Penampilan dan bahasa tubuh harus sangatlah diperhatikan agar penampilannya bisa dinikmati secara

Vokal Grup adalah kumpulan beberapa penyanyi yang tergabung danmenyanyikan lagu dengan ketinggian suara yang berbeda, antara lain sopran, alto, bass, tenor. Sopran dan alto merupakan jenis suara untuk wanita. Sedangkan bass dan tenor merupakan jenis suara pada laki-laki. Vocal group (ANSAMBLE VOCAL) adalah Kelompok penyanyi yangmengandalkan skill individual serta  musicalitas yang perfect. perkembangan vocal group dewasa ini bisa di bilang cukup, dilihat dari warna vocal, pembawaan, ataupun penggarapan sudah menunjukkan perkembangan yang luar biasa.

Seperti halnya Vocal Group, atau kelompok vocal yang ada di Gereja, Sekolah, Instansi dll, semuanya sudah menunjukkan perkembangan yang luar biasa dalam kesempatan ini saya akan memaparkan beberapa Ciri Khas Vocal Group:

Sering kita tidak mengetahui perbedaan Vocal Group dan Paduan Suara, perbedaannya adalah:

  1. Jumlah anggotanya, Vocal Group mempunyai anggota yang lebih sedikit dari Paduan Suara, yaitu kurang lebih 5-10 orang dengan 1-2 pemusik, sedangkan paduan suara jauh lebih banyak (bisa lebih dari 20 orang).
  2. Pembagian suaranya, jika di Vocal Group suara dibagi menjadi suara Alto, Mezzo-sopran, Sopran, Tenor, Baritone, dan Bass sesuai kemampuan dan kecocokan suara masing-masing; di Paduan Suara, suaranya dibagi menjadi 4 suara berdasarkan frekuensi suara penyanyi yaitu Sopran, Alto, Tenor,dan Bass atau dengan satu suara saja (unisono).
  3. Pada Paduan Suara dipimpin oleh seorang dirigen yang sekaligus sebagai pelatih , sedangkan pada Vocal Group tidak ada dirigen.
  4. Dari segi aransemen lagu, Vocal Group aransemennya lebih bebas.  Dari segi alat musik pengiring Vocal Group tidak hanya memakai alat musik akustik saja tetapi juga boleh menggunakan alat music elektrik. Kalau paduan suara biasanya menggunakan iringan piano. Tetapi seiring perkembangan jaman, alat musik pengiring Paduan Suara sudah mulai bebas. Pada Paduan Suara terkadang tidak diiringi dengan alat musik, yang disebut sebagai accappela, ada yang diiringi satu atau beberapa alat musik, dan ada pula yang diiringi satu orkestra penuh.
  1. Lead Vocalist : lead vokal adalah bagian yang mengharuskan penyanyi menyanyikan lagu dengan nada yang paling tinggi dan powerful dari yang lainnya pada nada-nada tertentu.
  2. Main Vocalist : main vokal adalah bagian vokal dengan nada suara yang sedang, artinya, tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah (biasanya Main Vocal Group sering mendapat jatah menyanyikan lagu paling banyak).
  3. Sub Vocalist : sub vokal adalah bagian vokal yang setingkat lebih rendah dari main vokal (sub vokal biasanya mendapat bagian lagu yang paling sedikit), Sub Vocal terkadang juga menjadi Sub Rapper.
  4. Vokalist : Vokalis adalah bagian vokal yang hampir sama dengan Sub Vokal, hanya saja biasanya Sub Vokal merangkap menjadi Sub Rapper, tapi kalau Vocalist biasanya menjadi Back Sound ketika Lead Vokal bernyanyi.
  5. Lead Rapper : lead rapper adalah bagian rapper yang sering menyanyikan lagu rapper dalam vokal group, biasanya lead rapper menyanyikan lagu dengan suara yang hampir sama, yaitu suara yang terdengar lebih lembut dari Main Rapper atau Sub Rapper.
  6. Main Rapper : rapper utama adalah bagian rapper yang menyanyikan lagu rapper dengan bagian yang lebih sedikit dari lead rapper, biasanya suara main rapper sedikit lebih cepat dalam bernyanyi daripada lead rapper.
  7. Sub Rapper : sub rapper adalah bagian rapper yang biasanya bernyanyi setelah suara main rapper, sub rapper sering merangkap menjadi Sub Vokalis, karena suara sub rapper yang dituntuk lebih lembut dari main rapper atau lead rapper.

Virus Vokal grup telah menyebar di seluruh dunia termasuk Indonesia. Banyak orang mengagumi dan akhirnya terinspirasi dari salah satu grup music yang sedang popular. Negara Indonesia merupakan salah satu Negara yang mudah untuk menerima ide-ide dunia permusikan sehingga dalam 10 tahun terakhir ini banyak bermunculan grup-grup vokal di Negara kita ini layaknya yang akhirnya menjadi terkenal.

Dalam menyanyi solo, stamina vocal sangatlah diperlukan karena penyanyi harus bisamenyanyikan suatu lagu secara utuh seorang diri. Oleh karena itu, perlu dikembangkanstamina vocal agar dalam bernyanyi, nafas tidak terdengar terengah-engah dan pitchcontrol menjadi berantakkan. Stamina vocal dapat dilatih dengan latihan tangga nadadengan range octave tertentu dan latihan-latihan pernafasan dengan diafragma.

Onset of tone berhubungan dengan bunyi dari nada yang dinyanyikan. Dalam bernyanyi, bunyi dari nada yang dihasilkan bisa berbeda-beda. Ada yang bunyi nafasnya terdengar, ada yang bunyi di akhir nada terdengar kasar dansebagainya.Dalam melatih onset of tone agar bisa terdengar merdu, latihan pelafalan dan pengaturan nafas diperlukan. Contohnya, untuk bunyi nafas seperti desah di awal nada,dalam pelafalannya pada awal nada ditambahkan dengan pelafalan “h”.

  • Artikulasi vocal dan konsonan

Artikulasi dari bunyi vocal dan konsonan sangatlah penting dalam bernyanyi solo karena akan mempengaruhi apakah pendengar dapat mendengarkan dan menikmati lagu yang dinyanyikan. Untuk bisa melafalkan lirik dengan baik dan tetap menghasilkan nada yang merdu, dapat dilakukan dengan latihan pelafalan lirik terlebih dahulu. Lalu, dilanjutkan dengan menyanyikan nada dari lirik itu, tetapi hanya melafalkan bunyi vokalnya saja terlebih dulu. Setelah itu, barulah konsonan ditambahkan. Untuk konsonan, biasanya dilakukan penekanan (cresendo) untuk nada-nada tertentu.

Dalam bernyanyi solo, ketepatan nada sangatlah diperlukan agar tidak menghasilkannada fals. Selain ketepatan nada, pitch control dalam bernyanyi juga sangatlah penting agar ketepatan nada dapat dipertahankan untuk seluruh bagian dari lagu. Untuk seorang penyanyi solo, nada-nada yang pitchy akan lebih rawan terdengar daripadasaat menyanyi dalam group. Penampilan penyanyi solo umumnya didukung dengan entrance dan mungkin juga koreografi. Gerakan-gerakan di atas stage sangatlah mengganggu ketepatan nada dalam bernyanyi sehingga nada yang dihasilkan rawan terhadap nada fals. Agar ketepatan nada dapat dipertahankan, maka diperlukan pitch control yang baik Pitch control dapat dilatih dengan menyanyikan chord jazz dan juga tangga nada. Latihan seperti ini dapat meningkatkan kepekaan telinga dan kemampuan untuk menghasilkan nada yang tepat.

Fleksibilitas dapat dilatih melalui olahraga dan latihan fisik. Dalam segi vokalnya, fleksibilitas dapat dikembangkan melalui latihan-latihan tangga nada dan chord. Latihan seperti ini dapat mengembangkan fleksibilitas secara fisik dan kefasihan dalam bernyanyi juga.

  • Penampilan diri dan bahasa tubuh

Seorang penyanyi solo pasti akan menjadi pusat perhatian dalam penampilannya karena dia tampil seorang diri. Oleh karena itu, penampilan dan bahasa tubuhnya harus sangat diperhatikan agar penampilannya bisa dinikmati secara visual. Dalam hal bahasa tubuh, kepercayaan diri juga termasuk. Jika penyanyi merasa gugup, maka bahasa tubuhnya akan terlihat tidak nyaman untuk dipandang sehingga terlihat mengganggu penampilannya. Untuk melatih penampilan dari segi bahasa tubuh dan gerakan, dengan latihan bernyanyi sambil berjalan atau beraktivitas, gerakan yang dilakukan saat tampil tidak akan menggangu pitch control dan bahasa tubuhnya akanterlihat relax sehingga dapat dinikmati secara visual maupun auditori.

Keadaan emosional seorang penyanyi solo akan sangat mempengaruhi penampilannya. Jika penyanyi merasa gugup, maka bahasa tubuh akan terlihat kaku dan suara akan terdengar bergetar dan nada juga akan cenderung fals. Jika keadaan emosional penyanyi negative, maka penampilannya akan terganggu. Tetapi jika keadaan emosionalnya dikembangkan dengan baik, maka perasaan yang ada dapat menjadi penghayatan lagu sehingga terdengar dan terlihat lebih indah dan dapat dinikmati.

Bernyanyi sebenarnya menyampaikan pesan kepada yang mendengarkan. Oleh karena itu, diperlukan interaksi dari penyanyi kepada penonton. Dalam bernyanyi solo,interaksi dengan penonton sangatlah mendukung penyampaian pesan dari lagu. Interaksi yang dimaksud bisa secara langsung berinteraksi, atau berkomunikasi melalui lagu yang dinyanyikan itu. Dalam hal ini, kemampuan untuk berkomunikasi sangatlah penting agar pesan dari lagu dapat tersampaikan.

Penyanyi harus bisa mengerti isi dan makna lagu secara keseluruhan agar dapatmenghayati lagu sampai pada tahap soul. Untuk bisa bernyanyi dengan crescendo dan tempo yang tepat dan sesuai dengan suasana lagu, penyanyi harus bisa menginterpretasikan artinya terlebih dahulu. Contohnya, jika suasana lagunya sedih, maka tempo perlu cenderung dibuat slow dan bunyi nada perlu dibuat lebih halus.

Dunia Ekonomi Dota 2 – bukanlah sesuatu yang berkaitan dengan permainan Dota itu sendiri, melainkan sebuah tempat seperti halnya pasar online yang menyajikan aktifitas jual beli yang dapat memberikan keuntungan. Ada tiga faktor ekonomi di Dota 2 meliputi Workshop & Dota 2 Store, Steam Community Market, dan Trading. Workshop & Dota 2 Strore Terdapat tiga struktur ekonomi yang membentuk pasar di Dota 2, meliputi jumlah penjual, jumlah pembeli, serta bagaimana penjual dan pembeli berperilaku. Dan bila kita berbicara tentang Workshop, maka akan selalu berkaitan dengan Dota 2 Store. Dalam hal penjualan memang Valve yang memonopoli untuk menjual semua hasil Workshop, karena memang itulah adanya. Ini disebut dengan Micro Ekonomi. Dalam monopolinya, Valve berperan sebagai moderator dan pengendali pasar yang mereka buat. Secara sederhana, Workshop bekerja sebagai berikut. 1#  Kita membuat item. 2#  Masyarakat menyukai item yang kita buat. 3#  Valve melakuka

Leave a Comment