Sebutkan lima dampak aktivitas fisik yang tidak teratur

Wolff, C. (2016). 6 Signs From Your Body That You Need To Be More Active. Simplemost. Retrieved 18 July 2018, from https://www.simplemost.com/signs-from-your-body-that-you-need-to-be-more-active/

Ghezelbash, P., & Maloney, L. (2018). What Really Happens to Your Body When You Don’t Exercise. Livestrong.com. Retrieved 18 July 2018, from https://www.livestrong.com/article/377725-what-happens-to-your-body-when-you-dont-exercise/

Masters, M. (2016). This Is What Happens to Your Body When You Stop Exercising. Health.com. Retrieved 18 July 2018, from https://www.health.com/fitness/stop-exercising-effects

Exercise for Energy: Workouts That Work. WebMD. (2016). Retrieved 18 July 2018, from https://www.webmd.com/fitness-exercise/features/exercise-for-energy-workouts-that-work

Hendrick, B., & Martin, L. (2010). Exercise Helps You Sleep. WebMD. Retrieved 18 July 2018, from https://www.webmd.com/sleep-disorders/news/20100917/exercise-helps-you-sleep#1

Varellas, C. (2016). Clear Signs You’re Not Getting Enough Exercise. The Healthy. Retrieved 18 July 2018, from https://www.thehealthy.com/exercise/sedentary-lifestyle-more-exercise/

Rodriguez, D., & Mackenzie, S. (2016). Why Exercise Boosts Mood and Energy | Everyday Health. EverydayHealth.com. Retrieved 18 July 2018, from https://www.everydayhealth.com/fitness/workouts/boost-your-energy-level-with-exercise.aspx

Gao, R., Tao, Y., Zhou, C., Li, J., Wang, X., & Chen, L. et al. (2019). Exercise therapy in patients with constipation: a systematic review and meta-analysis of randomized controlled trials. Scandinavian Journal Of Gastroenterology, 54(2), 169-177. https://doi.org/10.1080/00365521.2019.1568544 

Liao, Y. H., Sung, Y. C., Chou, C. C., & Chen, C. Y. (2016). Eight-Week Training Cessation Suppresses Physiological Stress but Rapidly Impairs Health Metabolic Profiles and Aerobic Capacity in Elite Taekwondo Athletes. PloS one, 11(7), e0160167. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0160167 

Ormsbee, M. J., & Arciero, P. J. (2012). Detraining increases body fat and weight and decreases VO2peak and metabolic rate. Journal of strength and conditioning research, 26(8), 2087–2095. https://doi.org/10.1519/JSC.0b013e31823b874c  

Dinas, P., Koutedakis, Y., & Flouris, A. (2010). Effects of exercise and physical activity on depression. Irish Journal Of Medical Science, 180(2), 319-325.

Maka dari itu, bagi Anda yang memiliki hobi olahraga lari sangat disarankan untuk menghindari paparan sinar matahari dengan mengenakan pakaian olahraga yang memadai dan menggunakan tabir surya secara teratur.

5. Memperburuk kondisi kulit tertentu

Suhu terlalu panas dan tubuh yang banyak berkeringat selama berolahraga bisa membuat kulit lebih sensitif dan mudah iritasi. Peningkatan suhu tubuh ini bisa jadi pemicu rosacea, yakni penyakit kulit jangka panjang dengan gejala kulit kemerahan, berjerawat, dan menebal.

Seseorang yang jerawatan, biang keringat, atau eksim juga bisa semakin parah kondisinya setelah berolahraga. Untuk menghindari kondisi ini, ada baiknya Anda berolahraga lari treadmill dalam ruangan atau menghindari terik panas matahari.

Penting juga menjaga kebersihan kulit, seperti menghapus riasan wajah sebelum berolahraga dan segera membilas tubuh setelah berolahraga.

6. Memperparah ketombe

Olahraga bukan hanya memengaruhi kulit tubuh dan wajah, namun bisa memberikan dampak negatif bagi kulit kepala. Jika Anda rutin berolahraga dan jarang keramas, maka kebiasaan buruk ini bisa memperparah pertumbuhan ketombe.

Aktivitas olahraga bisa membuat kulit kepala lebih berkeringat. Apabila hal ini tidak segera Anda bersihkan, maka kondisi kulit kepala akan menjadi lembap dan berminyak. Akibatnya, jamur akan semakin aktif bertumbuh dan membuat kulit kepala cepat mengelupas.

Sejumlah orang kurang suka berolahraga karena malas melakukannya. Padahal, ada beragam ancaman kesehatan akibat kurang olahraga, lho.

Apa yang terlintas dalam pikiran Moms saat mendengar kata olahraga?

Kalau masih berpikiran ini adalah aktivitas yang membosankan sekaligus melelahkan, berarti Moms belum terbiasa menjalankan pola hidup sehat.

Padahal, kebiasaan buruk itu dapat membahayakan kesehatan kita. Yuk, ketahui berbagai dampak bagi tubuh karena kurang berolahraga!

Masalah Kesehatan Akibat Kurang Olahraga

Setiap orang sebenarnya harus melakukan olahraga setidaknya minimal 3 kali dalam seminggu. Bahkan, boleh dikerjakan dalam waktu 30 menit saja, lho.

Bagaimana dengan mereka yang tidak berolahraga sama sekali? Berikut berbagai masalah kesehatan akibat kurang olahraga:

1. Obesitas

Foto: Orami Photo Stocks

ADVERTISEMENT

Banyak yang beranggapan bahwa olahraga di pusat kebugaran atau gym hanya untuk orang-orang yang kelebihan berat badan saja.

Padahal, olahraga itu kewajiban semua orang untuk ‘maintenance’ tubuh agar tetap sehat, lho.

Akibat kurang olahraga, obesitas menjadi ancaman pertama yang bisa dialami setiap orang.

Melansir Mayo Clinic, ciri-ciri dari obesitas meliputi:

  • Kesulitan dalam tidur
  • Ngantuk berlebihan di siang hari
  • Sakit punggung atau sendi.
  • Keringat berlebihan
  • Tidak tahan suhu panas
  • Infeksi pada lipatan kulit
  • Depresi
  • Gangguan tidur seperti sleep apnea

Sejumlah orang juga merasakan rasa sesak napas secara mendadak. Ini dikenal juga dengan dyspnoea.

2. Mudah Lelah

Foto: Orami Photo Stocks

Masalah kesehatan lainnya juga bisa menyerang tubuh, yakni perasaan mudah lelah.

Akibat kurang olahraga ini, kita akan lebih cepat merasa lelah dan tidak bertenaga.

Karena dari aktivitas berolahraga, darah akan lebih banyak banyak mengandung oksigen.

Oksigen inilah yang menjadi ‘power’ untuk Moms tetap segar melakukan aktivitas seharian.

Untuk mencegah hal ini, bisa dengan melakukan peregangan sederhana di rumah.

3. Insomnia

Foto: Orami Photo Stocks

Orang yang mengalami gangguan tidur atau insomnia bukan hanya mengalami gangguan psikologis, lho.

Ini juga bisa dipicu dari penurunan metabolisme tubuh akibat kurang olahraga.

Kalau Moms mengalami keluhan susah tidur di malam hari, cobalah untuk rutin berolahraga.

ADVERTISEMENT

Jalan cepat 30 menit per harinya cukup mudah untuk dilakukan, bukan?

Baca Juga : Olahraga Sederhana yang Bisa Dilakukan Di Kantor

4. Badan Kaku

Foto: Orami Photo Stocks

Badan sering pegal-pegal di area tertentu seperti sendi kaki, pinggang, dan pundak? Sepertinya, ini akibat kurang olahraga, Moms.

Jika ini terjadi, hindari langsung mengonsumsi pain killer atau obat pereda nyeri, ya. Atasilah dengan melakukan olahraga ringan di rumah.

Tak selalu harus beraktivitas di bawah sinar matahari, ini bisa dengan latihan di rumah, lho. Yuk, coba senam aerobik, kardio, ataupun latihan yoga bersama keluarga.

5. Penumpukan Lemak

Foto: Orami Photo Stocks

Kalori yang tidak terbakar melalui olahraga, akan tertimbun dalam bentuk lemak. Ini membuat beberapa area tubuh kita terlihat sedikit ‘berisi’ dan tidak proporsional.

Jika dibiarkan semakin lama, lemak-lemak ini akan memicu kita kondisi obesitas.

Penumpukan lemak yang berlebih akan sulit dihilangkan jika dibiarkan terlalu lama.

Untuk itu, mari cegah dengan berolahraga rutin setiap minggu.

6. Sakit Kepala

Foto: Orami Photo Stocks

Penyebab sakit kepala juga bermacam-macam lho, Moms. Maka dari itu, jangan terlalu sering mengambil jalan pintas dengan minum obat sakit kepala.

Obat hanya menghilangkan rasa sakit sementara. Sakit kepala menyerang, lakukan aktivitas menggerakan tubuh sampai berkeringat.

Karena setelah olahraga, aliran darah akan semakin lancar dan sakit kepala akan berkurang.

7. Serangan Jantung

Foto: Orami Photo Stocks

Melansir studi dalam John Hopkins Medicine menunjukkan bahwa, risiko terkena serangan jantung akan menurun apabila tubuh aktif dalam bergerak.

Sebaliknya, akibat kurang olahraga, kita bisa sewaktu-waktu terkena serangan jantung, Moms.

Gaya hidup yang tidak sehat seperti kebiasan merokok, dan diet ekstrem juga meningkatkan risiko terkena penyakit ini.

Jadi, cobalah mulai membiasakan diri untuk berolahraga sesuai yang diminati. Seperti berenang, senam aerobik, atau lari pagi.

Baca Juga: Jenis-jenis Olahraga yang Cocok Dilakukan Selama Program Hamil, Moms Wajib Tahu!

8. Memicu Kanker

Foto: Orami Photo Stocks

Melansir Centers for Disease Control and Prevention (CDC), akibat kurang olahraga dapat memicu kita terkena kanker di kemudian hari.

Hal ini meliputi jenis kanker seperti:

  • Kanker kandung kemih
  • Kanker payudara
  • Kanker usus besar
  • Kanker serviks
  • Kanker paru-paru

Risiko ini tak memandang usia ataupun ukuran berat badan apa pun, Moms.

9. Kemampuan Fisik Menurun

Foto: Orami Photo Stocks

Akibat kurang olahraga, ini juga mempengaruhi fungsi tubuh.

Adapun ini terasa ketika kita memasuki usia lanjut. Karena tubuh kurang bergerak, ini menyebabkan anggota tubuh menurun kemampuannya.

Seperti halnya, tubuh akan lebih mudah untuk jatuh atau cedera. Biasanya dipicu dari persendian sekitar kaki mulai tidak berdaya.

10. Mempercepat Penuaan

Foto: Orami Photo Stocks

Sejumlah ahli mengatakan bahwa dengan tubuh banyak bergerak, ini akan mencegah kita dari mengalami penuaan dini.

Hal ini karena olahraga dapat memperkuat fungsi jantung, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan mempercepat aliran darah.

Akibat kurang olahraga, ini akan mempercepat proses tubuh mengalami penuaan.

Yuk, mulai sekarang perbanyak olahraga intensitas sedang seperti berlari, berenang, dan bersepeda.

Baca Juga: 9 Olahraga Kardio yang Mudah Dilakukan di Rumah

11. Mudah Depresi

Foto: Orami Photo Stocks

Olahraga dikenal sebagai salah satu obat terbaik untuk mencegah stres dan kecemasan berlebihan.

Masalah kesehatan akibat kurang olahraga yakni dapat meningkatkan risiko gangguan mental tersebut, Moms.

Terutama bagi mereka yang memiliki waktu kerja cukup banyak seminggunya.

Karena kurang olahraga, ini membuat mood akan lebih mudah berubah dan cepat marah.

12. Stroke

Foto: Orami Photo Stocks

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), setiap tahun, hampir 800.000 orang dewasa di AS menderita stroke.

Hal ini dipicu akibat kurang olahraga dan memiliki kebiasaan buruk merokok dan minum alkohol.

Dengan tubuh bergerak aktif, ini akan membuat sistem saraf dan kardiovaskular dalam tubuh bekerja dengan baik.

Sehingga, akan mencegah kemungkinan stoke sekitar 50%.

Mulai sekarang ubah pola pikir bahwa olahraga bukan untuk kurus ya, Moms!

Tapi juga sebagai aktivitas untuk menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat dan segar.

Sumber

  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/obesity/symptoms-causes/syc-20375742
  • https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/risks-of-physical-inactivity
  • https://www.cdc.gov/chronicdisease/resources/publications/factsheets/physical-activity.htm#:~:text=Not%20getting%20enough%20physical%20activity%20can%20lead%20to%20heart%20disease,cholesterol%2C%20and%20type%202%20diabetes.

Leave a Comment