Tuliskan tiga dampak positif yang ditimbulkan dari pengaruh keberagaman

Asked by wiki @ 03/08/2021 in PPKn viewed by 23139 persons

Asked by wiki @ 30/07/2021 in PPKn viewed by 20604 persons

Asked by wiki @ 03/08/2021 in PPKn viewed by 18128 persons

Asked by wiki @ 03/08/2021 in PPKn viewed by 17116 persons

Asked by wiki @ 31/08/2021 in PPKn viewed by 16672 persons

Asked by wiki @ 30/07/2021 in PPKn viewed by 15652 persons

Asked by wiki @ 31/08/2021 in PPKn viewed by 15594 persons

Asked by wiki @ 12/08/2021 in PPKn viewed by 15278 persons

Asked by wiki @ 14/08/2021 in PPKn viewed by 10902 persons

Asked by wiki @ 10/08/2021 in PPKn viewed by 5968 persons

Asked by wiki @ 12/08/2021 in PPKn viewed by 5118 persons

Asked by wiki @ 03/08/2021 in PPKn viewed by 3566 persons

Asked by wiki @ 23/08/2021 in PPKn viewed by 3523 persons

Asked by wiki @ 23/08/2021 in PPKn viewed by 3297 persons

Asked by wiki @ 20/08/2021 in PPKn viewed by 3270 persons

JAKARTA –  Keberagaman sosial budaya tentu memiliki dampak yang cukup banyak. Dampak tersebut bisa berupa dampak positif maupun dampak negatif. Dampak yang ditimbulkan dari adanya perbedaan sebenarnya tergantung dari setiap individu.

Indonesia memiliki semboyan Bhineka Tunggal Ika yang berarti mesikpun berbeda-beda namun tetap satu jua. Semboyan ini sebagai pengingat bangsa Indonesia bahwa bangsa dan negara ini terdiri atas banyaknya suku, budaya, agama, etnis, dan adat yang berbeda-beda. Namun, memiliki tujuan yang sama, yaitu menjadi bangsa yang rukun.

Adanya perbedaan ini juga menjadi salah satu identitas bangsa Indonesia. Dimana Indonesia dianggap sebagai negara yang penuh warna karena dapat menyatukan keberagaman sosial budaya yang ada.

 Baca juga: 10 Dampak Keberagaman Masyarakat Indonesia, Memiliki Banyak Suku dan Budaya!

Meskipun demikian, keberagaman sosial dan budaya juga terkadang menimbulkan suatu konflik ringan hingga berat. Hal ini tentunya harus kita hindari. Sebagai warga negara Indonesia yang baik, seharusnya kita memiliki rasa toleransi yang tinggi antar sesama manusia.

Lantas, apa sajakan Akibat Yang Ditimbulkan Dari Keberagaman Sosial Budaya di Indonesia? Berikut penjelasannya.

Baca juga: 4 Bentuk Keberagaman Masyarakat Indonesia

Akibat Yang Ditimbulkan Dari Keberagaman Sosial Budaya

Mengutip dari buku Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Paket A Tingkatan II Modul Tema 3, berikut dampak positif dan dampak negatif dari adanya keberagaman sosial budaya:

Dampak Positif:

Menjadi identitas negara di mata dunia

Memperkaya kebudayaan nasional

Dapat dijadikan sebagai aset wisata

Menjadi ikon pariwisata

Dapat dijadikan sumber pengetahuan

Menumbuhkan rasa nasionalisme, rasa menghargai, dan rasa memiliki

Dampak Negatif:

Terjadi konflik dikarenakan iri akibat adanya kesenjangan sosial

Adanya hambatan pergaulan karena berbeda bahasa dan budaya

Pemerintah sulit mengeluarkan kebijakan pembangunan karena keberagaman suku

Kurangnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan pembangunan

Karena adanya dampak negatif yang dihasilkan akibat adanya perbedaan sosial budaya, tentunya kita harus memiliki sikap yang perlu dikembangkan untuk menyikapi perbedaan:

Tidak bersikap egois

Lebih terbuka terhadap pendapat dan pandangan orang lain

Menjunjung nilai kemanusiaan

Bersikap adil kepada satu sama lian

Menghormati adat kebiasaan satu sama lain.

Demikian penjelasan Okezone mengenai Akibat Yang Ditimbulkan Dari Keberagaman Sosial Budaya.

Jelaskan dampak positif dan dampak negatif yang ditimbulkan dari keberagaman masyarakat Indonesia !

tirto.id – Indonesia terdiri dari berbagai suku, agama, bahasa, dan kebudayaan. Menurut sensus Badan Pusat Statistik (2010), Indonesia memiliki lebih dari 300 kelompok etnik, serta 1.340 suku bangsa. Setiap identitas kelompok tersebut memiliki kebudayaan khas masing-masing yang menggambarkan keragaman Indonesia yang bhinneka. Lantas, apa pengaruh positif & negatif keberagaman masyarakat Indonesia?

Berdasarkan letak geografisnya, Indonesia adalah negara terluas ke-15 di seluruh dunia, menurut Worldometers. Dari Sabang sampai Merauke, berbagai suku bangsa menghuni daratan Nusantara. Jika keberagaman itu tidak dirawat dengan baik, kondisi itu riskan menimbulkan gesekan dan perpecahan.

Di sisi lain, jika keragaman itu terjaga dan harmonis, Indonesia akan memperoleh dampak positif, saling mengenal satu sama lain, serta bermanfaat bagi kemajuan dan perkembangan bangsa. Potensi lainnya dapat membuat bangsa Indonesia sebagai bangsa besar dan memiliki kekayaan melimpah, baik sumber daya alam hingga kekayaan budayanya.

Keragaman Indonesia dapat terjadi karena lima faktor, sebagaimana dilansir laman Kemdikbud:

  • Letak strategis wilayah Indonesia
  • Kondisi negara kepulauan
  • Perbedaan kondisi alam
  • Keadaan transportasi dan komunikasi
  • Penerimaan masyarakat terhadap perubahan

Pengaruh Keberagaman Masyarakat Indonesia

Masyarakat Indonesia yang sangat beragam memiliki dampak positif dan negatif bagi rakyatnya. Motto bangsa Indonesia untuk merawat keberagaman adalah Bhinneka Tunggal Ika: Berbeda-beda tapi tetap satu.

Selain itu, ideologi negara Pancasila sila ke-3 juga menjunjung tinggi persatuan, sebagai bentuk prevensi gesekan dan konflik sosial karena keragaman tersebut.

Berikut ini dampak positif dan negatif keragaman masyarakat Indonesia, sebagaimana dikutip dari Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (2018) yang ditulis Asep Sutisna Putra dan Sumartini.

Infografik SC Pengaruh Keberagaman Masyarakat Indonesia. tirto.id/Sabit
Dampak Positif Keragaman Masyarakat Indonesia

  • Keragaman dapat menciptakan integritas dan persatuan nasional.
  • Menjadi sarana memajukan pergaulan antarsuku, agama, budaya, dan golongan di Nusantara.
  • Keragaman memperkaya khazanah budaya bangsa, baik itu kebudayaan benda ataupun warisan budaya tak benda (WBTB).

Dampak Negatif Keragaman Masyarakat Indonesia

  • Jika tak dirawat dengan baik, keragaman dapat menyebabkan konflik dalam masyarakat
  • Munculnya sikap primordialisme, yaitu pandangan yang berpegang teguh pada hal-hal yang dibawa sejak kecil adalah paling baik. Sikap primordial itu mengutamakan tradisi, adat istiadat, kepercayaan, maupun segala sesuatu yang ada di lingkungan pertamanya.
  • Munculnya sikap etnosentrisme, yaitu suatu pandangan yang menganggap bahwa suku bangsanya sendiri lebih unggul dibandingkan dengan suku yang lainnya.
  • Fanatisme berlebihan, yaitu paham yang berpegang teguh secara berlebihan terhadap keyakinan sendiri sehingga menganggap salah terhadap keyakinan yang lain

Baca juga:

  • Perubahan Iklim Ancam Keragaman Bahasa Dunia, Kok Bisa?
  • Perkebunan Sawit yang Makin Mengancam Keragaman Hayati
  • Jusuf Kalla Sebut Keragaman adalah Kekuatan NKRI

Baca juga
artikel terkait
KERAGAMAN BUDAYA
atau
tulisan menarik lainnya
Abdul Hadi

(tirto.id – hdi/hdi)


Penulis: Abdul Hadi
Editor: Addi M Idhom

Subscribe for updates
Unsubscribe from updates

Leave a Comment