Sebutkan dampak dari perubahan iklim yang terjadi di Bumi Kita

Merdeka.com – Perubahan iklim global sebaiknya menjadi perhatian bagi seluruh pihak. Sebab, perubahan iklim global secara langsung berdampak bagi seluruh aspek kehidupan umat manusia.

Sebagai dampaknya, kini manusia mulai merasakan beberapa perubahan mendasar yang dapat diamati dari lingkungan hidup. Suhu bumi yang kian memanas, menipisnya ozon, hingga bencana alam yang datang silih berganti.

Semua hal tersebut tak lain disebabkan oleh beberapa pemicu dari perubahan iklim global. Salah satu faktor utamanya yakni pemanasan global.

Tak sedikit yang salah kaprah mengenai kedua istilah tersebut. Namun, sebenarnya perubahan iklim global maupun pemanasan global memiliki makna yang berbeda antara satu dengan lainnya.

Lantas, apa sebenarnya yang disebut dengan istilah perubahan iklim global? Melansir dari berbagai sumber, Selasa (9/11/2021), berikut merdeka.com ulas secara lebih lanjut mengenai definisi, penyebab, dampak, hingga cara pengendalian dari perubahan iklim global.

2 dari 5 halaman

Sebelum memahami tentang penyebab hingga cara pengendalian perubahan iklim global, penting bagi kita untuk mengerti tentang definisi perubahan iklim global. Konferensi Perubahan Iklim Dunia pada 1979 menjelaskan, iklim merupakan sintetis kejadian cuaca selama kurun waktu tertentu yang dapat digunakan sebagai nilai statistik keadaan pada setiap saatnya.

Sementara itu, Kementerian Lingkungan Hidup mendefinisikan perubahan iklim global sebagai proses perubahan kondisi fisik atmosfer bumi yang berupa suhu hingga distribusi curah hujan. Kondisi tersebut secara langsung membawa dampak signifikan terhadap berbagai sektor kehidupan manusia.

©istimewa

Istilah dari perubahan iklim global dan pemanasan global seringkali dipahami sebagai satu makna yang sama. Namun, sebenarnya pemanasan global merupakan satu fenomena yang terjadi dalam serangkaian perubahan iklim global.

Sebab, indikator terjadinya perubahan iklim global bukan hanya mengenai suhu bumi saja namun juga menyangkut kondisi awan, angin, prespitasi, hingga radiasi matahari. Sementara itu, pemanasan global merupakan suatu fenomena yang terjadi sebagai akibat dari adanya peningkatan jumlah emisi gas rumah kaca pada atmosfer bumi.

3 dari 5 halaman

Perubahan iklim global bukan hanya terjadi melalui proses pemanasan global. Namun perubahan iklim juga dapat dipicu oleh serangkaian aktivitas manusia yang berhubungan langsung dengan lingkungan hidup. Adapun berbagai penyebab dari perubahan iklim global tersebut antara lain sebagai berikut,

1. Gas Rumah Kaca

Melansir dari Liputan6, penyebab pertama dari perubahan iklim adalah adanya gas rumah kaca. Sejumlah gas seperti metana, karbon dioksida, dinitrogen oksida, hingga gas berfluorinasi cenderung bertindak seperti rumah kaca yang mencegah panas matahari keluar ke luar atmosfir bumi.

2. Peningkatan Penggunaan Kendaraan Bermotor

Penyebab perubahan iklim global yang kedua adalah adanya peningkatan penggunaan bahan bakar fosil yang dihasilkan dari kendaraan bermotor. Sebab, bahan bakar fosil cenderung mengakibatkan polusi gas kimia yang dilepaskan ke udara.

©2021 Liputan6.com/Faizal Fanani

3. Peningkatan Kegiatan yang Menghasilkan Emisi

Selain itu, beberapa kegiatan manusia secara tidak langsung juga dapat meningkatkan proses perubahan iklim global. Sejumlah kegiatan yang dapat menghasilkan emisi yakni seperti penebangan hutan hingga pembakaran batu bara.

4 dari 5 halaman

Perubahan iklim global tidak mustahil membawa banyak dampak yang negatif terhadap bumi dan makhluk hidup. Beberapa dampaknya tersebut kini mulai dirasakan di setiap kehidupan manusia secara perlahan. Berikut dampak perubahan iklim global yang seharusnya mulai menjadi perhatian,

1. Memengaruhi Kualitas Air

Adanya perubahan iklim global secara tidak langsung akan memengaruhi kualitas hingga kuantitas air bersih yang tersedia di bumi. Meski perubahan iklim global cenderung meningkatkan intensitas hujan, namun air justru berpotensi untuk tidak terserap ke dalam tanah dan langsung bermuara ke laut sehingga tidak dapat dikonsumsi.

2. Memicu Kepunahan Makhluk Hidup

Dampak dari adanya perubahan iklim yang dapat terlihat adalah terjadinya kepunahan masal berbagai spesies binatang. Sebab, habitat alami dari berbagai binatang tersebut cenderung rusak sebagai akibat dari kegiatan manusia.

3. Wabah Penyakit Meningkat

Selain itu, perubahan iklim global juga dapat memicu terjadinya berbagai wabah penyakit di berbagai belahan dunia. Hal itu sebagai akibat dari paparan sinar matahari berupa ultraviolet sehingga membuat manusia rentan untuk terserang berbagai penyakit.

©2013 Merdeka.com/Shutterstock/Barnaby Chambers

4. Cuaca Ekstrem

Dampak dari perubahan iklim global yang pasti terjadi adalah cuaca ekstrem. Adapun indikator terjadinya cuaca ekstrem tersebut antara lain seperti meningkatnya suhu, permukaan air laut yang semakin naik, suhu air laut yang meningkat, pencairan gletser dan lapisan es kutub, serta peningkatan curah hujan.

5 dari 5 halaman

Meski perubahan iklim merupakan suatu serangkaian fenomena yang tak terbantahkan, namun hal tersebut dapat ditangani melalui beberapa cara. Namun, beberapa cara tersebut tidak dapat berpengaruh secara langsung terhadap perubahan iklim global melainkan cukup signifikan terhadap pengendalian dampaknya. Adapun cara pengendalian terhadap perubahan iklim global yakni sebagai berikut,

1. Pendidikan

Cara pertama untuk mengendalikan perubahan iklim global yakni dengan mengatur jumlah populasi manusia. Hal ini dapat dilakukan melalui pendidikan yang diterima sama rata antara pria dan wanita.

Melalui pendidikan, setiap keluarga cenderung lebih memiliki banyak pertimbangan untuk melahirkan anak yang sehat dan cerdas. Selain itu, pendidikan juga dapat mengendalikan manusia untuk mengatur jarak kelahiran.

©Shutterstock

2. Hemat Energi

Cara pengendalian perubahan iklim global yang kedua adalah dengan hemat energi. Semaksimal mungkin, kebijakan pemerintah serta peran masyarakat harus seimbang dalam menggunakan bahan bakar secara bijak.

3. Hutan

Selain itu, proses reboisasi juga dapat berpengaruh terhadap lingkungan hidup. Berbagai spesies hewan dapat memiliki habitatnya kembali hingga suhu bumi yang semakin terjaga dari pemanasan global.

Lihat Foto

SHUTTERSTOCK/Sayan Puangkham

Konsep hari Bumi atau earth day, ilustrasi.

KOMPAS.com – Setiap tanggal 22 April, setiap tahunnya dunia akan memperingati Hari Bumi.

Dikutip dari laman Earth Day, tema Hari Bumi 2021 adalah Pulihkan Bumi Kita atau Restore Our Earth.

Tema ini berfokus pada proses alam, teknologi hijau yang sedang berkembang, dan pemikiran inovatif yang dapat memulihkan ekosistem dunia. 

Namun, pemulihan ekosistem dunia ini sangat erat kaitannya dengan perubahan iklim beserta dampaknya yang akan terjadi jika tidak terkendali.

Baca juga: Hari Bumi 22 April, Begini Sejarah Terbentuknya Earth Day

Berikut 10 dampak perubahan iklim  pada negara Indonesia, dirangkum oleh Yayasan Indonesia Cerah.

1. Gelombang panas ekstrem

Berdasarkan catatan penelitian di Journal of Geophysical Reasearch, Atmospheres oleh para peneliti yaitu Russo S,. Dosio A, dkk ; Indonesia akan mengalami lebih dari tiga kali kondisi gelombang panas ekstrem antara tahun 2020 dan 2052.

Kemudian di antara tahun 2068 dan 2100, akan terjadi sebuah gelombang panas yang ekstrem akan terjadi setiap 2 tahun sekali.

Gelombang panas ini akan memiliki intensitas yang sama atau lebih besar dibandingkan dengan tahun 2010, di mana gelombang panas ekstrem terjadi di Rusia dan menewaskan 55.000 orang.

Tidak hanya itu, kejadian tersebut juga akhirnya menghancurkan sekitar 9 juta hektar tanaman, membunuh semua burung di Moskow dan menyebabkan peristiwa kebakaran hutan.

2. Meningkatkan kejadian kebakaran hutan ekstrem

Potensi dampak berikutnya dari perubahan iklim yang tidak terkendali adalah meningkatnya kejadian kebakaran hutan ekstrem.

Diprediksi, dalam skenario emisi yang tinggi, maka Kalimantan Timur dan Sumatera bagian Timur akan mengalami pemanasan hampir 4 derajat Celcius dan curah hujan berkurang 12 persen pada tahun 2070 hingga 2100.

Hal ini akan menyebabkan sekitar 55 hari bahaya kebakaran ekstrem per tahun di Timur Kalimantan pada tahun tersebut.

Sementara, di Sumatera Timur, jumlah hari bahaya kebakaran ektrem setiap tahun meningkat 17 hingga 64 hari di bawah skenario emisi tinggi ini.

Baca juga: Hari Bumi, Begini Perubahan Planet Kita dalam 20 Tahun dari Antariksa

Leave a Comment