Variasi gerak dalam pencak silat yang dilakukan untuk mendekati dan menjauhi lawan adalah

Pencak silat adalah kesenian bela diri yang berasal dari Indonesia. Sumber: Pixabay.com

Seni bela diri merupakan salah satu budaya yang diciptakan dan telah diwariskan secara turun-temurun dalam kelompok masyarakat. Salah satu seni bela diri yang telah ada sejak zaman dulu kala adalah pencak silat.

Sebagai sebuah warisan budaya, pencak silat bahkan telah diakui UNESCO sebagai warisan budaya tak benda pada tahun 2019.

Menurut Agung Nugroho, A.M. dalam Melatih Sikap dan Gerak Dasar Pencak Silat bagi Pesilat Pemula, pencak silat merupakan seni bela diri yang mempunyai aspek, yaitu aspek mental spiritual, aspek seni, aspek bela diri, dan aspek olahraga.

Untuk mengenal seperti apa seni bela diri pencak silat ini, yuk simak ulasan dan penjelasan di bawah ini

Sikap dasar pencak silat sendiri memiliki arti sebagai sikap-sikap statis yang dilakukan untuk melatih kekuatan otot-otot tungkai, kaki sebelum melakukan gerak dinamis sehingga akan menjadi kokoh.

Dalam dunia seni bela diri pencak silat, terdapat 4 sikap dasar yang wajib dikuasai, yaitu:

  1. Sikap berdiri tegak. Sikap ini terdiri dari sikap berdiri tegak, sikap siap kuda-kuda, dan sikap pasang.

  2. Sikap berdiri kuda-kuda. Sikap ini membentuk sikap posisi kaki tertentu, sebagai dasar tumpuan untuk melakukan sikap dan gerakan bela-serang.

  3. Sikap duduk merupakan sikap dasar dari permainan bawah. Dalam pencak silat, ada lima sikap duduk yang terdiri dari: duduk biasa, sila, trapsila/mengorak sila, simpuh, dan sempok/depok.

  4. Sikap pasang. Sikap pasang ini dijadikan sebagai teknik sikap dan gerak kesiap-siagaan dalam menghadapi lawan untuk melakukan pembelaan atau serangan. Biasanya dilakukan pada awal hingga akhir.

Gerak dasar pencak silat adalah gerak yang perlu dikuasai pesilat setelah menguasai sikap dasar untuk melakukan gerak dinamis. Gerak ini memudahkan pesilat untuk menyerang lawan.

Terdapat 3 unsur penting dalam gerak dasar ini, yaitu arah delapan penjuru mata angin, langkah, dan pola langkah. Nah, untuk memahami bagaimana gerak dasar pencak silat ini, kita harus mengetahui 3 unsur tersebut.

Dalam pencak silat, terdapat gerakan yang mengarah sesuai delapan mata angin. Sumber: Pixabay.com

1. Arah Delapan Mata Angin

Arah delapan mata angin merupakan salah satu unsur penting dalam gerak dasar pencak silat. Arah delapan mata angin ini akan menjadi landasan pesilat menentukan geraknya, yaitu mengikuti arah dari delapan mata angin ini.

Gerakan yang ditentukan arah delapan mata angin ini diawali dengan sikap kuda-kuda lalu mulai bergerak mengikuti arah mata angin dan berputar sesuai arah jarum jam.

Setelah melakukan gerakan ini, pesilat bisa melanjutkan dengan sikap pasang dan diberi variasi pembelaan (tangkisan, elakan hindaran, dan tangkapan).

2. Cara Melangkah dalam Pencak Silat

Selain arah delapan mata angin, cara melangkah seorang pesilat juga menjadi unsur penting dalam seni bela diri silat.

Melangkah merupakan teknik gerak memindahkan atau mengubah posisi mendekati atau menjauhi lawan.

Gerak ini memiliki kegunaan, yaitu untuk mendapatkan posisi yang lebih baik atau menguntungkan (favourable).

Ada lima cara dalam melakukan langkah, yaitu:

Pola Langkah dalam Pencak Silat

Dalam pencak silat, terdapat istilah pola langkah yang dijadikan sebagai teknik untuk mengembangkan langkah yang berbentuk atau berpola dengan tujuan tertentu.

Ilustrasi pesilat melakukan salah satu gerakan dalam pencak silat. Sumber: Pixabay.com

Terdapat 7 pola dalam melakukan teknik melangkah, yaitu:

  1. Pola langkah gergaji atau zig-zag

  2. Pola langkah padam atau bentuk U

  3. Pola langkah persegi atau segiempat

  4. Pola langkah segi empat silang


Page 2

Leave a Comment