Tuliskan contoh hal-hal yang merusak persatuan dan tidak boleh dilakukan

Jakarta

Persatuan dan kesatuan berakar dari kata-kata yang sama yaitu satu atau yang tidak terpecah-pecah. Persatuan dapat diartikan sebagai perkumpulan dari berbagai komponen yang membentuk menjadi satu. Sedangkan kesatuan adalah hasil dari perkumpulan tersebut yang menjadi satu dan utuh.

Sebutkan dampak yang terjadi apabila persatuan dan kesatuan tidak terwujud? Apakah detikers dapat menjawabnya? Berikut adalah 14 dampaknya yang dikutip dari buku SUPER COMPLETE KELAS 4, 5, 6 SD/MI karya Meity Mudikawaty, Melli Meisawati, dan Ari Nurdiana:

A. Keluarga

Keluarga adalah institusi pertama dalam kehidupan sosial. Oleh karena itu keharmonisan dalam sebuah keluarga adalah hal yang sangat penting.

Dalam setiap keluarga diperlukan adanya sikap saling menghormati satu sama lain agar terjadinya persatuan dan kesatuan dalam keluarga semakin kuat. Dampak jika tidak ada persatuan dan kesatuan dalam keluarga adalah sebagai berikut:

1. Terjadinya pertengkaran di dalam keluarga.

2. Kerukunan di dalam keluarga akan berkurang.

3. Keakraban di dalam keluarga juga akan berkurang.

B. Sekolah

Persatuan dan kesatuan juga diperlukan dalam sekolah. Hal itu dikarenakan agar tercipta lingkungan yang harmonis saat kegiatan belajar dan mengajar. Berikut adalah dampak jika tidak ada persatuan dan kesatuan tidak terwujud di sekolah:

4. Sombong serta acuh atau tidak peduli terhadap kondisi teman.

5. Membeda-bedakan teman.

6. Mengolok-olok teman.

7. Terjadi tawuran.

C. Masyarakat

Persatuan dan kesatuan dalam kehidupan bermasyarakat sangatlah penting. Jika memiliki perbedaan pendapat dalam kehidupan bermasyarakat sangatlah normal dan tidak akan terjadi kekacauan jika memiliki persatuan dan kesatuan.

Sebutkan dampak yang terjadi apabila persatuan dan kesatuan tidak terwujud di masyarakat, ini adalah jawabannya:

8. Tidak adanya kepedulian terhadap penderitaan dan kesedihan yang dialami dan dirasakan orang lain.

9. Kepentingan golongan maupun suku masing-masing adalah yang paling dipentingkan oleh masyarakat.

10. Akan muncul pertikaian dan permusuhan antar warga masyarakat jika visi dan misi tidak sejalan.

11. Tidak adanya kerja sama yang terjalin antar warga masyarakat, padahal gotong royong sangat diprioritaskan dalam kehidupan bermasyarakat.

D. Negara

Dalam kehidupan berwarganegara kesatuan dan persatuan adalah hal yang sangat penting. Jika tidak ada kesatuan dan persatuan kesatuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara akan menyebabkan perpecahan bangsa. Berikut adalah dampaknya:

12. Hilangnya tenggang rasa dan toleransi dalam kehidupan bermasyarakat. Toleransi sangat dibutuhkan dalam kehidupan berbangsa dan bernergara agar menciptakan tenggang rasa dan terjadinya kerukunan.

13. Perpecahan bangsa. Karena setiap individu merasa memiliki kepentingannya sendiri dan semakin tidak memedulikan kepentingan orang lain.

14. Melemahnya pertahanan dan keamanan bangsa. Ketika rakyat tidak lagi bersatu dan bertikai serangan dari luar akan mudah masuk ke tanah air dan dapat berakibat buruk.

Jadi jika diminta untuk sebutkan dampak yang terjadi apabila persatuan dan kesatuan tidak terwujud tidak perlu bingung lagi ya detikers!

Simak Video “Peringatan Nuzulul Quran, Jokowi: Manfaatkan Keberagaman Demi Kepentingan Bersama

(nwy/nwy)


Page 2

Jakarta

Persatuan dan kesatuan berakar dari kata-kata yang sama yaitu satu atau yang tidak terpecah-pecah. Persatuan dapat diartikan sebagai perkumpulan dari berbagai komponen yang membentuk menjadi satu. Sedangkan kesatuan adalah hasil dari perkumpulan tersebut yang menjadi satu dan utuh.

Sebutkan dampak yang terjadi apabila persatuan dan kesatuan tidak terwujud? Apakah detikers dapat menjawabnya? Berikut adalah 14 dampaknya yang dikutip dari buku SUPER COMPLETE KELAS 4, 5, 6 SD/MI karya Meity Mudikawaty, Melli Meisawati, dan Ari Nurdiana:

A. Keluarga

Keluarga adalah institusi pertama dalam kehidupan sosial. Oleh karena itu keharmonisan dalam sebuah keluarga adalah hal yang sangat penting.

Dalam setiap keluarga diperlukan adanya sikap saling menghormati satu sama lain agar terjadinya persatuan dan kesatuan dalam keluarga semakin kuat. Dampak jika tidak ada persatuan dan kesatuan dalam keluarga adalah sebagai berikut:

1. Terjadinya pertengkaran di dalam keluarga.

2. Kerukunan di dalam keluarga akan berkurang.

3. Keakraban di dalam keluarga juga akan berkurang.

B. Sekolah

Persatuan dan kesatuan juga diperlukan dalam sekolah. Hal itu dikarenakan agar tercipta lingkungan yang harmonis saat kegiatan belajar dan mengajar. Berikut adalah dampak jika tidak ada persatuan dan kesatuan tidak terwujud di sekolah:

4. Sombong serta acuh atau tidak peduli terhadap kondisi teman.

5. Membeda-bedakan teman.

6. Mengolok-olok teman.

7. Terjadi tawuran.

C. Masyarakat

Persatuan dan kesatuan dalam kehidupan bermasyarakat sangatlah penting. Jika memiliki perbedaan pendapat dalam kehidupan bermasyarakat sangatlah normal dan tidak akan terjadi kekacauan jika memiliki persatuan dan kesatuan.

Sebutkan dampak yang terjadi apabila persatuan dan kesatuan tidak terwujud di masyarakat, ini adalah jawabannya:

8. Tidak adanya kepedulian terhadap penderitaan dan kesedihan yang dialami dan dirasakan orang lain.

9. Kepentingan golongan maupun suku masing-masing adalah yang paling dipentingkan oleh masyarakat.

10. Akan muncul pertikaian dan permusuhan antar warga masyarakat jika visi dan misi tidak sejalan.

11. Tidak adanya kerja sama yang terjalin antar warga masyarakat, padahal gotong royong sangat diprioritaskan dalam kehidupan bermasyarakat.

D. Negara

Dalam kehidupan berwarganegara kesatuan dan persatuan adalah hal yang sangat penting. Jika tidak ada kesatuan dan persatuan kesatuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara akan menyebabkan perpecahan bangsa. Berikut adalah dampaknya:

12. Hilangnya tenggang rasa dan toleransi dalam kehidupan bermasyarakat. Toleransi sangat dibutuhkan dalam kehidupan berbangsa dan bernergara agar menciptakan tenggang rasa dan terjadinya kerukunan.

13. Perpecahan bangsa. Karena setiap individu merasa memiliki kepentingannya sendiri dan semakin tidak memedulikan kepentingan orang lain.

14. Melemahnya pertahanan dan keamanan bangsa. Ketika rakyat tidak lagi bersatu dan bertikai serangan dari luar akan mudah masuk ke tanah air dan dapat berakibat buruk.

Jadi jika diminta untuk sebutkan dampak yang terjadi apabila persatuan dan kesatuan tidak terwujud tidak perlu bingung lagi ya detikers!

Simak Video “Peringatan Nuzulul Quran, Jokowi: Manfaatkan Keberagaman Demi Kepentingan Bersama

[Gambas:Video 20detik]
(nwy/nwy)

Peribahasa “bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh,” bukan sekedar slogan kosong. Melainkan sebuah pengingat agar bangsa Indonesia selalu sadar dan melaksanakan sikap-sikap positif untuk mempertahankan persatuan.

Jakarta (21/06/2021) Indonesia memiliki sebuah peribahasa yang menarik untuk mengingatkan persatuan dan kesatuan bangsa, yaitu “Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh.” Jika ditelusuri sejarahnya, ternyata peribahasa ini bukan monopoli Indonesia, melainkan bersifat global. Artinya, hampir semua negara di dunia memiliki peribahasa yang mirip. Namun yang paling mirip adalah peribahasa dari Amerika Serikat yang berbunyi, “United we stand, devided we fall.” Menurut sejarahnya, peribahasa Amerika ini dikutip dari salah satu lirik lagu yang berjudul Liberty Song yang diciptakan oleh John Dickinson pada tahun 1768. Salah satu bait dari lagu tersebut berbunyi, “Then join hand in hand, brave Americans all! By uniting we stand, by dividing we fall.”

Tidak dapat dipastikan mana yang terlebih dulu diciptakan. Namun yang pasti hampir setiap negara memiliki peribahasa mengenai persatuan. Tujuan diciptakannya peribahasa itu adalah sebagai slogan, simbol atau pengingat betapa pentingnya sebuah bangsa untuk bersatu, sebab jika tidak maka bangsa tersebut akan mengalami perpecahan. Sobat Revmen pasti sudah tahu arti dari semboyan bersatu kita teguh. Namun sebagai pengingat, berikut makna dari penggalan peribahasa itu.

Seperti dikutip Kompas.com (2020), dalam buku Kronik Revolusi Indonesia: 1945 karya Pramoedya Ananta Toer, makna bersatu kita teguh adalah menyatunya berbagai unsur dan perbedaan yang ada menjadi suatu kesatuan yang utuh dan serasi. Jika melihat definisi dari Pramoedya ini, maka titik tekan dari persatuan adalah adanya keragaman, adanya harmoni, dan adanya sikap saling menghormati.

Namun Indonesia merupakan sebuah negara yang terdiri dari begitu banyak suku bangsa, etnis, agama dan kebudayaan. Bahkan Indonesia memiliki kondisi geografis yang terpencar-pencar. Kondisi ini memiliki tantangan tersendiri. Tantangan akan menjadi semakin berat untuk dihadapi jika setiap individu tidak memiliki kesamaan visi untuk mempertahankan persatuan. Biasanya, dengan alasan HAM dan kebebasan, individu memiliki logika alternatif untuk menyangkal persatuan. Ini merupakan bahaya dan ancaman bagi keutuhan NKRI.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita bisa menemukan sikap yang dapat mengancam persatuan dan kesatuan bangsa, yaitu: Pertama, sikap egois atau mementingkan diri sendiri. Individu yang egois biasanya masa bodoh dengan kondisi bangsa dan negara. Satu-satunya hal penting untuk dipikirkan adalah dirinya sendiri. Sikap ini membuat sulit seseorang untuk berkolaborasi dan bergotong royong untuk menanamkan rasa persatuan antar anak bangsa. Sikap egois ini dalam konteks yang lebih besar dapat berbentuk etnosentrisme, primordialisme, chauvinism, bahkan radikalisme.

Kedua, sikap tidak peduli. Sikap ini muncul dalam banyak bentuk, seperti tidak peduli dengan kondisi ekonomi bangsa, kemiskinan atau pemerintahan yang korup. Dalam kehidupan sehari-hari, sikap ini biasanya muncul dalam bentuk malas belajar, gemar melakukan pelanggaran hukum atau tidak mengindahkan kesetiakawanan sosial. Jika setiap individu tidak peduli dengan kondisi bangsa dan negaranya, maka persatuan dapat runtuh.

Ketiga, kurangnya kesadaran terhadap dampak globalisasi. Sangat realistis jika negara-negara asing selalu memiliki kepentingan terhadap Indonesia. Itu wajar. Namun yang tidak wajar adalah jika dalam kepentingannya itu, negara-negara asing memiliki keinginan untuk menguasai Indonesia. Maka tanpa kesadaran dari setiap anggota masyarakat, gangguan asing dapat menjadi ancaman terhadap persatuan. Dalam kehidupan sehari-hari, sikap ini dapat berwujud seperti tidak suka menggunakan produk dalam negeri sendiri, terlalu gandrung dengan kebudayaan asing atau tidak mencintai kebudayaan sendiri.

Keempat, provokatif. Tidak dapat disangkal bahwa ada sebagian kecil masyarakat yang merasa tidak puas dengan kinerja pemerintah atau karena tidak bersedia menerima kondisi lingkungannya sendiri. Mereka berimajinasi tentang sebuah kondisi ideal, namun melupakan kondisi riil. Mereka kemudian senang melakukan provokasi kepada masyarakat untuk melakukan kegaduhan-kegaduhan yang dapat mengancam persatuan. Contoh sehari-harinya adalah mencemarkan nama baik, menyebarkan berita bohong atau melakukan fitnah di media sosial.

Kelima, mudah termakan isu. Tidak semua anggota masyarakat memiliki tingkat literasi dan kontrol emosi yang baik. Mereka mudah termakan oleh isu, terutama saat ini dunia memasuki era digital, di mana hoaks, berita palsu, ujaran kebencian dan fitnah begitu massif muncul di media sosial. Hoaks, yang selalu membidik emosi massa, biasanya menggunakan isu SARA untuk merobek-robek persatuan sebuah bangsa.

Banyak masyarakat yang bersukur bahwa kita hidup di Indonesia, negara yang aman, damai dan bersatu. Di beberapa negara di dunia, kondisi demikian tidak bisa didapatkan. Mereka hidup dalam ketakutan dan ancaman. Konflik dan perang selalu terjadi. Tapi di Indonesia tidak demikian. Untuk itu persatuan harus dijaga sebagai salah satu aset penting dalam mempertahankan perdamaian dan kemerdekaan.

Sobat Revmen, kita bisa menjaga persatuan selama yang kita mau. Kuncinya adalah jangan egois dan selalu peduli. Mempertahankan persatuan bisa dimulai dari hal-hal kecil yang penting, seperti saling menghormati perbedaan, tidak mudah termakan isu, tidak sombong, selalu menghormati hukum, menjunjung solidaritas dan mencintai sesama anak bangsa. Seperti filosofi sapu lidi, “sendiri kita lemah, namun bersama-sama kita akan kuat.” Bersatu kita taguh! #AyoBerubah #GerakanIndonesiaBersatu

Referensi:

Amhistory.com. (2012). Available at: https://amhistory.si.edu/1942/campaign/campaign24.html#:~:text=It%20originated%20in%20the%20fourth,struggle%20for%20better%20working%20conditions. Diakses tanggal 26 Mei 2021.

Kemdikbud.go.id. (2021). Available at: http://ditsmp.kemdikbud.go.id/indahnya-keberagaman-dan-pentingnya-toleransi-di-indonesia/. Diakses tanggal 26 Mei 2021.

Kompas.com. (2020). Available at: https://www.kompas.com/skola/read/2020/09/11/162139269/makna-bersatu-kita-teguh. Diakses tanggal 26 Mei 2021.

Penulis: Robby Milana

Editor: Wahyu Sujatmoko

Diunggah oleh:

Administrator

Sekertariat Revolusi Mental

Satker Revolusi Mental

Leave a Comment