Salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan sosial adalah

Jika bermanfaat, jangan lupa bagikan artikel ini yaa..

Pertambahan penduduk yang terjadi pada suatu wilayah perlahan akan membawa perubahan pada sosial atau budaya masyarakatnya. Salah satunya adalah misalkan suatu wilayah yang sebelumnya masih memiliki lahan pertanian. Setelah penduduknya makin padat, lahan pertanian tersebut berubah menjadi lahan perumahan. Jika sebelumnya ada penduduk yang berprofesi sebagai petani, maka setelah lahan berubah, petani tersebut akan

berubah pula profesinya.

2. Penemuan Baru

Penemuan yang jelas berdampak pada perubahan sosial budaya ialah penemuan mesin. Dengan adanya mesin bajak sawah, petani di perdesaan memang akan menjadi lebih mudah dan cepat dalam mengolah sawahnya. Akan tetapi

kegiatan gotong-royong dalam menanam padi di perdesaan tersebut perlahan akan menghilang.

3. Pertentangan (Konflik)

Faktor penyebab perubahan ini bisa terjadi antara individu dengan kelompok atau antar kelompok dengan kelompok lainnya. Misalkan terjadi konflik antara buruh dengan pemilik perusahaan. Para buruh menuntut kenaikan gaji dari perusahaan. Setelah melakukan demonstrasi, perusahaan pun menaikkan gaji buruh-buruhnya. Perubahan yang

terjadi adalah adanya perubahan gaji yang buruh terima antara sebelum dan setelah adanya pertentangan (konflik).

4. Pemberontakan atau Revolusi

Faktor penyebab perubahan ini mungkin sudah beberapa kali kita lihat dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia.
Setelah terjadinya suatu pemberontakan atau revolusi, umunya diikuti dengan perubahan tatanan politik dan sosial.

Faktor Penyebab Dari Luar Masyarakat

Berikut ini merupakan faktor-faktor penyebab perubahan yang berasal dari luar masyarakat.

1. Lingkungan Alam

Jika terjadi suatu bencana alam, misalkan terjadi bencana meletusnya gunung berapi. Masyarakat yang sebelumnya bermukin dekat dengan gunung tersebut harus mengungsi atau berpindah ke daerah pantai yang jauh dari gunung. Setelah pindah, maka mereka harus beradaptasi dengan lingkungan alam yang baru dan tentunya dalam proses

adaptasi tersebut ada kondisi sosial atau budaya yang berubah.

2. Peperangan

Setelah terjadinya suatu peperangan biasanya negara atau kelompok yang memenangi peperangan tersebut akan memaksakan kebudayaan mereka kepada negara atau kelompok yang kalah perang. Bagi yang kalah, mereka harus

bisa beradaptasi dan menerima kebudayaan baru tersebut.

3. Pengaruh Kebudayaan Masyarakat Lain

Faktor penyebab perubahan ini memungkinkan pengaruh yang terjadi bersifat timbal balik antar dua kebudayaan. Tentunya pengaruh tersebut terjadi karena kedua masyarakat saling berhubungan. Proses penerimaan pengaruh kebudayaan asing disebut akulturasi. Contoh dari akulturasi adalah masuk dan bercampurnya kebudayaan Hindu

dan Islam di Pulau Jawa.

Sobat Edcent, demikianlah berbagai hal penting yang harus kamu pahami mengenai faktor penyebab perubahan sosial budaya. Mudah dipahami kan ? Agar kamu bisa terus puasin rasa penasaran kamu dalam belajar, kamu bisa dengan puas membaca artikel materi dan video-video pembelajaran menarik di edcent.id

Sumber : Suparno, N. dan T.D. Haryo Tamtomo. 2019. Ilmu Pengetahuan Sosial Untuk SMP/MTs Kelas IX. Jakarta: Penerbit ESIS.

Baja juga:

Karakteristik Dan Bentuk Perubahan Sosial Budaya

Kumpulan Materi Sosiologi Kelas 9 SMP

Perubahan sosial adalah fenomena yang enggak bisa dihindari karena masyarakat selalu dinamis.

GridKids.id – Dalam kehidupan masyarakat yang terus berkembang, perubahan sosial adalah sesuatu fenomena yang enggak bisa dihindari.

Manusia terus berkembang dan melakukan mobilisasi atau perpindahan, inilah yang membuat masyarakat terus mengalami perubahan sosial.

Perubahan sosial bisa terjadi karena adanya dua faktor yang menyebabkannya, yaitu faktor internal dan faktor eksternal.

Faktor internal adalah faktor yang berasal dari dalam masyarakat itu sendiri, sedangkan faktor eksternal adalah perubahan sosial yang disebabkan oleh faktor di luar masyarakat.

Yuk, simak penjelasan lebih lanjutnya dalam uraian lengkap di bawah ini, Kids!

Faktor Internal

1. Adanya penemuan baru

Munculnya penemuan baru bisa terjadi ketika ada rasa enggak puas yang berkembang dalam masyarakat pada satu kondisi atau satu hal.

Misalnya dulu untuk menjalin komunikasi, orang-orang harus menulis surat yang butuh waktu beberapa hari untuk bisa sampai dan mendapat balasan.

Baca Juga: Penemuan Penting saat Perang Dunia II, Salah Satunya Komputer #AkuBacaAkuTahu

Poin yang ditanyakan adalah faktor penyebab perubahan sosial.

Faktor penyebab perubahan sosial menurut Soerjono Soekanto:

  1. Perubahan Penduduk. Proses hubungan sosial yang dilakukan oleh anggota masyarakat berpotensi untuk mengubah pola pikir dan tingkat pengetahuan masyarakat sehingga dapat menciptakan perubahan sosial. Perubahan ini ditandai dengan semakin bertambahnya jumlah penduduk.
  2. Penemuan Baru. Adanya penemuan baru juga dapat memengaruhi terjadinya perubahan sosial. Penemuan baru ini bisa berupa alat, gagasan, atau rangkaian ciptaan. 
  3. Konflik. Adanya perbedaan dalam masyarakat, seperti perbedaan ciri-ciri fisik, kepentingan, pendapat, status sosial ekonomi, suku bangsa, ras, agama, dan lain-lain, seringkali dapat memicu munculnya konflik.
  4. Pemberontakan. Adanya sikap memberontak atau melawan terhadap pihak yang mengekang (kuat) dapat memengaruhi terjadinya perubahan sosial. Seperti sikap pemberontakah rakyat Indonesia terhadap penjajah hingga akhirnya dapat merebut kemerdekaan.
  1. Peperangan. Adanya peperangan disuatu wilayah dapat memengaruhi perubahan sosial. Peperangan yang terjadi akan melibatkan seluruh komponen masyarakat, sehingga mengakibatkan terjadinya perubahan baik besar maupun kecil karena adanya pemaksaan masuknya budaya dari negara yang menang perang.
  2. Perubahan alam. Adanya perubahan yang terjadi pada alam dapat memberikan dampak perubahan pada kehidupan masyarakat pula. Hal ini disebabkan karena alam memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan manusia, mulai dari makanan, pakaian, hingga perkembangan teknologi. Contohnya perubahan lingkungan akibat gempa bumi dan mengharuskan korban untuk melakukan pengungsian sementara waktu.
  3. Kontak budaya. Adanya kontak budaya dapat memengaruhi perubahan sosial karena setiap budaya yang datang dapat memengaruhi budaya yang lama bahkan menciptakan budaya yang baru.

Jadi, jawaban yang tepat adalah C. 

Apa itu pertumbuhan ekonomi? Yuk, kita bedah mengenai pertumbuhan ekonomi beserta teori-teori ahli yang mendukungnya! Baca artikelnya sampai selesai, ya!

Pembelajaran daring sudah berlangsung sejak awal pandemi melanda kita, khususnya dimulai pada bulan Maret 2020. Dari yang sebelumnya belajar seperti biasa di kelas dengan teman dan bapak ibu guru, kini pembelajaran dilakukan secara daring menggunakan beberapa media yang mendukung.

Namun saat ini, pembelajaran tatap muka (PTM) pelan-pelan mulai direncanakan dan dilaksanakan kembali. Perlahan tapi pasti, kita akan melakukan PTM yang sebenarnya, walaupun sekarang masih setengah siswa dari tiap kelas yang dapat menikmati PTM.

Kamu tahu nggak, sih? Peristiwa peralihan cara belajar dari tatap muka, beralih ke daring, dan kini akan kembali lagi ke PTM adalah salah satu contoh bentuk perubahan sosial, loh! Untuk mengetahui apa saja yang bisa menyebabkan perubahan kayak gini, kamu perlu tahu dulu faktor penyebabnya. Yuk, simak pembahasan berikut mengenai faktor penyebab perubahan sosial dari internal maupun eksternal!

Perubahan Sosial

Apa sih, perubahan sosial itu? Kalo menurut William F. Ogburn, perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi pada kebudayaan material (berwujud), sehingga berpengaruh terhadap kebudayaan immaterial (tidak berwujud). Coba kita ambil pembelajaran daring yang berubah menjadi PTM nih ya, gais.

Karena dilanda pandemi Covid-19, pembelajaran menjadi berubah secara daring (online) menggunakan telepon seluler dan laptop sebagai perangkat pembelajaran utamanya. Nah, perangkat ini adalah contoh kebudayaan material karena memiliki wujud, ya. Sedangkan interaksi dalam kegiatan belajar mengajar adalah contoh kebudayaan immaterial. Jadi, perangkat keras seperti telepon seluler dan laptop menyebabkan perubahan terhadap cara belajar siswa dan guru.

Mudah dipahami, kan? Inti dari contoh tersebut sesuai loh, sama perkataan Pak William tadi, yakni kebudayaan material (telepon seluler dan laptop) mempengaruhi kebudayaan immaterial (cara interaksi dan belajar di kelas).

Karena kamu sekarang sudah paham mengenai perubahan sosial, sekarang kamu perlu tahu juga nih, tentang faktor-faktor yang dapat menyebabkan perubahan sosial. Faktor ini dibagi 2 ya, yakni faktor internal dan eksternal. 

Faktor internal penyebab perubahan sosial adalah faktor yang berasal dari dalam masyarakat itu sendiri, sedangkan faktor eksternal penyebab perubahan sosial adalah faktor yang berasal dari luar masyarakat

Faktor internal yang dapat menyebabkan perubahan sosial, antara lain penemuan baru, konflik sosial, pemberontakan, dan dinamika penduduk. Sedangkan faktor eksternalnya ada bencana alam, peperangan, dan pengaruh budaya lain. Nih, aku bahas satu-satu yaa, hehe.

Faktor Internal yang Mempengaruhi Perubahan Sosial

Seperti yang sudah aku sebutkan di atas, terdapat 4 faktor internal yang dapat mempengaruhi perubahan sosial. Langsung simak aja penjelasan berikut ya, hehe.

1. Penemuan Baru

Penemuan baru dapat terjadi akibat adanya ketidakpuasan masyarakat terhadap suatu hal. Contohnya nih, dulu kamu kalo mau kirim pesan singkat ke teman kamu cuma bisa lewat SMS. Sayangnya, SMS ini perlu dihemat nih penulisannya, supaya irit pulsa, hehe. Apalagi kalo mau kirim gambar atau foto, bener-bener boros banget, kan.

Akhirnya muncul deh penemuan baru, yaitu aplikasi pesan instan seperti Line dan Whatsapp. Dengan aplikasi ini, kirim pesan dengan teman jadi gampang banget, nih. Kirim pesan jadi lebih mudah dan murah, nggak perlu disingkat-singkat lagi. Udah gitu, bisa kirim gambar, video, sampai stiker pula, hehe. Canggih, kan? Btw ini aku nggak disponsorin oleh Line atau Whatsapp, ya. Tapi kalo iya, nggak nolak, sih. Xixixi.

Oiya, penemuan baru ini dibagi menjadi 3 jenis, loh. Ada Discovery, Invention, dan Innovation. Nih aku jelasin dulu satu-satu ya:

Discovery adalah penemuan sesuatu yang sebenarnya sudah ada, namun belum diketahui oleh siapapun sebelumnya. Contohnya, penemuan lokasi baru tambang batu bara di Kalimantan Selatan. Sebelum ditemukan oleh penambang pun, sebenarnya memang ada lokasi tambang batu bata di sana. Hanya saja, baru kita temukan sekarang, maka disebut sebagai discovery.

Selanjutnya, Invention adalah penemuan yang benar-benar baru dan diciptakan oleh manusia. Jadi dinyatakan invention apabila sebelumnya belum pernah ada, nih. Contohnya, penemuan telepon genggam. Sebelum ditemukan telepon genggam, belum pernah ada alat atau barang yang memiliki fitur dan fleksibilitas seperti telepon genggam. Makanya penemuan telepon genggam waktu dulu banget masuknya ke kategori invention, ya.

Terakhir, Innovation atau inovasi adalah pembaharuan atau pengembangan sesuatu yang sudah ada sebelumnya. Contohnya adalah smartphone atau ponsel pintar. Smartphone adalah wujud inovasi dari barang sebelumnya, yakni telepon genggam biasa. Yang dulunya tidak dapat mengakses internet dan punya fitur yang sedikit, kini smartphone memiliki fitur yang jauh lebih banyak dan berguna dibandingkan telepon genggam di masa lampau.

2. Konflik Sosial

Konflik dapat menyebabkan perubahan sosial karena yang terlibat di dalamnya adalah masyarakat itu sendiri. Secara umum, konflik sosial dapat disebabkan oleh 3 hal, yaitu adanya perbedaan pendapat, perbedaan kepentingan, dan kecemburuan sosial.

Contohnya, kebijakan yang diberlakukan pemerintah terkadang dapat menimbulkan konflik sosial apabila terdapat perbedaan pendapat dari masyarakatnya. Apabila perbedaan pendapat dari masyarakat cukup berseberangan dengan pandangan pemerintah, maka masyarakat dapat melakukan demonstrasi. Hal ini kemudian dapat menyebabkan pemerintah merencanakan ulang kebijakan tersebut agar dapat diterima oleh masyarakat luas.

3. Pemberontakan

Pemberontakan atau revolusi adalah usaha menentang dan mengganti sistem atau tatanan yang telah lama berjalan. Pemberontakan dapat terjadi akibat adanya kekecewaan terhadap suatu sistem atau tatanan. Contoh dari pemberontakan adalah perlawanan yang dilakukan oleh Indonesia untuk mengusir penjajah. Hal ini tentunya dilakukan karena perlakuan buruk dan tidak adil dari para penjajah dan usaha rakyat Indonesia agar dapat memerdekakan diri.

4. Dinamika Penduduk

Dinamika penduduk (demografi) adalah berubahnya kondisi penduduk, dan perubahan kondisi ini dapat menyebabkan perubahan sosial di masyarakat.  Terdapat 3 hal yang mempengaruhi dinamika penduduk, yaitu natalitas (kelahiran), mortalitas (kematian), dan migrasi (perpindahan penduduk).

Contoh dari dinamika penduduk yang dapat mempengaruhi perubahan sosial adalah kepadatan penduduk yang dapat disebabkan oleh angka kelahiran (natalitas) yang tinggi, atau bisa juga karena migrasi penduduk ke suatu kota/daerah yang terlalu banyak.

Faktor Eksternal yang Mempengaruhi Perubahan Sosial

Nah, sekarang kita masuk ke faktor eksternal yang mempengaruhi perubahan sosial, ya. Seperti yang udah aku tulis sebelumnya, ada 3 faktor eksternalnya. Yuk langsung kita bahas satu-satu, ya.

1. Bencana Alam

Bencana alam adalah bencana yang disebabkan oleh alam dan di luar kehendak manusia. Beberapa contoh bencana alam yang dapat menyebabkan perubahan sosial adalah banjir, erupsi gunung api, gempa bumi, dan tsunami.

Bencana alam dapat menyebabkan perubahan sosial karena dapat mengubah lingkungan fisik dan sosial masyarakat. Karena terjadi di luar kehendak manusia, maka bencana alam masuk ke dalam faktor eksternal, ya.

2. Peperangan

Peperangan dinyatakan sebagai faktor eksternal karena datang dari luar masyarakat, bahkan dapat berasal dari luar negara. Seperti halnya bencana alam, peperangan juga dapat menyebabkan perubahan sosial karena dapat mengakibatkan hilangnya harta benda dan tempat tinggal.

Di sisi lain, peperangan juga dapat memberi dampak positif pada masyarakat pada kasus tertentu. Misalnya, perang melawan penjajah yang akhirnya menyebabkan masyarakat itu terbebas dari belenggu penjajahan.

3. Pengaruh Budaya Lain

Adanya pengaruh dari budaya lain atau budaya luar dapat menyebabkan perubahan pada kehidupan masyarakat. Contohnya adalah budaya Korea yang kini sudah tidak asing di Indonesia.

Budaya Korea masuk ke Indonesia melalui musik, film, bahkan melalui makanan. Hal ini menciptakan tren tersendiri di masyarakat, sehingga kini masyarakat mulai mengalami perubahan-perubahan tertentu. Misalnya, akibat tayangan Squid Game yang sempat ngetren akhir-akhir ini, masyarakat kita mulai banyak membuat resep makanan khas Korea yang sering muncul di tayangan tersebut. Hmm, jadi pengen permen dalgonaa, huhu.

Hore! Akhirnya bahasan kita kali ini udah aku kupas tuntas semua nih, yaa. Huehe. Sekarang kamu udah paham berarti yaa tentang faktor-faktor penyebab perubahan sosial di masyarakat. Nih, coba aku tes dulu yaa pake kuis, xixixi.

Kalo kamu mau tau lebih dalam lagi seputar materi perubahan sosial atau materi lainnya, mending kamu langsung cek di ruangbelajar aja, ya! Di ruangbelajar tentunya kamu bisa lebih leluasa dan asik lagi nih belajarnya, apalagi kalo pake konsep kilatnya, uhuy. Dijamin gabakal ngantuk karena bisa sekaligus ngerjain kuis di videonya, loh! Kok keren amat ya, xixixi.

Sampai jumpa di tulisanku berikutnya, ya! Jangan lupa tetap semangat membaca dan belajar yang kawan-kawankuu~ Dadah!

Referensi:

Abdulsyani, 1992, Sosiologi Skematika Teori dan Terapan, Jakarta, Bumi Aksara

Soekanto, Soejono. 2012 Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada

Leave a Comment