Perhatikan diagram pewarisan sifat dari pasangan suami istri berikut

Halo adik-adik SMA, berikut adalah contoh soal UN Biologi materi tentang pola pewarisan sifat. Pembahasan per butir soal. Selamat belajar.

1. Perhatikan diagram pewarisan sifat hemofilia berikut!

Berapakah kemungkinan keturunannya yang berfenotipe normal? A. 12,5% B. 25% C. 30% D. 50%

E. 75% 

Jawab : E Pembahasan : Berdasarkan diagram wanita karier hemofilia menikah dengan laki-laki normal P : XXh >< XY G : X, Xh X, Y F1: XX (normal) XXh (normal) XY (normal)

XhY (hemofilia) 

Jadi, persentase keturunannya yang berfenotipe normal = ¾ x 100% = 75%. 2. Disilangkan tanaman mangga buah bulat manis (BBMM) dengan buah lonjong asam (bbmm) diperoleh F1 semuanya bulat rasa manis (BbMm). Apabila F1 disilangkan denga Bbmm, perbandingan fenotipe keturunannya antara bulat manis : bulat asam : lonjong manis : lonjong asam adalah … A. 1 : 1 : 1 : 1 B. 1 : 1 : 3 : 3 C. 1 : 3 : 1 : 3 D. 3 : 1 : 3 : 1

E. 3 : 3 : 1 : 1 

Jawab : E Pembahasan : Ada beberapa cara untuk menyilangkan suatu makhluk hidup, diataranya yaitu dengan menggunakan Diagram Punnet dan Diagram Garpu. Baik Diagram Punnet maupun Diagram Garpu sama-sama cara untuk mengetahui keturunan suatu individu. Namun, bunbun (sebutan admin buntiris, hehe) lebih suka menggunakan Diagram Garpu, selain mudah juga sederhana, tidak seperti Diagram Punnet mesti membuat tabel sesuai jumlah gamet (besar kemungkinan tertukar gen-gennya). Berikut adalah diagram persilangannya:

3. Seorang petani menyilangkan tanaman rambutan berbuah lebat rasa asam dengan rambutan berbuah sedikit rasa manis. Apabila tanaman F1 semuanya berbuah lebat rasa manis kemudian disilangkan sesamanya. Rasio tanaman dengan fenotipe berbuah lebat rasa manis adalah … A. 1/6 B. 3/16 C. 4/6 D. 9/16

E. 12/16 

Jawab : D Pembahasan :

4. Perhatikan diagram persilangan berikut ini !

 

Bunga kacang Lathyrus odoratus warna putih (CCpp) yang disilangkan dengan Lathyrus odoratus yang berwarna putih (ccPP) menghasilkan bunga kacang warna ungu (F1). Jika F1 disilangkan dengan induknya (CCpp), terdapat bunga warna putih sebanyak … A. 12,5 % B. 25% C. 50% D. 75%

E. 100% 

Jawab : C Pembahasan :

Bunga putih dalam keturunan F2 adalah 2/4 x 100% = 50% 5. Seorang laki-laki normal menikah dengan wanita karier buta warna. P1 : XY >< XXcb F1 : XXcb, XX, XcbY, XY

Apabila anak perempuannya yang normal menikah / kawin dengan laki-laki buta warna, kemungkinan fenotipe anak yang lahir dari perkawinan tersebut yaitu … A. 25% perempua normal B. 50% perempuan karier C. 50% laki-laki buta warna D. 75% laki-laki normal E. 100% laki-laki normal

Jawab : B Pembahasan : P1 : XY >< XXcb F1 : XXcb, XX, XcbY, XY

Anak perempuannya yang normal menikah dengan laki-laki buta warna P2 : XX >< XcbY Gamet : X Xcb , Y F2 : XXcb dan XY

Jadi, kemungkinan fenotipe anaknya adalah 50% perempuan karier dan 50% laki-laki normal. 6. Perhatikan diagram pewarisan sifat albino berikut! P1 : Aa >< Aa (normal) (normal) G : A, a A, a F1 : AA, 2Aa, aa Kemungkinan anaknya menderita albino adalah … A. 0% B. 25% C. 50% D. 75% E. 100%

Jawab : B Pembahasan : Pewarisan sifat albino oleh gen resesif pada kromosom tubuh (autosom). Pada diagram pewarisan sifat albino berikut: P1 : Aa >< Aa (normal) (normal) G : A, a A, a F1 : AA, 2Aa, aa Kemungkinan anaknya yang menderita albino (aa) = ¼ x 100% = 25%. 7. Perhatikan tabel berikut!

Pial Genotipe Gamet
Sumpel RrPp RP, Rp, rP, rp
Bilah rrpp rp

Apabila pial sumpel disilangkan dengan pial bilah, keturunan yang berpial biji adalah … A. 12,5% B. 25% C. 50% D. 75%

E. 100% 

Jawab : B Pembahasan : Berdasarkan tabel, jika pial sumpel disilangka dengan pial bilah P : RrPp >< rrpp G : RP, Rp, rP, rp rp F2 :

RP Rp rP rp
rp RrPp Rrpp rrPp rrpp
Sumpel Ros BIji bilah

 

Keturunan yang berpial biji = ¼ x 100% = 25% 8. Seorang perempuan menikah dengan laki-laki hypertrichosis (daun telinga berambut). Berikut diagram pewarisannya: P : XX >< XYh Normal hyertrichosis Bagaimanakah kemungkinan sifat anak-anak yang akan dilahirkan? A. 25% anak perempuan normal. B. 25% anak laki-laki normal C. 50% anak perempuan normal D. 75% anak laki-laki normal E. 100% anak laki-laki hypertrichosis Jawab : C Pembahasan : Hypertrichosis merupakan penyakit yang ditentukan oleh gen h yang terpaut kromosom Y. Diagram perkawinan antara perempuan dengan laki-laki hypertrichosis sebagai berikut. P : XX >< XYh Normal hyertrichosis G : X X, Yh F1: XX (perempuan normal) XYh (laki-laki hypertrichosis) Jadi, kemungkinan anak-anaknya adalah: (1) Perempuan normal = ½ x 100% = 50% (2) Laki-laki hypertrichosis = ½ x 100% = 50% 9. Hasil persilangan antara mangga bulat, rasa manis (BBMM) dengan buah lonjong rasa asam (bbmm) diperoleh F1 yang semuanya buah bulat, rasa manis (BbMm). Apabila F1 disilangkan dengan tanaman bergenotipe Bbmm dan diperoleh jumlah keturunan sebanyak 320, jumlah keturunan yang memiliki buah bulat dan rasa manis adalah … A. 40 B. 80 C. 120 D. 160

E. 200 

Jawab : C Pembahasan : P = BBMM >< bbmm Gamet = BM bm F1 = BbMm P2 = BbMm >< Bbmm Gamet = BM, Bm, bM, bm Bm, bm F2 = BM Bm bM bm

BM Bm bM bm
Bm BBMm BBmm BbMm Bbmm
bm BbMm Bbmm bbMm bbmm

Jumlah total tanaman F2 = 320 Jumlah tanaman yang berbuah bulat dan rasa manis = 3/8 x 320 = 120. 10. Warna bulu hitam pada kucing dikendalikan oleh gen H yang dominan terhadap gen bulu putih (h). Perkawinan dua ekor kucing lalu menghasilkan keturunan dengan ratio fenotipe hitam : putih = 1 : 1. Genotipe kedua induk masing-masing adalah … A. HH dan HH B. HH dan hh C. Hh dan Hh D. Hh dan hh

E. hh dan hh 

jawab : D pembahasan : gen H = hitam dominan terhadap gen h = putih. F1 fentipe : Hitam : putih = 1 : 1 Hitam = HH, Hh Putih = hh P : hitam (heterozigot) >< putih (homozigot) Hh >< hh G : H, h h F1 : Hh = 1 hh = 1

Pembahasan soal Ujian Nasional (UN) tahun 2019 bidang studi Biologi nomor 36 sampai dengan nomor 40 tentang:

  • hukum Mendel, 
  • penyimpangan semu hukum Mendel, 
  • hereditas pada manusia [buta warna], 
  • petunjuk evolusi, 
  • hereditas pada manusia [albino].

Untuk mendapatkan varietas unggul dilakukan penyilangan padi dengan kualitas beras pulen tetapi tidak tahan hama (PPhh) dengan padi kualitas beras pera tahan hama (ppHH). Hasil persilangannya tampak pada diagram berikut.

Jika F1 disilangkan dengan padi bergenotip dan fenotip tertentu akan menghasilkan keturunan F2 seperti pada diagram, yaitu padi dengan kualitas beras pulen tahan hama (PPHH, PPHh, PpHH, PpHh). Kemungkinan genotip dan fenotip yang disilangkan dengan F1 tersebut adalah ….

A. pphh – pera tidak tahan hama
B. ppHH – pera tahan hama
C. PpHh – pulen tahan hama
D. PpHH – pulen tahan hama
E. PPHH – pulen tahan hama

Karena keturunan F2 tidak ada yang berfenotip pera tidak tahan hama, bisa dipastikan F1 disilangkan dengan beras pulen tahan hama dengan genotip dominan homozigot (PPHH). P2 : PpHh × PPHH
F2 :

Jadi, kemungkinan genotip dan fenotip yang disilangkan dengan F1 tersebut adalah PPHH – pulen tahan hama (E).

Perdalam materi ini di Persilangan Menurut Hukum Mendel [Soal UN dan Pembahasan].

Perhatikan diagram persilangan Drosophila berikut ini!

Keturunan F2 yang diharapkan adalah menghasilkan rasio fenotip F2 = 1 : 1 : 1 : 1.

Kenyataannya F2 yang dihasilkan:

Rasio fenotip hasil test cross kelabu – sayap panjang : hitam – sayap pendek = 1 : 1. Penemuan ini menunjukkan bahwa ….

A. gen B, V dan gen b, v berada dalam kromosom yang sama
B. gen B, V dan gen b, v berada dalam kromosom yang berbeda
C. gen B dan V saja berada dalam kromosom yang sama
D. gen b dan v saja berada dalam kromosom yang sama
E. Drosophila tidak mampu menghasilkan gamet yang berbeda

Berdasarkan hasil test cross (persilangan F1 dengan induk resesif), diketahui bahwa terjadi pautan gen B-V dan gen b-v. Pautan gen atau linkage tersebut menempati kromosom yang sama sehingga tidak bisa memisah satu sama lain. Akibatnya, tidak ada gamet Bv atau bV. Yang ada hanya gamet BV dan bv. Jadi, penemuan tersebut menunjukkan bahwa terjadi pautan antar B-V dan b-v dalam kromosom yang sama (A).

Perdalam materi ini di Penyimpangan Semu Hukum Mendel [Soal UN dan Pembahasan].

Berikut ini diagram pewarisan gen buta warna pada manusia.

P   : XXc × XcY

F1 : XXc, XY, XcXc, XcY Kasus yang pewarisannya sama dengan pola pewarisan gen di atas adalah ….

A. albino, dari gen resesif ayah dan ibunya
B. talasemia, dari gen dominan ayah dan ibunya
C. bisu tuli, dari interaksi antara gen ayah dan ibunya
D. hipertrichosis, dari gen yang terpaut pada kromosom Y
E. hemofili, dari gen yang terpaut pada kromosom X

Berdasarkan diagram di atas, buta warna dikendalikan oleh gen c yang terpaut pada kromosom X. Mari kita periksa setiap opsi jawaban.

  • Albino, gen resesif a yang terpaut autosom (AA = normal, Aa = carrier, aa = albino)
  • Talasemia, gen dominan T yang terpaut autosom (ThTh = talasemia mayor, Thth = minor)
  • Bisu tuli, gen resesif yang terpaut autosom
  • Hipertrichosis, gen resesif ht yang terpaut kromosom Y (XYht = laki-laki hipertrichosis)
  • Hemofilia, gen resesif h yang terpaut kromosom X (XhY = laki-laki hemofilia)

Dengan demikian, yang dikendalikan oleh gen resesif yang terpaut kromosom X adalah buta warna dan hemofilia. Jadi, yang mempunyai pola pewarisan yang sama dengan buta warna adalah hemofilia (E).

Perdalam materi ini di Hereditas pada Manusia [Soal UN dan Pembahasan].

Burung finch di kepulauan Galapagos menurut sejarah evolusinya berasal dari Amerika Selatan. Setelah beberapa generasi paruh burung menunjukkan variasi pada bentuk dan ukuran. Proses terjadinya variasi pada paruh burung finch adalah ….

A. peristiwa seleksi alam sehingga terbentuk lebih dari satu jenis paruh, paruh panjang dan runcing disesuaikan makanan berupa serangga, paruh tebal dan pendek disesuaikan dengan jenis makanan berupa biji-bijian, dan sebagainya
B. adaptasi konvergen sehingga memiliki struktur paruh yang sama dengan moyangnya, paruh panjang dan runcing disesuaikan makanan berupa serangga, paruh tebal dan pendek disesuaikan dengan jenis makanan berupa biji-bijian, dan sebagainya
C. seleksi buatan yang dilakukan manusia pada burung finch sehingga bentuk paruh burung finch berubah sesuai dengan makanannya
D. adaptasi terhadap jenis makanan yang berbeda, paruh panjang dan runcing disesuaikan makanan berupa serangga, paruh tebal dan pendek disesuaikan dengan jenis makanan berupa biji-bijian, dan sebagainya
E. adaptasi terhadap jenis makanan yang sama, paruh panjang disesuaikan makanan berupa biji-bijian, paruh tebal dan pendek disesuaikan dengan jenis makanan berupa madu, dan sebagainya

Burung finch di kepulauan Galapagos awalnya sekelompok burung migrasi dari Amerika Selatan. Burung-burung tersebut adalah burung pemakan biji-bijian. Ternyata di kepulauan Galapagos, jumlah bijian-terbatas. Terjadilah perebutan makanan. Yang kalah mati atau mencari alternatif makanan lain, seperti serangga, madu, tunas tumbuhan, benih, kaktus, dan lain-lain.

Burung finch yang bertahan dengan makanan masing-masing, dari generasi ke generasi mengalami adaptasi morfologi pada bentuk dan ukuran paruhnya.

Fenomena ini membawa Darwin pada kesimpulan bahwa individu yang beradaptasi pada habitat dengan baik akan mewariskan sifat unggul kepada generasi selanjutnya.

Jadi, proses terjadinya variasi pada paruh burung finch adalah adaptasi terhadap jenis makanan (B).

Perdalam materi ini di Teori dan Petunjuk Evolusi [Soal UN dan Pembahasan].

Perhatikan peta silsilah berikut!

Diagram di atas menunjukkan pasangan suami istri yang sama-sama memiliki kulit normal, tetapi sifat iris mata berbeda, yaitu suami iris hitam dan iris coklat. Mereka memiliki tiga anak seperti tampak pada gambar. Salah satu anak perempuannya menikah dengan laki-laki yang memiliki iris mata coklat dan kulit albino, seperti tampak pada gambar. Berapa kemungkinan pasangan tersebut memperoleh anak berkulit normal dan warna iris mata hitam, jika diketahui kelainan genetik albino disebabkan gen resesif pada autosom dan warna iris mata hitam disebabkan gen dominan pada autosom?

A. Semua keturunannya memiliki kulit normal dan warna iris mata hitam.
B. Tidak ada keturunannya yang memiliki kulit normal dan warna iris mata hitam.
C. Setengah keturunannya memiliki kulit normal dan warna iris mata hitam.
D. Satu orang dari empat anak memiliki kulit normal dan warna iris mata hitam
E. Satu orang dari delapan anak memiliki kulit normal dan warna iris mata hitam

Misalkan: A_ : kulit normal
aa : albino
H_ : iris mata hitam
hh : iris mata coklat Perkawinan antara (1) dan (2), keduanya berkulit norma, yang perempuan iris matanya coklat sedangkan yang laki-laki iris matanya hitam. P1 : AAhh × AAHH
F1 : AAHh Kemudian perempuan F1 menikah dengan laki-laki albino dan berkulit coklat. P2 : AAHh × aahh
F2 :

AaHh : kulit normal, iris mata hitam
Aahh  : kulit normal, iris mata coklat Jadi, kemungkinan anaknya berkulit normal dan warna iris mata hitam 50% (C).

Perdalam materi ini di Hereditas pada Manusia [Soal UN dan Pembahasan].

Simak Pembahasan Soal Biologi UN 2019 selengkapnya.
Simak juga:

Pembahasan Biologi UN 2014

Pembahasan Biologi UN 2015
Pembahasan Biologi UN 2016
Pembahasan Biologi UN 2017
Pembahasan Biologi UN 2018

Dapatkan pembahasan soal dalam file pdf  di sini.

Demikian, berbagi pengetahuan bersama Kak Ajaz. Silakan bertanya di kolom komentar apabila ada pembahasan yang kurang jelas. Semoga berkah.

Leave a Comment