengujian kadar gula darah dapat dilakukan untuk mengecek kondisi diabetes tipe 1, tipe 2, maupun diabetes gestasional. Diabetes sendiri merupakan kondisi penyakit ketika terjadi peningkatan kadar gula darah yang tinggi dalam tubuh. 

Iklan dari HonestDocs

Dapatkan diskon hingga 70% paket gula darah (diabetes) hanya dari HonestDocs. Klik dan booking sekarang!

Seperti diketahui, glukosa atau gula darah dalam tubuh sangatlah penting karena memiliki peran sebagai sumber energi paling utama dalam tubuh. Glukosa sendiri berasal dari kandungan karbohidrat yang dikonsumsi dan diolah oleh hormon tubuh yakni hormon insulin. 

Namun bagi penderita diabetes, tubuh tidak dapat bekerja cukup baik untuk menghasilkan insulin sehingga menimbulkan peningkatan kadar glukosa dalam darah.

Baca juga: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan Diabetes Mellitus

Jenis diabetes akibat tingginya kadar gula darah

Tes pemeriksaan kadar gula darah atau glukosa darah merupakan tes yang berguna untuk mengukur jumlah gula dalam tubuh yang merupakan sumber energi utama tubuh. Dalam kondisi sehat, glukosa akan diubah tubuh melalui bantuan hormon insulin. 

Sementara bagi penderita diabetes, tubuh tidak akan cukup memproduksi insulin sehingga hormon insulin tidak dapat bekerja dengan optimal sehingga menyebabkan glukosa darah akan menumpuk.

Jika tidak segera diobati, kadar gula darah yang tinggi dapat menyebabkan kerusakan organ dan komplikasi pada tubuh yang membahayakan kesehatan. Diabetes atau disebut juga dengan penyakit kencing manis terbagi menjadi 3 jenis, yaitu:

Iklan dari HonestDocs

Dapatkan diskon hingga 70% paket gula darah (diabetes) hanya dari HonestDocs. Klik dan booking sekarang!

  • Diabetes tipe 1 yang umumnya dialami oleh anak-anak dan remaja karena faktor genetik
  • Diabetes tipe 2 yang umumnya dialami oleh orang dewasa dengan kondisi obesitas
  • Diabetes gestasional yang terjadi pada ibu hamil dan akan menghilang setelah melahirkan

Baca juga: Kadar Gula Darah Normal dan Cara Mencegah Diabetes

4 Tes pemeriksaan kadar gula darah

Ada 4 jenis tes pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk mengukur kadar gula darah, yaitu:

1. Tes gula darah 2 jam (postprandial atau GD2PP)

Jenis tes pemeriksaan gula darah yang pertama ini dilakukan pada 2 jam setelah pasien makan terakhir dengan kadar gula darah normal kurang dari 140 mg/dL. 

Tes gula darah 2 jam dilakukan setelah makan karena kadar gula darah akan mulai mengalami kenaikan di 10 menit awal dan mengalami puncak setelah 2 jam. Gula darah pun akan turun kembali ke kondisi normal pada 2-3 jam setelahnya. 

Melalui tes post prandial ini, Anda bisa memperhatikan apakah asupan makanan yang Anda konsumsi sudah tepat atau justru memberikan dampak buruk terhadap kadar gula darah. Jumlah kadar insulin dalam tubuh yang terlalu tinggi bagi penderita diabetes bisa menimbulkan peradangan di bagian saraf atau pembuluh darah.

2. Tes gula darah puasa (GDP)

Ketika ingin melakukan tes gula darah puasa, maka Anda akan diminta untuk menjalankan puasa selama 8 jam terlebih dahulu. Meskipun sedang berpuasa dengan tidak makan apapun, tetapi Anda masih tetap bisa minum air putih untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi. 

Iklan dari HonestDocs

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Tes gula darah puasa biasa digunakan untuk mengetahui apakah kadar gula normal atau tidak. Selain itu, melalui tes ini juga biasanya diketahui apakah Anda menderita diabetes atau prediabetes. Untuk kadar normal gula darah puasa sendiri berkisar antara 80 dan 110 mg/dL.

3. Tes gula darah sewaktu (GDS)

Untuk tes gula darah sewaktu ini dapat dilakukan kapan pun tanpa perlu berpuasa terlebih dahulu. Kegunaan dari tes acak ini untuk mengetahui kadar gula di waktu-waktu tertentu dengan kondisi seperti saat lemas atau pingsan. 

Kadar normal gula darah sewaktu seharusnya tidak lebih dari 200 mg/dL. Apabila hasil dari tes gula darah sewaktu menunjukkan hasil yang bervariasi maka hal ini diartikan orang tersebut mungkin mengalami permasalahan pada kadar gula darahnya, tetapi dibutuhkan pemeriksaan lanjutan. 

Hasil gula darah yang tinggi pada pemeriksaan gula darah sewaktu bisa disebabkan akibat faktor makanan yang dikonsumsi dan tidak hanya terjadi pada penderita diabetes saja, tetapi orang sehat pun juga mungkin memiliki kadar gula darah tinggi.

Baca juga: Berapa Kali Anjuran Cek Kadar Gula Darah dalam Sehari?

4. Tes hemoglobin A1c (HbA1c)

Tes Hemoglobin A1c (HbA1c) dapat dilakukan agar bisa mengetahui banyaknya kadar gula yang ada di dalam sel darah merah dan melekat pada hemoglobin. 

Dengan menjalani tes gula darah jenis ini maka dokter bisa mendiagnosis diabetes yang mungkin dialami. Hal ini pun berguna untuk menunjukkan bagaimana penderita diabetes seharusnya mengontrol pola makan yang tepat.

Hasil pemeriksaan kadar gula darah melalui tes hemoglobin untuk memberikan perkiraan kadar gula darah secara rata-rata dalam waktu 3 bulan terakhir.

  • Jika 2 kali hasil tes HbA1c di kondisi berbeda berada di atas 6,5 persen maka ada kemungkinan menderita diabetes
  • Jika kadar gula berada di batas 5,7-6,4 persen maka ada indikasi Anda mengalami prediabetes 
  • Jika di bawah 5,7 persen maka kadar gula darah termasuk dalam kategori normal

4 Jenis tes pemeriksaan kadar gula darah di atas dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan. Dengan melakukan pemeriksaan secara rutin, maka Anda dapat terhindar dan mencegah penyakit diabetes atau penyakit gula darah. 

Pemeriksaan diabetes tersebut juga dapat membantu mencari tahu kondisi kadar gula darah dan kesehatan Anda serta langkah-langkah yang bisa dilakukan setelahnya. Hindari pula makanan ataupun minuman yang banyak mengandung gula agar mengurangi risiko tingginya kadar gula darah dan penyebab diabetes.

Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Kasper DL, et al., eds. Diabetes mellitus: Diagnosis, classification and pathophysiology. In: Harrison’s Principles of Internal Medicine. 19th ed. New York, N.Y.: McGraw-Hill Education; 2015.

Morrow ES. Allscripts EPSi. Mayo Clinic, Rochester, Minn.

Gabbe SG, et al. Diabetes mellitus complicating normal pregnancy. In: Obstetrics: Normal and Problem Pregnancies. 7th ed. Philadelphia, Pa.: Saunders Elsevier; 2017.

Papadakis MA, et al., eds. Diabetes mellitus and hypoglycemia. In: Current Medical Diagnosis & Treatment 2018. 57th ed. New York, N.Y.: McGraw-Hill Education; 2018.

Standards of medical care in diabetes — 2018. Diabetes Care. 2018;41:s1.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Leave a Comment